Bahagia Usai Bercerai

Bahagia Usai Bercerai
Perubahan Rara Sedikit Demi Sedikit


__ADS_3

Jika Rian kini tengah menyesali keputusannya dan berharap bisa segera keluar untuk mencari Rara dan meminta maaf padanya dan menebus kesalahannya. Berbeda dengan Rara, sejak tadi pagi ia sangat di perhatikan oleh Rayyan dan Ibu Sarrah. Sejak tadi pagi, bahkan ia suapi langsung oleh Rayyan saat sarapan pagi dengan alasan Rara masih sakit padahal dirinya sudah baik-baik aja, kecuali luka yang memang butuh waktu beberapa hari untuk bisa kembali seperti semula. Namun selebihnya, Rara sudah merasa nyaman dan kuat.


Bahkan bubur itu juga di buat langsung oleh Ibu Sarrah, bubur ayam dan juga teh jahe hangat, mendapatkan perhatian itu, membuat Rara sangat terharu sekali. Dulu setiap kali dia sakit, ia bahkan harus berjuang sendiri untuk mengobati dirinya sendiri.


Dan setelah selesai sarapan, Ibu Sarrah juga membantu Rara membersihkan diri, sungguh Rara bahkan seperti anak kecil, namun jauh di dalam lubuk hatinya yang paling dalam, ia sangat merasa berterima kasih atas apa perhatian yang mereka berikan. Bahkan Ibu Dini (Ibu angkat Rara) aja, tak sebaik Ibu Sarrah. Namun walaupun begitu, Rara sangat menyayangi mereka semua. Ibu Dini dan juga Ibu Sarrah, dua ibu yang sudah sangat berjasa untuknya terutama Ibu Dini yang sudah membesarkan dirinya sejak kecil.


Setelah membersikan diri, kini Rara duduk santai di ruang keluarga sambil nonton tivi, Ibu Sarrah melarang Rara membantu dirinya bersih-bersih rumah dan lain sebagainya karena menganggap Rara masih sakit. Padahal Rara sudah mengatakan dirinya baik-baik aja, tapi Ibu Sarrah tetap tak mau Rara membantu dirinya. Akhirnya Rara pun pasrah, karena ia tak mau berdebat lagi dengan Mama angkatnya itu.


Saat Rara tengah menonton berita, tiba-tiba Rayyan datang kepadanya. "Ra, ini buku nikah dan ijazah kamu. Tapi sama aku mau di bawa untuk daftar kuliah dan bertemu pengacara untuk membicarakan masalah perceraian kamu," ucap Rayyan.


"Iya, Mas."


"Oh ya KTP kamu mana?" tanya Rayyan.


"Ada di kamar, bentar aku ambilkan." Dan setelah itu, Rara pun pergi ke kamarnya dan mengambil dompet bulluk miliknya dan membawanya ke ruang keluarga di mana RAyyan menunggu.


"Ini, Mas." Rara memberikan ktp nya k Rayyan.


"IYa sudah ini, aku pegang dulu ya. Nanti kalau sudah selesai aku kembalikan,"


"Iya, Mas mau berangkat sekarang?" tanyanya.


"Iya, aku juga mau mengurus masalah suamimu, kemarin aku di telfon, di suruh ke sana."


"Mau ngapain?" tanya Rara.


"Pengacara suamimu ingin jalur damai, menurutmu gimana?"


"MInta kompensasi besar atas luka yang aku terima," jawab Rara dengan tegas.


"Baiklah aku mengerti, aku akan melakukan apa yang kamu mau. Kalau gitu aku berangkat dullu ya,"


"Gak pamitan sama Mama?"


"Sudah barusan. Nanti aku usahkan pulang lebih cepat buat nganterin Mama belanja, nanti kamu ikut ya, biar kamu gak bosen,"


"Baiklah, aku akan ikut,"


"Ya sudah, nanti hari Sabtu aku juga akan mengajak kamu lihat kampusnya,"

__ADS_1


"Oke,"


"Kamu hati-hati di rumah,"


"Siap."


Rayyan tersenyum melihatnya, ia mengacak rambut Rara sebelum akhirnya dia pergi dari sana dengan tas kerjanya dan sungguh tampilan Rayyan sangatlah keres dan modis sekali. Dan Rara yakin, seribu persen banyak mahasiswi di kampus yang menyukai Rayyan.


Tak lama setelah Rayyan pergi, Ibu Sarrah pun datang. " Rayyan sudah berangkat, Ra?" tanya Ibu Sarrah sambil membawa camilan ke ruang keluarga dan juga dua jus apel.


"Sudah, Ma."


"Oh ya ini Mama buatkan kamu camilan biar gak gangguk," ujar Ibu Sarrah sambil menaruh camilan itu di atas meja dan juga menaruh dua jus itu di dekat Rara.


"Mama kenapa repot-repot, aku jadi gak enak,"


"Enggaklah, Mama gak repot. Mama kebetulan ada bahan di lemari, jadi Mama bikin aja lagian juga cepet buatnya, terus Mama pengen jus apel, jadi sekalian buat dua sama kamu. Lagian lebih enak ngobrol sambil makan dan minum jus bareng-bareng dari pada sendirian," ujar Ibu Sarrah.


"Iya juga sih," ujar Rara menganggukkan anggukkan kepala, ia pun mengambil camilan itu dan ikut makan bareng Ibu Sarrah.


"Oh ya, Mama lupa, bentar." Ibu Sarrah pergi ke kamarnya, sedangkan Rara masih duduk santai sambil nonton tivi. Tangannya mengambil camilan dan memasukkan ke dalam mulutnya. Rara sangat menikmati camilan yang di buat oleh Mama angkatnya itu.


"Ra, Mama akan mengajari kamu bagaimana menggunakan Hp ini. Kamu harus tau bagaimana merima telfon, mengirim pesan dan lain sebagainya. Bahkan kamu harus menguasai banyak aplikasi yang lagi trend sekarang seperti Ig, Wa, Fb, YT, **, Tw dan aplikasi lainnya yang akan memudahkan kamu dalam keseharian. Dan kamu harus perhatikan apa yang Mama jelaskan dan nanti kamu bisa bertanya jika ada yang tidak kamu mengerti, kamu faham?" tanya Ibu Sarrah tegas, ia bahkan sudah seperti seorang guru yang mengajari muridnya.


"Faham, Ma." Rara menyelesaikan makan camilannya dan menghabiskan segelas jus apel buatan mamanya itu. Dan setelahnya, ia mulai fokus dengan Hp yang di pegang oleh Ibu Sarrah. Rara memperhatikan setiap detail yang IBu sarrah ajarkan. Bahkan Rara tak menyela sedikitpun, ia juga mendengarkan dengan konsentrasi penuh. Hingga dua jam sudah Ibu Sarrah menjelaskan dan setelah itu, Ibu Sarrah memberikan HP itu kepada Rara. Dan dengan sedikit gugup, Rara mulai melakukan apa yang di ajarkan oleh Ibu Sarrah. Dan Rara tanpa ragu untuk bertanya jika tidak tau fungsinya apa, ia terus bertanya seperti anak kecil dan Ibu Sarrah pun akan menjelaskan sampai Rara faham dan bisa bahkan bisa menguasai apa yang ia ajarkan.


Ibu Sarrah yang telaten dan Rara yang emang otaknya cukup cemerlang membuat Rara mudah memahami apa yang ia ajari. Hingga tak terasa jam menunjukka pukul satu siang, cukup lama Rara belajar menguasai banyak aplikasi hingga akhirnya kini ia mengerti banyak hal dan itu membuat Rara merasa bahagia. Ia yang dulu tak tau apa apa kini ia sudah mempelajarinya, ia yang dulu begitu gaptek, kini ia sudah bisa seperti yang lainnya. Setelah puas mengajari Rara, Ibu Sarrah meninggalkan RAra dan membiarkan Rara untuk memainkan hpnya.


Rara pun langsung mencobanya dan membuat akun sendiri untuk bermain sosial media. Ia juga bermain FB dan IG, YT, ** dan juga WA. Hanya saja tak ada foto yang menampakkan dirinya karena Rara emang tak mau mengupload dirinya di media sosial, cukuplah ia tau dan memanfaatnay sebaik mungkin untuk hal positif.


Setelah puas bermain, ia lalu teringat dengan Rayyan. Rara pun segera mengirim pesan kepada Rayyan menggunakan WA.


Yah, di sana sudah adan nomer penting, seperti nomer miliknya sendiri, milik Rayyan, milik Ibu Sarrah dan milik Papa angkatnya yang belum pernah bertemu sama sekali.


"Assalamualaikum Mas Ray, ini aku Rara. Aku sudah bisa main HP, balas ya," itulah chat yang di kirim oleh Rara. Ia melihat nomer itu ada tulisan online, dan yang awalnya centang satu, tiba-tiba berubah centang dua, dan tak lama kemudian ada tulisan 'mengetik'. Rara tersenyum melihatnya, ia pun tak sabar menunggu balasan dari Rayyan.


"Waalaikumsalam, Rara cantik. Iya, aku sudah tau ini nomer kamu, karena sebelumnya sudah sudah aku simpan. Wah sudah bisa pakai Hp ya?" balasnya.


Rara pun segera membalasnya lagi.

__ADS_1


"Iya, Mas. Alhamdulillah. Mama yang ngajarin dari tadi pagi dan baru selesai." Rara dan Rayyan pun akhirnya saling berbalas pesan.


"Sudah bisa apa aja?"


"Banyak, Wa, nelfon, mengirim pesan, IG, FB, **, TW, YT dan aplikasi lainnya,"


"Wow, hebat. Manfaatkan dengan baik ya, jangan sampai di salah gunakan,"


"Pasti dong. Mas Ray lagi apa?"


"Ini lagi selesai ngajar, habis ini aku ketemu pengacara dulu, baru pulang,"


"Loh katanya ngajar sampai jam dua,"


"Iya tak majuin jamnya, biar cepet selesai,"


"Oh emang boleh?"


"Iya boleh, kan kampus beda sama sekalah SMA, Ra. Kalau di kampus mah, dosen bisa memajukan dan memundurkan jadwalnya,"


"Oh, iiya sudah Mas hati-hati ya di jalan,"


"Pasti."


"Jangan lupa makan siang,"


"Hehe berasa punya pacar kalau gini,"


"Adek rasa pacar,"


"Haha boleh juga. Oh ya Mas sudah daftarin kamu kuliah."


"Makasih ya, Mas."


"Sama-sama. Iya sudah dah dulu ya, Mas harus siap-siap berangkat ketemu pengacara dulu,"


"Iya, Mas."


Dan setelah itu, Rara pun mengakhiri chatnya dengan Rayyan. Rara melihat jam yang ada di Hpnya, ia lalu mematikan Hp, ia menaruh HPnya ke kamarnya, lalu ia membawa piring dan gelas ke wastafel untuk ia cuci. Setelahnya, ia pergi mandi, dan istirahat siang sambill nunggu Rayyan pulang.

__ADS_1


__ADS_2