Bahagia Usai Bercerai

Bahagia Usai Bercerai
Kehidupan Yang Berubah 180⁰


__ADS_3

Siang hari, Rara pulang bersama dengan Rayyan dan juga Ibu Sarrah. Di jalan, mereka mampir di resto yang cukup sepi untuk makan siang. Karna ini sudah jam dua, dan mereka belum makan. Mereka sengaja mencari resto yang cukup sepi agar tak menjadi pusat perhatian orang, mengingat vidio viral itu juga memperlihat wajah Rara yang di siksa oleh suaminya. Walaupun wajah Rara sedikit di blur, tapi tetap saja Rayyan takut Rara merasa tak nyaman jika ada yang mengenali wajahnya.


"Ra, kepalamu masih sakit?" tanya Rayyan penuh perhatian.


"Sudah gak lagi, Kak," jawab Rara jujur. Memang lukanya sudh tak terasa sakit lagi, jika pun sakit, Rara pasti bisa menahannya.


"Syukurlah." ucap Rayyan yang merasa bersyukur.


Saat mereka tengah bicara, pelayan datang membawakan buku menu.


"Mama dan Rara mau pesen apa?" tanya Rayyan.


"Aku pengen ayam bakar," ucap Rara malu-malu. Melihat itu, Rayyan dan Ibu Sarrah malah menertawakannya karena melihat Rara yang masih malu-malu untuk mengatakannya.


"Baiklah, Mama sendiri?" tanya Rayyan beralih ke Mamanya.


"Ikan bapar, lalapan terong, gubis, timus, kemangi, dan sambal pedas manis, jangan lupa kerupuk dan juga telur mata sapi, tahu goreng, tempe penyet dan juga sup bakso ayam," ujar Ibu Sarrah.


"Banyak banget, Ma?" tanya Rayyan kaget.


"Itu buat Rara juga nanti, gak mungkin kan cuma makan nasi dan ayam bakar, gak ada sambal, lalapan dan yang lainnya," sahut Ibu Sarrah.


"Iya juga sih," Rayyan mengangguk-anggukkan kepala, membenarkan ucapan Mamanya itu.


"Ya udah itu aja, Mbak. Porsinya cukup banyakin aja, soalnya untuk bertiga. MInumannya air putih, jus apel dan jus alpukat sama Jus melon. Air putihnya tiga ya, Mbak," ujar Rayyan.

__ADS_1


"Iya, Mas." Setelah mencatat pesanannya, pelayan itu pun pergi.


"Aku sudah memesan tiga macam jus, terserah kalian mau pilih yang mana," ujar Reyhan.


"Aku jus melon aja," ucap Rara.


"Iya sudah kalau gitu, Mama jus alpukatnya,"


"Berarti aku bagian Jus apelnya," kata Rayyan tersenyum.


Sambil menunggu pesanan datang, "Besok kan papa Pulang, Rara juga masih sakit. Berarti pendaftaran kuliahnya di tunda ya, atau aku aja yang daftarin, kamu gak usah ikut dulu, Ra," ujar Rayyan, tadinya Rayyan mau daftarin kuliah Rara sambil ngajak Rara sekalian ke kampus biar tahu suasana kampus di sana.


"Mas Ray aja yang daftarin, kalau aku sudah enakan, baru aku akan ikut Mas Ray untuk lihat kampusnya," jawab Rara.


"Baiklah, besok juga kebetulan aku ngajar jam delapan sampai jam dua, jadi sekalian aku bawa ijazah kamu dan perlengkapan lainnya untuk daftar kuliah," ucap Rayyan.


"Mama besok jadi belanja? Biar aku antar Mama dulu sebelum berangkat kampus?"


"Iya, Mama besok mau belanja. Tapi kayaknya Mama mau belanja setelah kamu pulang ngajar aja deh, lagian juga kan masaknya sore, kan Papa pulangnya malam,"


"Oh ya udah, tak usahakan pulang cepet,"


"Gak usah buru buru juga, nanti malah kenapa-napa di jalan," ucap Ibu Sarrah mengingatkan.


"Iya, Ma. Besok kamu ikut, Ra. Belanja bareng Mama?" tanya Rayyan.

__ADS_1


"Lihat besok aja, Mas. Kalau aku mendingan, nanti aku ikut."


"Baiklah."


Saat mereka tengah mengobrol, ada dua pelayan yang datang membawakan makanan yang mereka pesan. Dua pelayan itu dengan hati-hati menaruh semua makanan dan minuman itu di atas meja.


"Makasih ya, Mbak," ucap Rayyan setelah dua pelayan itu selesai menata makanan dan minuman di atas meja.


"Sama-sama, Mas." Dan setelah itu dua pelayan itu pun pergi.


"Ayo makan, kita makan pakai tangan aja, biar makin nikmat makanannya," ujar Rayyan karena di sana juga sudah di sediakan tiga baskom air bersih untuk cuci tangan.


"Setuju," ucap Rara dan Ibu Sarrah barengan. Lalu mereka pun makan nasi dengan ikan dan ayam bakar serta lalapan, sambal pedas manis juga menambah makan makin nikmat apalagi ada kerupuk, makin mantap. Ada sup bakso ayam juga yang makin bikin nambah selera makan mereka.


Tak ada yang bicara, mereka seakan menikmati makanan itu. Rara yang emang jarang makan enak pun langsung makan dengan penuh syukur, walaupun kemarin ia makan di rumah Ibu Sarrah dengan menu yang tak kalah enaknya, dan juga makan di resto Mall. Tapi tetap aja, kalau sudah makan di luar kayak gini, seakan memberikan kesenangan tersediri, apalagi dengan suasanan yang cukup menyejukkan dan bersama orang yang ia sayang. Membuat Rara sangat puas dan penuh syukur dengan apa yang ia rasakan saat ini.


Setelah selesai makan, mereka pun langsung pulang karena Rara harus segera istirahat. Ia gak boleh terlalu banyak gerak dulu agar lukanya cepet sembuh. Walaupun lukanya tak terlalu parah, tapi tetap aja, jika banyak istirahat akan membuat Rara cepet sembuh.


Sesampai di rumah, Rara langsung mandi tapi ia tak keramas, bahkan saat sikat gigi, ia sangat hati-hati sekali begitupun saat cuci muka, ia memijitnya dengan pelan, agar tak membuat pipinya semakin sakit.


Tak butuh waktu lama, Rara pun segera menyelesaikan mandinya. Lalu setelah itu, ia memakai CD, BH dan baju baru yang ia beli kemarin di Mall.


Sebenarnya baju, cd dan bh itu masih ada di atas kasur dan belum di masukkan ke lemari. Untuk itu, sebelum Rara tidur, ia segera merapikan itu semua dan menatanya di lemari sesuai keinginannya. Dan ia juga menata kamar itu sesuai yang ia mau. Setelah selesai, ia pun segera merebahkan tubuhnya ke kasur.


"Nikmat sekali rasanya. Tuhan, terima kasih atas apa yang Engkau beri saat ini. Terima kasih, Tuhan."

__ADS_1


Rara sangat bersyukur sekalli, punya Mama angkat dan Kakak angkat, dan besok pun ia akan bertemu dengan Papa angkatnya. Ia juga bersyukur mendapatkan limpahan kasih sayang dari mereka, bahkan mereka juga sangat memanjakan Rara dan memenuhi semua keinginan Rara. Bahkan kini Rara juga punya kamar luas lengkap dengan TV, AC, dan juga fasilitas yang cukup lengkap. Baju baru, tas baru, sepatu baru, semuanya serba baru.


Rara sangat bersyukur bisa bertemu mereka dan merasakan semua ini.


__ADS_2