
Persahabatan atau pertemanan adalah istilah yang menggambarkan perilaku kerja sama dan saling mendukung antara dua atau lebih entitas sosial.
Istilah persahabatan menggambarkan suatu hubungan yang melibatkan pengetahuan, penghargaan, afeksi dan perasaan .
Sahabat akan menyambut kehadiran sesamanya dan menunjukkan kesetiaan satu sama lain, sering kali hingga pada altruisme.
Selera mereka biasanya serupa dan mungkin saling bertemu, dan mereka menikmati kegiatan-kegiatan yang mereka sukai.
Mereka juga akan terlibat dalam perilaku yang saling menolong, seperti tukar-menukar nasihat dan saling menolong dalam kesulitan.
Sahabat adalah orang yang memperlihatkan perilaku yang berbalasan dan reflektif. Namun, bagi banyak orang, persahabatan sering kali tidak lebih daripada kepercayaan, bahwa seseorang atau sesuatu tidak akan merugikan atau menyakiti mereka.
Nilai yang terdapat dalam persahabatan sering kali apa yang dihasilkan ketika seorang sahabat memperlihatkan secara konsisten.
Sering kali ada anggapan, bahwa sahabat sejati sanggup mengungkapkan perasaan-perasaan yang terdalam, yang mungkin tidak dapat diungkapkan, kecuali dalam keadaan-keadaan yang sangat sulit, ketika mereka datang untuk menolong.
Dibandingkan dengan hubungan pribadi, persahabatan dianggap lebih dekat daripada sekadar kenalan, meskipun dalam persahabatan atau hubungan antar kenalan terdapat tingkat keintiman yang berbeda-beda.
Bagi banyak orang, persahabatan dan hubungan antar kenalan terdapat dalam kontinum yang sama.
Sedangkan Keva dan Rido, serta Rafi adalah tiga sahabat yang saling mengasihi satu sama lain.
Lihatlah yang terjadi saat ini, cara Rido memperlakukan Keva sungguh di luar nalar. Dimana ia rela fisiknya terluka asal Sang sahabat bahagia.
Setidaknya beban di dada sedikit terangkat.
"Minggirlah!" seru Keva, menolak ajakan Rido yang menginginkan dirinya berbuat onar.
"Mengapa? Apa kau takut padaku? Atau memang kau tak mempunyai nyali? Dasar payah!" Sengaja Rido meremehkan Keva, agar pemuda tersebut lepas kendali. Lantas menjadikannya sebagai objek pelampiasan.
Bug!
Dan berhasil, Keva pun terpancing. Pemuda yang wajahnya mulai memerah itu kembali menghantam wajah Rido, hingga terluka.
Rido pun terkekeh, sedangkan Rafi berupaya menghentikan keduanya.
__ADS_1
Rafi tidak menginginkan pertikaian. Menurutnya, bukan seperti ini untuk menyelesaikan masalah. Melainkan dengan cara menceritakan keluh kesahnya.
"Ayo, pukul aku. Apakah hanya segitu kemampuanmu? Kau benar-benar pria payah! Pantas saja Yumi menolakmu. Karena kau sungguh lemah. Ya, kau adalah laki-laki lemah, Cengeng, bodoh, tol--"
Bug! Bug! Bug!
Sekali lagi Rido sengaja memancing emosi Keva, dan akhirnya pemuda itu menghantam wajahnya secara bertubi-tubi.
"Diam kau sialan! Beraninya kau menyebut nama kekasihku dengan mulut kotormu! Akan ku sobek mulut ini." Keva nyaris kehilangan kendali andai Rafi tak bergerak cepat.
Pria itu lantas menarik tubuh Keva dari atas dada Rido sembari berkata, "Lepaskan dia! Apa kau ingin membunuh sahabatmu sendiri hanya karena seorang wanita?"
Keva pun berhenti, kepalannya melayang di udara. Lantas ia melepas tubuh Rido.
"Dengar, apa kau tidak bisa menyelesaikan masalahmu dengan kepala dingin? Apa kau mengajak kami ke tempat terpencil ini hanya untuk melukai salah satu temanmu? Sadar Keva, kau telah melakukan kesalahan besar. Jika kau patah hati, maka carilah wanita lain yang bersedia menerima cintamu. Wanita bukan hanya satu orang, Kawan. Mungkin kalian tidak ditakdirkan untuk bersama. Setidaknya terima lah kenyataan. Mungkin hatimu akan sedikit tenang dan lapang," imbuh Rafi panjang lebar menasehati sahabatnya itu.
Kemudian wajah Keva berubah sendu. Sedangkan Rido menyeka sudut bibirnya yang terluka. Lalu menyentuh pelipisnya yang memar.
"Sst, ah." Rido pun mendengus kesakitan. Wajahnya dipenuhi luka lebam.
Tulang hidungnya hampir patah, sedangkan rahangnya membiru.
Beruntung gigi pria itu tak copot akibat dari hantaman keras Keva. Sehingga ia tak perlu merasa malu untuk mengunjungi club malam ini.
Pasalnya, Rido sudah membuat janji bersama tiga wanita berprofesikan kupu-kupu malam untuk menghabiskan waktu.
Rencananya, setelah menghabiskan minuman, maka ia pun turut mengajak Keva dan Rafi bersamanya.
Namun, yang terjadi sungguh di luar rencana. Ia harus mengalami nasib tragis.
Wajah tampannya harus hancur di tangan sahabatnya sendiri.
"Kau tidak apa-apa?" Kemudian Rafi membantu Rido berdiri.
"Aku tidak apa-apa, kau tenanglah. Aku tidak selemah itu." Lihatlah gaya Rido yang terlalu percaya diri.
__ADS_1
Meski dipenuhi luka-luka, ia masih bisa tersenyum sumringah. Sungguh persahabatan yang luar biasa.
Jika ada yang melihat interaksi serta kekompakan ketiganya, mungkin orang-orang akan merasa iri. Betapa tidak, satu pria rela dipukuli wajah serta tubuhnya demi menyenangkan hati Sang sahabat.
Sedangkan yang satunya lagi bertugas menasehati tanpa harus menyakiti.
"Kau ini benar-benar." Lantas Rafi dan Rido pun terkekeh secara bersama-sama.
Sementara Keva masih betah dalam kediamannya. Padahal Rido telah rela mengorbankan fisiknya demi kebahagiaan pria tersebut.
"Kawan, aku tahu isi hatimu. Mungkin saat ini kau sedang terluka. Namun, seiring berjalannya waktu semuanya akan baik-baik saja. Percayalah padaku, em?" Rafi kembali menghampiri Keva, lantas menasehati sahabatnya itu.
"Pesankan aku gundik sebanyak-banyaknya. Malam ini aku ingin ditemani oleh mereka." Sayangnya, Keva justru memilih menenangkan diri dengan menikmati area ************.
Mungkin dia akan melakukannya tanpa rasa dan hasrat. Namun, cara inilah yang dianggapnya ampuh menyembuhkan luka hati yang menganga lebar di dalam sana.
Rafi dan Rido menatap satu sama lain. Seolah tercengang pada pernyataan Sang sahabat.
"Apa aku tidak salah dengar?" tanya Rido dengan nada ragu.
"Kecuali kupingmu budeg! Aku bilang pesan gundik, ya pesan. Apa kau tidak ingin menikmati pelacur gratisan? Malam ini aku yang bayar!"
Keva terlihat seperti orang lain. Dirinya yang sekarang sungguh tak dikenali. Dia seolah lupa diri hanya karena sakit hati terhadap Yumi.
Sedangkan masih banyak wanita lain di dunia ini yang bersedia menjadi pendamping hidupnya.
Namun, yang namanya sudah terlanjur cinta, susah diajak kompromi. Mereka bahkan rela menyakiti diri sendiri demi memenuhi kebutuhan hati. Sungguh sangat disayangkan.
"Oke, meluncur." Rido yang semangat, mengeluarkan ponsel dari dalam saku celananya. Lantas menghubungi mucikari, tempat biasanya memesan wanita kupu-kupu malam.
"Rido, apa yang kau lakukan?" Namun, Rafi tak setuju. Dia pun mencegah lelaki itu. Akan tetapi, Rido tak mengindahkan larangannya.
"Keva, apa kau sudah gila? Mengapa kau ingin melampiaskan amarahmu pada wanita malam? Apakah menurutmu jalan yang kau tempuh ini adalah cara yang baik dan benar? Tidak Keva, Ini salah. Kau tidak boleh merusak dirimu hanya karena patah hati. Ayo, kita cari solusi untuk memecahkan masalah ini. Kita pasti akan menemukan jalan keluarnya." Rafi terus berupaya untuk membujuk Keva agar tak terjerumus dalam lembah dosa.
Cukup Rido yang gila akan wanita. Setidaknya pria itu jangan.
__ADS_1
"Tidak, aku akan tetap melakukannya. Malam ini aku ingin tidur bersama para gundik!"