Balikan Sama Mantan

Balikan Sama Mantan
Tunjukan Performamu


__ADS_3

Di suatu negara, jika wanitanya rusak, maka rusaklah negara tersebut. Namun, jika wanitanya baik, maka baik pulalah negaranya.


Kemudian, wanita yang sholihah atau yang taat beribadah merupakan perhiasan dunia. Kenapa? Karena wanita memiliki inner beauty yang luar biasa, dan wanita identik dengan keindahan. 


Dalam agama memandang wanita  memiliki banyak keistimewaan dan bahkan wanita  bisa dikatakan lebih unggul dibandingkan laki-laki.


Faktanya adalah wanita sanggup membolak-balikan hati banyak pria. Contohnya seperti Keva.


Kini pria itu tak menyadari sikapnya yang salah. Dia mengira cara yang ditempuhnya adalah sebuah kebenaran.


Rido telah membuat pria tampan tersebut terjerumus ke dalam lembah yang penuh dosa.


Betapa tidak, mereka telah memesan beberapa wanita penghibur untuk menenangkan diri.


Ironisnya, wanita berprofesikan kupu-kupu malam tersebut dipakai secara bergilir. Sehingga menyebabkan beberapa kegaduhan. Dimana Keva mulai membuat onar pasca salah satu gundiknya berhenti melayani.


"Mengapa kau menghentikan gerakan? Apa kau tidak suka berada di atas?" Keva tersulut emosi, tetapi masih sanggup menahan diri.


"Aku lelah." Lantas wanita itu turun dari atas tubuh Keva dengan bermandikan keringat.


Sudah hampir dua jam mereka bersama.


"Tapi aku tidak!" Kemudian pemuda yang tengah putus asa itu menarik tangan pelacur tersebut, hingga kembali terjatuh dalam pelukannya.


Malam ini Keva sungguh liar. Perangainya berbanding terbalik pada yang selama ini dilihat orang-orang.


Bila ada yang mengenalinya, mungkin orang tersebut akan terkejut.


"Tuan, kau sungguh kuat. Aku tidak sanggup melayanimu lagi. Sebaiknya temanku yang menggantikan posisiku di sini. Aku benar-benar lelah." Gundik itu pun kewalahan dalam melayani Keva. Staminanya sungguh kuat, seolah tak ada habisnya.


"Apa kau ingin melanggar perjanjian kita? Bukankah tadi kau kau berkata, bahwa kau bersedia melayaniku sampai aku puas? Sekarang tunjukan performamu dengan baik. Jangan bawel!" Sayangnya Keva tidak ingin menggantikan wanita itu. Dia sudah terlanjur nyaman.


"Aku bisa mengembalikan uangmu sekarang juga. Namun, aku tidak bisa lagi melayanimu. Kau benar-benar tak mengenal lelah. Sedangkan tenagaku tak cukup kuat. Tolong maafkan aku." Di satu sisi, pelacur tersebut menginginkan uang.


Namun, di sisi lain ia sungguh tak sanggup lagi melayani Keva. Pria itu sukses menguras seluruh energinya.


Sebelum ini, perempuan berkulit putih bersih itu baik-baik saja selama meyani pelanggannya. Akan tetapi, bersama Keva ia benar-benar lelah.

__ADS_1


Tak ada pria yang sepertinya. Sungguh, sakit hati dapat mengubah pola hidup seseorang, bahkan tenaga sekalipun.


"Tidak! Kau harus melayaniku sekarang juga. Kau tidak boleh berhenti!" Kini Keva mencengkeram rahang wanita itu sekuat tenaga. Sehingga membuatnya ketakutan.


"Aku membayarmu bukan untuk membuatku penasaran, melainkan memuaskan hasratku. Apa kau paham?" Kemudian Keva menghempas tubuh wanita itu di atas ranjang. Lantas kembali mendekatinya.


Keva tak peduli wanita itu melenguh kesakitan atau justru sebaliknya. Yang pasti ia ingin bersenang-senang malam ini.


Sejak tadi Keva belum mencapai kepuasan, karena pengaruh alkohol.


Brak!


Kemudian mendadak Rafi datang menggebrak pintu kamar Keva. Lalu menyaksikan sahabatnya itu tengah bersama wanita tadi sementara menahan sakit.


Rafi pun marah, "Hentikan permainanmu, Keva. Kau menyiksanya!" Tanpa ragu, Rafi menghampiri keduanya, lantas meminta Sang sahabat untuk tidak lagi menyakiti gundik itu.


"Mengapa? Apa kau ingin bergabung bersama kami?" Entah setan apa yang merasuki pikiran Keva, sehingga membuatnya kehilangan akal sehat.


Bayangkan saja, satu wanita hendak diduakan bersama salah satu sahabatnya. Sungguh menjijikan.


"Kau benar-benar menjijikan," gumam Rafi.


Dan tanpa menunggu aba-aba lagi, pelacur bertubuh tinggi itu meraih pakaiannya yang tergeletak sembarang di atas lantai. Lalu ia pun menghilang dari pandangan dua pria tersebut.


"Apa kau sudah gila? Mengapa kau mengganggu kesenanganku?!" hardik Keva sangat emosional.


"Kau yang gila!" sarkas Rafi tujuh oktaf lebih tinggi.


"Pakai celanamu! Kau benar-benar menjijikan!" Rafi melempar pakaian Keva ke wajahnya.


Saat ini kondisi Keva sungguh tak terkontrol. Ia tak mengenakan sehelai benang pun di depan temannya.


Tadi belum sempat menuntaskan hasrat, tahu-tahunya Rafi datang serta mengacaukan segalanya. Alhasil burung perkutut itu meronta ria minta dilepas.


"Kau merusak momen saja! Tahu begini aku tidak perlu mengajakmu. Kau menghancurkan rencana!" omel Keva sembari mengenakan celana.


Sementara itu, di ruang berbeda. Rido bersama teman wanitanya masih tetap asik menikmati momen menjijikan. Seolah enggan saling melepas, Rido terus menunjukan performanya.

__ADS_1


Beberapa menit lalu keduanya mengkonsumsi obat, agar permainan mereka terasa lebih nikmat.


Tadinya Rido hendak meminum obat kuat, tetapi diurungkannya, lalu beralih pada obat yang lain.


Katanya, sesekali mencoba hal baru. Dan lihatlah efeknya, mereka benar-benar tak mengenal lelah.


Buaian demi buaian dirasanya, tanpa peduli tubuh kesakitan.


Mungkin setelah ini mereka baru akan merasakan keperihan di tempat sensitif tersebut.


Dua jam bergulat, Rido pun menuntaskan hasrat. Lantas menjatuhkan tubuh di sisi teman wanitanya.


Napas mereka saling beradu kecepatan. Sedangkan sekujur tubuh keduanya dipenuhi keringat.


"Kau benar-benar membuatku puas," kata Rido dengan suara terbata-bata.


Nasib pemuda itu lebih mujur dibanding Keva yang gagal Bersenang-senang karena kehadiran Rafi di antara mereka.


"Kau pun sama. Aku sangat menyukai gayamu. Dari mana kau pelajari cara memuaskan wanita?" Setelah Keva berbaring ke sisinya, wanita itu pun meraih rokok di atas nakas, lantas menghisapnya.


Asap rokok itu mengepul di udara, lalu menghilang begitu saja.


"Aku mempelajarinya dari semua film biru yang ku tonton. Nanti kapan-kapan kita nonton bersama. Ajak bersama temanmu, akan lebih baik bila lebih dari satu." Lihatlah, betapa bejatnya Rido.


Memang kesetiaannya terhadap sahabat patut diacungi jempol. Namun, tidak dengan ahlaknya.


"Wah, sepertinya seru. Baiklah, lain kali aku akan mengajak bersama teman." Pun pelacur itu, ahlaknya tak kalah menjijikan dadi Rido.


"Keva, apa kau tidak bisa mengendalikan diri? Apakah menurutmu sakit hati dapat terobati setelah ini? Tidak Keva, tidak! Kau hanya merusak diri dan masa depanmu!" Sementara itu, Rafi dan Keva berdebat di kamar sebelah.


Sejak tadi Rafi menceramahinya. Sehingga membuat kuping Keva kepanasan.


"Apa kau tidak bisa diam?!" hardik Keva.


"Ya! Aku tidak bisa diam. Sekarang kau mau apa? Apa kau ingin memukulku? Ayo pukul! Tapi ingat satu hal dariku, Keva. Setelah ini kau tidak akan menemukan kedamaian, melainkan kehancuran. Karena apa? Karena kau mempersempit jalanmu sendiri. Kau memilih jalur setan. Maka bersiaplah untuk hancur. Dan satu lagi, jangan salahkan siapapun dalam hal ini, karena kau sendiri yang menginginkannya. Pun tidak dengan gadis bernama Yumi itu!" sarkas Rafi menggebu-gebu.


Kali ini Keva terdiam. Hatinya tercubit begitu kata-kata Rafi sukses menyentuhnya.

__ADS_1


Dia memang tidak menginginkan hal ini terjadi. Namun, dayanya telah melemah. Alhasil ia pun terjerumus dalam lingkaran setan.


__ADS_2