Because I'M Your Wife

Because I'M Your Wife
Bab 25 Tangisan Zhafirah


__ADS_3

Ia membawa selimut itu dan ia selimuti sang suami dengan selimut itu. Ada rasa hangat yang mengaliri hati dan tubuh Zhafirah. Hatinya menghangat karena tak mungkin selimut itu tiba-tiba berpindah ke tubuhnya jika bukan Arkha yang memindahkannya.


Air mata Zhafirah jatuh membasahi pipinya.


“Mas… Ada apa. Apa yang sebenarnya sedang terjadi. Apa yang membuat senyum mu, tawa mu sudah dua bulan ini taka da. Apa karena Selena? Kemana dia? Ada apa diantara kalian?” Ucap Zhafirah pelan.


Ingin sekali jari-jari tangan Zhafirah mengusap wajah atau rambut sang suami. Namun ia menahannya. Ia tak ingin amarah suaminya Kembali muncul karena ia menyentuh tubuh suaminya. Saat berdoa usai shalat shubuh, Zhafirah bahkan tersedu-sedu menangis.


“Ya Allah… Jika memang aku tidak bisa membahagiakan suami ku.., Jika memang bahagianya Selena. Hamba pasrah. Hamba pasrah….Hiks…” Ucap Zhafirah.


Rasa ingin membahagiakan suaminya begitu menyeruak. Ia merasa bahwa suaminya tak mampu ia buat Bahagia, mungkin kecantikan adalah sumber kebahagiaan yang dimiliki Selena, Dirinya tak secantik Selena. Maka pagi itu, saat baru saja akan sarapan. Arkha tertegun mendengar ucapan Zhafirah.


“Mas, Tunggu.” Ucap Zhafirah saat Arkha akan menuju ke restoran yang berada di lantai dua.


Arkha kembali duduk di sofa kamar mereka. Ia menoleh ke Zhafirah.


“Jika memang mas tidak Bahagia, tidak mencintai aku. Maka ceraikanlah aku, aku ikhlas. Aku menyerah.” Ucap Zhafirah yang menunduk dan menahan tangisnya.

__ADS_1


“Kamu ingin menikah dengan kang Mawan mu lalu bercerai dengan ku?” Tanya Arkha.


Zhafirah mengangkat pandangannya. Ia tatap Arkha begitu dalam. Suami istri itu saling pandang.


“Apa maksud Mas Arkha. Aku tidak pernah memikirkan atau membayangkan Kang Mawan. Darimana mas Arkha tahu tentang Kang Mawan?” Tanya Zhafirah.


Arkha tertawa kecil. Ia lalu tersenyum ke Zhafirah.


“Maafkan aku Zhafirah. Aku tidak akan menceraikan kamu. Jika kamu ingin bercerai. Pergilah ke pengadilan dan gugat aku.” Ucap Arkha yang ia tahu, jika niat hatinya menceraikan Zhafirah muncul dalam hatinya dan ia ucapkan maka jatuh talak satu untuk sang istri.


Arkha berdiri dan menghadap Zhafirah.


“Karena kamu begitu mempesona di mata Mama. Aku tak ingin aku dianggap Kembali menjadi penyebab Mama terskiti, mama menderita. Aku ingin beliau Bahagia dan bangga punya anak ku. Maka jika kita berpisah, aku ingin Mama tahu jika kamu yang berpisah dari ku dengan alasan kamu tidak mencintai ku. Dan aku mencintai mu. Sehingga ada alasan ku untuk tidak menikah lagi…. It’s my reason.” Ucap Arkha.


Zhafirah menitikkan airmatanya Kembali. Ia hapus butiran empun itu dengan punggung tangannya.


“Baik, aku tak akan menggugat mu. Andai status Selena adalah gadis atau janda. Maka nikahilah dia. Aku siap, aku rela di madu. Tapi dia istri orang mas…. Aku tidak mau kamu selingkuh. Carilah perempuan lain, yang mungkin sama cantiknya seperti Selena. Yang mungkin bisa membuat kamu Bahagia. Yang bisa membuat kamu terlihat bersemangat lagi. Hari-hari mu dua bulan ini tak ber ga I rah… Aku ikhlas mas. Asal maduku bukan istri orang.” Ucap Zhafirah yang menunduk dan bahunya berguncang.

__ADS_1


Ingin sekali Arkha menghapus air mat aitu. Ingin sekali ia memeluk Zhafirah, tetapi langkahnya tertahan saat Kembali teringat satu hal. Ia mengusap wajahnya berkali-kali dan meninggalkan Zhafirah seorang diri dalam kesedihannya.


“Jika aku menikah, itu hanya satu kali ini. Secantik apapun perempuan yang menggantikan Selena. Ia tak akan mampu membahagiakan akua tau Bahagia menikah dengan ku. Bertahanlah disisi ku sekuat kamu bertahan Zha, maafkan aku….” Ucap Arkha.


Saat ia sudah berada diujung pintu suara Zhafirah menahan langkahnya.


“Katakan mas… apa yang terjadi. Katakan… kamu membunuh ku dalam sikap mu. Aku tidak ingin kamu tidak Bahagia dengan pernikahan ini. Tapi aku tak ingin kamu juga berdosa karena terlibat hubungan gelap dengan Selena. Ia istri orang. Jika ia sudah janda maka nikahi dia secara agama dan hukum.” Ucap Zhafirah.


Arkha tertunduk,


“Terbuat dari apa hati mu Naadhira Zhafirah….” Batin Arkha.


“Why… Why You can do it? It is not easy Zhafirah.”Ucap Arkha


(Kenapa… KEnapa kamu melakukan itu? Itu tidak mudah Zhafirah.)


“Because I’m Your Wife. Aku ingin menjadi salah seorang umat Rasulullah yang kelak berada di barisan Sayyidah Fatimah Az Zahra. Yang begitu menerima segala kondisi suaminya. Yang tak banyak menuntut dari suaminya….” Ucap Zhafirah yang Kembali bahunya terguncang hebat karena menangis.

__ADS_1


__ADS_2