
Rian yang sudah sampai rumahnya langsung berterian memanggil Rara, namun sayangnya Rara sudah tidak ada di rumah, karena ia sudah pergi, pergi untuk selamanya dari rumah yang bak neraka itu.
"Ra ... kamu dimana? Dasar brengsek, kamu kan yang sudah menyebarkan vidio itu!" teriak Rian penuh emosi, sambil mencari keberadaan Rara di semua ruangan, namun Rara tak ada di rumah itu.
"Sialah, dia pasti sudah pergi setelah membuat aku di pecat dari perusahaan. Awas aja kalau ketemu, aku akan bunuh kamu," ucap Rian sambil memukul pintu yang ada di dekatnya, untungnya pintu itu di buat dari kayu jati sehingga tak gampang rusak.
Tiba-tiba Rian ingat dengan surat-surat tanah, rumah, mobilnya. Lalu ia segera pergi ke laci untuk mengeceknya. Ia takut jika Rara membawa surat berharga itu. Tapi untungnya, saat ia mengeceknya, surat itu masih ada. Ia pun merasa lega. Tanpa Rian ketahui, Rara sudah mengambil dua buku surat nikah, sayangnya Rian belum sadar akan buku surat nikah itu.
Tiba-tiba Hpnya berbunyi dan ada telfon dari Ibunya. Rian pun segera mengangkatnya.
"Assalamualaikum, Bu."
"....."
"Maaf, Bu. Aku juga gak tau, kenapa vidio itu bisa tersebar gitu,"
"....."
"Entahlah, Bu. Aku juga gak nyangka, Rara akan setega itu sama aku."
"....."
"Iya, Bu. Aku pasti akan memberikan dia pelajaran kalau sudah ketemu."
"...."
"Iya, Rara pergi dari rumah dan aku gak tau sekarang dia ada di mana. Dia kabur setelah membuat aku dalam masalah besar,"
"....."
__ADS_1
"Aku gak tau, Bu. Dia ada di mana, selama ini yang dia punya cuma aku aja,"
"....."
"Aku akan mencarinya, Bu. Ibu tenang aja,"
"....."
"Aku di pecat dari perusahaan, Bu."
"...."
"Iya, gara-gara vidio itu, aku kehilangan pekerjaanku."
"...."
"....."
"Baik, Bu."
Dan setelah itu, Rian pun menaruh Hpnya itu di atas meja. Ia duduk di kursi dengan memegang kepalanya yang mulai nyut-nyutan karena memikirkan banyak masalah yang menimpa dirinya.
"Kenapa jadi seperti ini, jika emang benar ini kelakukan Rara, aku tak akan pernah memaafkannya," gumam Rian dalam hati.
Saat ia tengah berfikir, apa yang harus dia lakukan. Tiba-tiba, seseorang mengetuk pintunya. Rian pun berjalan menuju pintu depan. Dan betapa kagetnya dia saat melihat ada dua polisi yang kini ada di depan rumahnya.
"Cari siapa ya, Pak?" tanya Rian dengan jantung deg-degan.
"Apa benar Anda yang bernama Rian?" tanya seorang polisi yang tubuhnya sangat kekar.
__ADS_1
"Benar, ada apa ya, Pak?" tanya Rian berusaha untuk tenang.
"Ayo ikut kami ke kantor,"
"Loh ... Loh ... ada apa?"
"Seseorang melaporkan Anda atas kasus KDRT yang di alami oleh Istri Anda," jawab polisi satunya yang sedikit ramah.
"Mana surat tangkapannya?" tanya Rian, yang mulai ada getaran di setiap ucapannya.
Polisi itu pun memberikan surat resmi penangkapan Rian hari ini.
Rian menerima surat itu dengan tangan gemetar dan saat ia membacanya, membuat ia hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Aku gak menyangka, Ra. Kamu benar-benar tega. Kamu bukan hanya membuat aku terkenal di dunia maya, kamu bukan hanya membuat aku jadi kehilangan teman-teman aku, kamu juga bukan hanya membuat aku kehilangan pekerjaan aku, tapi kamu juga menghancurkan kehidupanku, Ra. Kamu benar-benar tega, aku bersumpah, Ra. Aku akan membalas apa yang sudah kamu lakukan hari ini," gumam Rian dalam hati. Ia meremas kertas itu dengan menahan rasa kesal.
"Ayo, Pak." Polisi itu pun memborgol kedua tangan Rian. Namun sebelum itu, Rian meminta tolong untuk di kasih waktu sedikit. Ia mengirim pesan kepada Mamanya untuk segera menemui diriya di kantor polisi. Dan sebelum pergi, Rian juga mengamankan uangnya di brankas dan menguncinya. Dan Brankas itu tak akan bisa terbuka jika tak tau pinnya berapa. Setelah merasa aman, ia pun mengunci pintu rumah itu dari luar dan membawa kunci itu bersamanya. Karena ia takut, akan ada seseorang yang mengambil harta berharganya mengingat rumah itu kosong.
Setelah itu, Rian pun di bawa menggunakan mobil polisi, banyak warga yang melihatnya terutama Ibu Arsih. Melihat Rian di bawa ke kantor polisi membuat Ibu Arsih merasa bersyukur karena Rian emang pantas mendapatkan itu semua. Ibu Arsih juga sudah melihat vidio yang viral itu. Bahkan bukan hanya Ibu Arsih tapi para warga di sana pun juga melihatnya karena memang tengah viral. HIngga tak heran, itu di jadikan gosip panas oleh mereka semua.
Sepanjang jalan, Rian hanya bisa memarahi Rara dalam hati. Ia ingin segera bertemu Rara dan menyiksanya lebih dari tadi pagi agar Rara bisa belajar menghormati suaminya. Ia bahkan menyesal karena tidak memukul Rara lebih dari itu.
Istri seperti Rara harus di ajar emang. Agar bisa menjadi istri yang penurut dan tak membangkang lagi.
"Awas kamu, Ra. Aku sumpahin kamu di manapun kamu berada, kamu akan terus bernasib sial," ujar Rian sambil mengepalkan kedua tangannya Polisi yang melihat tangan Rian yang mengepal pun hanya geleng-geleng kepala, polisi itu tau, hanya menatap wajah Rian, ia bisa menerka jika saat ini, Rian tengah menahan emosi yang sangat besar.
"Aku akan melakukan apapun agar aku gak di penjara, jika aku di penjara, bagaimana nasib Ibu dan adikku. Terlebih aku harus cari kerja, jika aku jadi mantan narapidana, pasti akan membuat aku semakin kesulitan mencari kerja. Huefft .... sudah di pecat dari perusahaan dan sekarang mau jadi tahanan penjara, apes banget hidupku," gumam Rian kesal.
Tak lama kemudian, mobil berhenti di depan kantor polisi. Melihat kantor polisi, membuat dada Rian merasa sesak. Tak menyangka, jika dirinya ada berada di posisi saat ini.
__ADS_1