Because I'M Your Wife

Because I'M Your Wife
Bab 30 Flashback Kisah Arkha


__ADS_3

Arkha hanya menatap ke luar jendela selama perjalanan pulang. Dan seperti biasa, tidak ada komunikasi diantara dirinya dan Zhafirah. Bahkan tiba di dalam kamar pun Arkha masih diam. Rasa kesal di dadanya masih begitu terasa sejak pertemuan nya dengan mawan Tadi.


Zhafirah hanya mengamati. Ingin sekali dia bertanya ada apa gerangan. Tetapi ia khawatir Arkha akan kembali marah pada dirinya. Maka ia hanya berusaha agar sang suami tidak merasa kesal pada dirinya dan menyulut rasa marah.


"Mas Arkha kenapa ya. apalagi ada masalah di pekerjaan." Ucap Zhafirah dalam hatinya seraya menatap punggung Arkha.


Namun Arkha seraya memeluk guling nya hanya memejamkan matanya untuk mencoba tertidur. Namun semakin ia ingin tidur. Justru bayangan kejadian di korea kembali hadir di ingatannya. Kejadian dimana membuat ia sadar. Jika ternyata ia ada kekurangan. Dan ia juga sadar, jika Zhafirah adalah permata dalam hidupnya.


Flashback On.


Malam itu setelah Arkha meninggalkan Zhafirah setelah ia sempat menyentuh istrinya, namun tiba-tiba ja meninggalkan Zhafirah dengan alasan ia tak punya ga/i/rah pada sang istri. Ia bertemu dengan Selena di sebuah tempat.


Namun malam itu menjadikan Arkha frustasi hingga berhari-hari. Tiba di kediaman yang Selena. Arkha yang berusaha menurunkan rasa di hatinya. Ia pun menyentuh Selena. Selena cukup senang, karena Arkha baru kali ini lebih dalam berhubungan. Namun satu jam berusaha. Selena mendorong Arkha.


"What!" Sontak Arkha kaget karena tiba-tiba ia di dorong dengan kasar oleh Selena.


"O... come on Arkha. Jadi ini alasan mu selama ini selalu tak ingin che/k/in?" Tanya Selena kesal.


Selena sudah berpengalaman tentunya. Ia sudah menikah, maka H/B adalah bukan hal hang asing bagi dirinya. Bahkan itu termasuk dalam kebutuhan. Arkha duduk di tepi ranjang. Ia frustasi, ia mengusap rambutnya berkali-kali. Ia baru sadar, bukan pada Zhafirah ia tak ber/gai/rah. Tetapi pada Selena pun ia merasakan hal yang sama. Namun Selena, ia tidak bisa.


Jika sebelum bertemu, ia sudah berjanji akan bercerai dari samb suami. Namun tahu akan kekurangan kekasih gelap nya. Selena tak ingin menikah dengan lelaki yang justru tak bisa memberikan kebutuhannya di dalam kamar. Maka malam itu, Arkha menerima hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Zhafirah.


"What is a man without his mi/ght. That I need not only sedu/ction and attention."

__ADS_1


{Apa arti lelaki tanpa keperkasaan nya. Itu aku butuhkan bukan hanya rayuan dan perhatian.}


Ucap Selena seraya bangkit dan membenarkan penampilannya. Arkha yang merasa marah menarik tangan Selena.


"Tunggu Selena! Jangan sembarangan kamu!" Bentak Arkha seraya menatap Selena dengan tajam.


Namun Selena justru tertawa mengejek.


"Hehehe... Ayolah Arkha. kamu mungkin belum pernah merasakan nik/matnya itu. Tapi aku, aku butuh itu. Dan aku rasa setiap perempuan menikah membutuhkan itu. Tidak cukup dengan cinta." Ucap Selena seraya melepaskan tangannya.


"Selena! Kita coba lagi.... " Ucap Arkha yang masih ingin mencoba dan meyakinkan dirinya bahwa ia baik-baik saja.


"No! aku sudah pernah melakukannya. Dan kamu? satu jama kamu tak berhasil. Kamu lelaki yang lo/yo Arkha. Maaf aku rasa mulai hari ini kita tak perlu bertemu. Suami ku memang terlihat lebih tua dari kamu. Ia juga tak setampan kamu. Tetapi maaf," Selena mendekati sang suami.


Merasa kesal di hina dengan tatapan mengejek. Sedari tadi ia terus di jatuhkan harga dirinya.


Ia sudah ingin mendaratkan sebuah tampa/ran ke arah Selena. Namun Arkha masih bisa mengontrol emosi nya. Selena justru tertawa karena merasa bahagia.


"Arkha... Arkha. Kali ini aku beruntung tidak menikah dengan mu dulu. Ternyata ini alasan kamu tidak mau menikah?" Tanya Selena.


Ia pun meninggalkan Arkha di kamar tersebut seorang diri. Arkha terduduk lemah di tempat tidur. Ia merasakan selama ini semua baik-baik saja. Saat bersama Zhafirah tadi ia mampu sedikit merasakan ketegangan. Namun kenapa tiba-tiba ia tak dapat merasakan ketika bersama Selena. Malam itu Arkha terus saja menghabiskan waktunya untuk minum-minum. Bahkan telepon nya berkali-kali di reject oleh Selena.


Satu minggu Arkha merasa Frustasi. Namun Setiap hari melihat Zhafirah dengan sabar menghadapi dirinya. Berapa bulan hidup bersama Zhafirah. Perempuan itu pun tak mempermasalahkan perkara hak bio/logisnya. Arkha pun merasakan jika Zhafirah perempuan baik dan lebih baik dari Selena. Berkali-kali Arkha mencoba berdiri di depan rumah sakit untuk memeriksakan diri. Ada ketakutan dalam hatinya. Ia pun mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Maka Arkha hanya menerima takdir jika ia tak mampu menjadi lelaki yang bisa memberikan hak biologis istrinya tanpa mau memeriksakan kondisi kesehatan nya dengan alasan malu, rendah diri. Bahkan hinaan Selena juga terus ia ingat.


"Ternyata betul. Tidak ada manusia sempurna. Kamu dengan ketampanan dan kekayaan mu Arkha. Kamu pun tak sempurna. Tapi maaf, aku lebih memilih suami ku walau ia tak sesempurna kamu." Ucap Selena.


Ucapan itu selalu terngiang-ngiang ditelinga Arkha.


Flashback Off.


Saat suara napas Zhafirah telah terdengar begitu teratur. Arkha membalik tubuhnya. Ia menatap Zhafirah yang sedang terlelap.


Seperti biasa, ke cu pan di dahi Zhafirah menjadi satu kebiasaan Arkha. Malam itu Arkha tak mengucapkan sesuatu. Ia hanya memandangi wajah Zhafirah. Namun Zhafirah yang baru saja terlelap, ia terjaga saat ia merasakan hembusan napas tepat di depan wajahnya.


Jantung Zhafirah terasa seakan ingin lepas karena mendapatkan ke cu pan tersebut.


"Ya Allah Mas... sebesar itu kah rasa gengsi mu. Sampai kamu harus menunggu tertidur baru menyentuuhku?" Batin Zhafirah.


Sejak malam itu Zhafirah selalu berpura-pura tertidur agar bisa mendapatkan satu kecuupan di dahinya.


Zhafirah pun menjalani istri dari seorang Arkha. Tak terasa Zhafirah mulai merasa nyaman dan bahagia dari pernikahannya. Walau ia belum mendapatkan hak bi o logisnya. Tetapi Arkha yang tak pernah membentaknya. Membuat ia merasa sudah lebih cukup.


Hari berganti hari. Saat Zhafirah telah memasuki semester 8. Saat ia sedang bimbingan skripsi. Namun satu kejadian kembali menyayat hati Zhafirah yang sudah lama tak merasakan sakit di bentak. Mungkin karena telah terbiasa diperlakukan baik. Maka ia kaget saat siang itu Ia di bentak di depan banyak orang.


"Zhafirah! Kamu darimana saja!" Bentak Arkha yang berdiri di lobby rumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2