
{Karena revisi mas Suami. Aku ganti nama tokoh Damar jadi Mawan. Oke}
Sore hari di sebuah ruangan, tampak Zhafirah Bersama Bu Indira Sedang memasak Bersama. Zhafirah minta diajari beberapa resep andalan sang ibu mertua. Satu makanan yang disukai oleh Arkha. Zhafirah berharap, selain bisa mewarisi tradisi keluarga. Salah satu kegiatan yang sebenarnya membuat ia dan sang mertua semakin akrab. Sejak pertemuan Zhafirah dengan Umi Siti, putri bu Riana itu tak pernah lagi merasa insecure.Ia tetap menjadi istri yang baik untuk Arkha Bagaskara.
Semua kebutuhan sang suami masih disiapkan oleh zhafirah, dari pakaian, makanan. Walau sudah satu bulan sejak kepulangan dari Seoul. Zhafirah tampak tenggelam dengan kegiatannya di sisi Sofa hijau yang berada di kamar Arkha. Ia akan sibuk dengan kitab-kitab atau satu Ratib yang ia baca setelah maghrib dan Shubuh. Belum lagi buku-buku yang ia anggap bisa mengalihkan perhatiannya dari rasa diasingkan, diabaikan sang suami. Arkha pun
tak ambil pusing dengan diamnya Zhafirah setelah mereka dari Seoul. Ia lebih sibuk bekerja dan pulang larut malam.
Hampir setiap malam, Zhafirah harus menyingkirkan laptop di pangkuan sang suami. Satu bulan Arkha selalu membawa pulang pekerjaannya. Zhafirah
pun tak pernah mencoba melihat ponsel atau laptop Arkha. Seolah Zhafirah memasrahkan semua pada Allah. Ia tak ambil pusing dengan nada atau tidaknya ia
bagi Arkha. Ia akan tetap bertahan sampai titik penghabisan kesabarannya sebagai istri Arkha. Bagi zhafirah, selagi tak ada KDRT. Maka ia berusaha bertahan dengan kondisi rumah tangga nya yang sangat dingin.
Saat selesai memasak satu menu kesukaan Arkha, Zhafirah dan Bu Indira dikagetkan dengan datangnya Arkha Bersama seorang lelaki yang Zhafirah
kenal. Lelaki itu adalah Toro. Produser film yang sempat bertemu Zhafirah
beberapa saat lalu.
“Ma,” Sapa Arkha.
Lelaki itu mencium pipi sang ibu. Ia mempersilahkan temannya untuk duduk di meja makan.
“Duduklah, aku sangat lapar. Nanti baru kita bahas.” Ucap
Arkha seraya membalik piringnya. Zhafirah tampak membubuhkan nasi ke dalam piring sang suami.
Interaksi selama di meja makan itu menarik perhatian sang produser. Ia merasa sosok Zhafirah adalah sosok nyata dalam dunia nyatanya.
“Menarik, ia betul-betul anak dan istri yang baik.” Batin
Toro saat gesture Zhafirah penuh kelembutan. Bahkan saat diruang tengah. Ia menyajikan kopi dan camilan untuk dirinya dan Arkha. Perempuan itu dengan sabar
__ADS_1
memberikan pil ke ibu mertuanya.
“Ayolah Zha… Tidak bisa nanti saja?” Protes Bu Indira saat sang menantu membawa satu piring kecil dan segelas air putih. Terdapat banyak pil di dalam piring itu. Dan terdiri dari banyak warna. Zhafirah mengambil dua pil dan menyerahkan ke ibunya.
“ckckck…. Aku tidak salah pilih.” Ucap Toro.
Sedangkan Arkha, ia sibuk dengan tabletnya, yang terlihat banyak angka-angka. Lelaki itu sibuk mengusap tablet itu hingga berpindah dari file sat uke file lainnya. Setelah itu ia meletakkan tablet itu di atas meja.
“Silahkan, utarakan pendapat mu tadi. Aku ingin Mama
mendengar langsung.” Ucap Arkha pada sang sutradara.
Toro pun menyampaikan pada Zhafirah dan Bu Indira jika kehadirannya adalah untuk meminta secara langsung, Zhafirah menggantikan Selena
yang tiba-tiba memutuskan kontrak kerja mereka. Bahkan Selena tidak keberatan membayar dengan kepada rumah Entertainment tersebut. Zhafirah sekuat hati menahan rasa penasarannya. Ia tak menyangka jika Selena mengundurkan diri dari peran
itu.
“Bukan hanya itu, Selena juga mengundurkan diri dari Bagas Entertainmentin.” Ucap Toro.
“Bagaiamana Bu Zhafirah. Kami rasa, karakter anda akan menaikan rating film ini. Disamping itu, anda tampak cocok dengan karakter Ayra ini.” Ucap Toro.
Zhafirah menoleh kea rah Arkha.
“Saya terserah mas Arkha.” Cicit Zhafirah pelan,
Arkha tampak mengusap wajahnya dengan satu tangan. Lalu ia membenarkan posisi duduknya.
“Kalau Mama?” Tanya Arkha seraya mencondongkan tubuhnya kearah sang ibu.
“Mama setuju. Biar Zhafirah belajar banyak hal baru. Lagipula Mama lihat kamu begitu sibuk. Kamu mengurus Rumah Entertainment kamu. Mengurus perusahaan Papa belum lagi perusahaan yang kamu rintis. Kenapa tidak, Mama Yakin Zhafirah mampu dan tidak akan menganggu aktifitasnya.” Ucap Bu Indira.
“Bilang saja kalau kamu sedang berteriak hore… karena akan bertemu kang Mawan mu itu. Hah!. Baiklah, lebih cepat kamu bertemu lelaki itu, makin sering maka semakin baik.” Ucap Arkha.
__ADS_1
Ia pun akhirnya menyeruput kopinya lalu menjawab pertanyaan Toro.
“Baik. Saya setuju. Besok silahkan urus kontraknya.” Ucap Arkha.
Arkha yang memiliki niat lain, Zhafirah adalah istri yang
sholeha dan cerdas. Ia pernah membaca skrip di waktu syuting saat di Seoul.
“Tapi… Saya minta pemeran Bramantyo adalah Mas Arkha. Bisa? Jikan bukan Mas Arkha. Saya ndak mau.” Ucap Zhafirah tertunduk.
Saat kedua pupil mata Arkha membesar menatap Zhafirah. Bu Indira dan Toro justru menunggu jawaban Arkha.
“Maaf Bu, tapi itu tidak mungkin….” Ucap Toro karena ia tahu, ia harus membayar Mawan untuk denda karena membatalkan Kerjasama sepihak. Belum lagi, karakter Arkha yang dingin itu tak mungkin bisa dibentak atau dimarah saat tak bisa berekspresi sesuai yang diharapkan dalam setiap Scene.
“Apa mau mu Zhafirah…” Batin Arkha kesal.
“Siapa Bramantyo itu?” Tanya Bu Indira yang belum pernah membaca novel tersebut.
“Suami Ayra Khairunnisa di film itu bu. Peran utama
lelakinya.” Ucap Toro.
“Mama setuju. Sudah. Ambil cuti dan selesaikan film itu. Tadi Toro bilang kalian dikejar deadline.” Ucap Bu Indira.
Arkha sedang menahan mimik wajahnya agar tak terlihat kesal.
“Baik, kita bisa membalas rasa sakit dan penghinaan yang Selena berikan padamu Arkha… Kita lihat apakah
Selena tidak akan panas jika aku bermesraan dengan Zhafirah di depan banyak media.” Batin Arkha yang sumringah.
“Baiklah, aku juga tidak ingin istri ku bersentuhan dengan lelaki. Disana ada adegan di pantai dan di sungai. Aku tidak ingin ada lelaki lain yang menyentuh istri ku.” Ucap Arkha.
Saat Arkha menunjukkan wajah senangnya. Zhafirah justru masih dibuat penasaran.
__ADS_1
“Apa yang membuat Selena menjauh dari mas Arkha. Tak mungkin tiba-tiba ia mengundurkan diri dari rumah Entertainment itu jika tak ada sebab.”