
Suara dentingan sendok makan menemani keheningan. Dua insan itu saling diam, meski bibir bergerak.
Sesekali tatapan keduanya saling beradu, hingga mereka menjadi canggung.
Delapan tahun lalu mereka kerap bercakap-cakap di ruangan itu. Namun, sekarang terasa asing.
Fabian dan Yumi, mantan sepasang suami istri. Kini status mereka menjadi Bos dan sekretaris. Tampaknya hubungan itu mendekatkan mereka kembali. Ini lah tujuan Fabian yang sebenarnya. Memenangkan hati Yumi.
"Biar aku yang cuci piring," kata Fabian, memecah keheningan di antara mereka.
Yumi tidak bergeming, dia memperhatikan ponselnya yang berdering. Ada panggilan masuk.
"Halo, apakah kau sudah bertemu Keva?" Mendadak ingatan Yumi tertuju pada Keva, pria yang menjadi teman kencannya hari itu.
"Mendadak ada kerjaan di kantor, Ma." Untuk pertama kalinya Yumi membohongi Zara. Lebih tepatnya Yumi mengira benar-benar tugas dari kantor andai Fabian jujur.
Menjemput Kenzo bukanlah bagian dari tugas seorang sekretaris.
"Baiklah, lain kali beri tahu Keva, bahwa kau sedang sibuk. Bukankah kau memiliki nomornya?" ucap Zara sekali lagi.
Kesalahan Yumi saat itu adalah dia lupa memberitahu Keva, bahwa ia membatalkan kencan mereka. Beruntung pria itu tidak menuntut kedua orang tuanya.
"Maafkan aku, Ma." Tentu saja ada rasa bersalah dalam hati wanita cantik tersebut. Terlebih lagi dia tahu, bahwa Zara sangat menaruh harap pada kencan mereka.
Zara berharap dari pertemuan itu, Yumi kembali memulai hidup baru. Bersama Keva, Zara yakin bahwa Putri semata wayangnya itu akan lebih bahagia. Tanpa Zara ketahui, Fabian telah kembali dalam hidup Yumi.
"Apakah itu Mama?" Fabian berdiri di belakang Yumi. Beruntung panggilan itu telah berakhir.
Yumi tidak memberitahu kedua orang tuanya siapa CEO di tempatnya bekerja. Yumi tidak memiliki keberanian.
Meski sadar bagaimana sifat kedua orang tuanya, tetapi Yumi tidak berencana untuk mengejutkan mereka.
Baik Zara maupun Gautam, keduanya tak membenci Fabian. Hanya saja masih ada rasa kecewa.
Tentu saja sebagai orang tua, Gautam tidak menginginkan rumah tangga Anaknya hancur berantakan. Namun, bila yang terbaik adalah perpisahan, maka sebagai orang dewasa, Gautam lebih bijaksana. Tidak berencana turut campur lebih jauh.
Mendukung keputusan Yumi adalah salah satu bentuk cinta. Gautam memang terpukul atas perpisahan itu, tetapi Yumi telah mengambil langkah besar dalam pernikahannya.
"Iya, Mamaku." Yumi membalikan tubuh menghadap Fabian. Namun, jarak di antara mereka justru semakin dekat. Nyaris saja wanita itu terjatuh saking terkejutnya.
__ADS_1
"Hati-hati." Spontan tangan Fabian menahan tubuh wanita itu.
Untuk beberapa saat tatapan keduanya kembali beradu. Namun, sedetik kemudian Yumi melepas diri.
"Terimakasih," ucap Yumi.
Lagi-lagi keduanya saling bertatapan canggung. Keheningan kembali memenuhi ruangan tersebut.
"Sebaiknya aku pulang, ini sudah pukul sembilan." Yumi hendak pamit.
"Biar aku antar. Bukankah kau tahu, bahwa di daerah sini cukup jarang menemukan taksi?" Akan tetapi, Fabian menawarkan diri.
Sementara Yumi yang tak mau mengambil resiko, terpaksa menerima tawaran mantan suaminya itu.
"Lalu Kenzo?" Kendati demikian, Yumi masih mencemaskan Anak itu.
"Dia bisa menjaga diri. Lagi pula kita tidak akan lama. Jarak rumah orang tuamu tidak terlalu jauh," papar Fabian.
"Baiklah." Keduanya pun pergi, meninggalkan Kenzo yang sudah terlelap.
Di mobil, ingatan Yumi tertuju pada Kenzo. Wanita itu penasaran, sebenarnya siapa dia.
"Apakah Kenzo adalah Putramu?" Dan karena rasa penasaran itu tak dapat dibendung lagi, akhirnya Yumi memberanikan diri untuk bertanya.
"Iya," sahut Fabian seadanya.
"Benarkah usianya delapan tahun?" tanya Yumi sekali lagi.
Kali ini Fabian bungkam. Sehingga membuat Yumi merasa kesal.
"Iya, usianya delapan tahun," jawab Fabian akhirnya.
Pria itu tahu apa yang sedang dipikirkan Yumi tentang dirinya. Namun, Fabian tidak mempunyai keberanian untuk meluruskan. Lagi pula hubungan mereka tak sedekat itu.
Fabian tidak memiliki kewajiban untuk memuaskan hati Yumi. Sedangkan Yumi sendiri merasa memiliki hak. Sebab, dia sudah terlibat bersama Bocah itu.
Bahkan Kenzo mengira dia adalah Ibunya.
"Sepertinya kau terlalu terburu-buru menikah setelah kita bercerai. Tapi tidak masalah, yang ingin aku tanyakan adalah dimana Ibu Anak itu? Mengapa kau menyembunyikan keberadaannya? Apa kau tidak pernah cerita di mana dia? Aku sampai terkejut Putramu mengira aku adalah Ibunya." Pada fase ini, Yumi benar-benar bingung. Alhasil dia mencerca Fabian dengan beberapa pertanyaan.
__ADS_1
Kenzo adalah Anak yang manis serta menyenangkan. Dia cukup dewasa untuk memahami kondisi Ayahnya. Di usianya yang masih delapan tahun, Kenzo cukup mandiri.
"Kita sudah sampai." Fabian seperti enggan memberitahu Yumi terkait Kenzo.
"Baiklah, jadi kau tidak bersedia memberitahu aku. Tidak masalah, kau memang pria egois!" Yumi keluar dari mobil dengan perasaan kesal. Dia membanting pintu mobil Fabian.
Namun, tak membuat pria itu menjelaskan kepada Yumi terkait Kenzo.
Fabian menarik pedal rem, meninggalkan kediaman mantan mertuanya itu.
Sepuluh tahun lalu, Fabian adalah bagian dari keluarga Yumi. Tiap kali berkunjung, dia pasti akan menyapa mereka dengan penuh cinta.
Kini segalanya telah berubah, Fabian hanyalah seorang mantan menantu.
Sementara itu, di apartemen. Tampak Kenzo terbangun dari tidurnya. Dia seperti sedang mimpi buruk, lantas mencari Fabian. Beruntung saat itu Fabian cepat kembali, sehingga tak membuat Kenzo ketakutan.
"Ayah!"
"Ayah di sini, Sayang."
"Di mana, Ibu?"
Seketika hati Fabian tercubit, mendadak Kenzo menanyakan Ibunya.
Selama delapan tahun mereka hidup berdua. Susah senang dilalui bersama. Kini ia memperkenalkan Yumi pada Anak itu, hingga tercipta kenyamanan.
"Kemarilah. Ayah akan menemanimu malam ini, em?"
Dua pria beda generasi itu akhirnya tidur bersama malam itu.
Sementara di rumah Yumi, wanita itu masih memikirkan Kenzo. Yumi tidak puas terhadap jawaban Fabian yang seperti enggan memberinya penjelasan.
Teringat akan sosok Aprilia sebelas tahun lalu. Mantan kekasih yang Fabian cintai. Karena wanita itulah mereka menikah, dan karena dia pula Yumi memutuskan untuk berpisah.
Aprilia adalah satu-satunya wanita yang sukses memenangkan hati Fabian. Maka bukan mustahil bila mereka kembali bersama setelah perpisahan itu.
Dari pernikahan itu pula hadir lah Kenzo. Namun, di mana Aprilia sekarang? Mengapa wanita itu seolah menghilang.
Pun Fabian yang seakan bungkam terkait dirinya. Andaikan Kenzo benar buah hati mereka, maka Yumi tidak akan marah. Toh wanita itu adalah cinta sejati Fabian.
__ADS_1
Akan tetapi, yang membuat Yumi sakit hati adalah sewaktu menjadi istri Fabian, pria itu sengaja selingkuh di belakangnya. Sehingga ada Anak di antara mereka.
Andaikan Fabian masih mencintai Aprilia, Yumi bisa merelakan ia. Asal Fabian bersedia terbuka.