Because I'M Your Wife

Because I'M Your Wife
Bab 47 Arkha Jatuh Hati Berkali-kali


__ADS_3

Hubungan yang baik dengan Bu Sihombing membuat Zhafirah hari itu mendapat tamu spesial. Dosen sekaligus orang yang memberikan Zhafirah meraih gelar 'MH' jalur beasiswa. Mendapatkan kabar bahwa murid yang kini sudah menjadi dosen tersebut sedang tak bisa ke mana-mana. Bu Sihombing berkunjung untuk membesuk Zhafirah.


Kehadiran Bu Sihombing juga permintaan maaf karena tak bisa menghadiri wisuda Zhafirah.


"Jadi ini alasan kamu menolak tawaran emas dari saya kemarin?" Tanya Bu Sihombing.


Perempuan berambut pendek itu tampak duduk di kursi tepat disisi kanan Zhafirah. Mantan asistennya tersebut kemarin beralasan memilih menjadi dosen di tanah air daripada melanjutkan pendidikan di luar negeri. Namun ternyata Zhafirah hamil. Hanya senyum yang Zhafirah berikan. Ia juga tak mungkin menceritakan pada Zhafirah.


Mereka berbincang banyak hal. Seputar dunia pendidikan di Belanda dan juga tanah air. Termasuk kekerasan dalam rumah tangga. Zhafirah bahkan terlihat bersemangat saat mendengar kisah-kisah Bu Sihombing yang bergabung di komunitas yang memperjuangkan keadilan bagi istri-istri korban KDRT.


"Kalau saya amati, kadang faktor ekonomi juga pernikahan dini kadang menjadi pemicu KDRT itu sendiri Bu." Komentar Zhafirah.


Namun Bu Sihombing juga mengatakan.


"Tapi tidak lepas mereka yang ekonomi mapan juga mengalami KDRT Zha." Ucap Bu Sihombing


"Ya betul. Tapi terkadang korban KDRt juga banyak dari pernikahan yang tidak tercatat secara resmi di Kantor Urusan Agama sehingga sulit dilindungi secara negara berdasarkan perundang-undangan. Miris, kemarin saya sempat baca satu berita. Ternyata pernikahan di bawah tangan." Ucap Zhafirah lagi.


Bu Sihombing merasa tidak salah memberikan kesempatan kepada Zhafirah. Perempuan yang ia anggap bisa menggantikan posisinya di kampus dan bisa lebih luas lagi mengembangkan sayap karir nya kelak. Ia bahkan menawarkan kepada Zhafirah untuk bergabung ke salah satu komunitas nya.


"Nanti kalau sudah melahirkan dan dapat izin suami kamu. Ibu harap kamu bisa bergabung di komunitas ini. Kebetulan ibu sebagai salah satu koordinatornya." Ucap Bu Sihombing seraya memberikan selembar brosur.


Zhafirah menerima satu lembar brosur tersebut. Ia pun mengatakan sekarang masih fokus pada Janinnya. Bu Sihombing hanya mengatakan jika ia sangat bersyukur jika Zhafirah bisa bergabung. Karena Zhafirah sendiri dulu adalah korban dimana ia melihat dan menjadi korban yang pada saat itu, Ibunya menjadi korban KDRT.


"Nanti setelah saya melahirkan saya lihat bagaimana kedepannya ya Bu." Ucap Zhafirah. Namun seketika Zhafirah melihat ponsel di pangkuan Bu Sihombing.


Ia tampak tak asing dengan wajah perempuan yang menghubungi Bu Sihombing. Bu Sihombing pun menerima panggilan tersebut dengan menyingkir dari Zhafirah.

__ADS_1


"Seperti pernah bertemu." Batin Zhafirah.


"Zhafirah, ibu pamit dulu. Ada urusan lain. Lekas sembuh dan bisa beraktifitas lagi. Ibu sangat berharap kamu suatu saat nanti akan bergabung dengan komunitas ibu ya." Harap Bu Sihombing pada Zhafirah.


Perempuan kelahiran Medan itu pun pamit, undur diri. Zhafirah mengucapkan terimakasih pada Bu Sihombing karena begitu baik juga selalu memberikan kesempatan pada dirinya. Zhafirah menyimpan brosur tersebut. Ia tak ingin memikirkan banyak hal dulu. Ia bahkan sudah satu minggu ini menghibur diri, berada ditempat tidur bukan hal yang menyenangkan.


Bersyukur kecanggihan teknologi mampu membuat Zhafirah sedikit terhibur bisa mengikuti kajian-kajian yang diadakan melalui streaming.


Keesokan hari, Zhafirah sudah tidak mengenakan diapers. Kondisi sudah cukup baik. Ia masih menunggu jadwal mata pelajaran yang akan di embannya. Sehingga belum ada aktifitas berat. Saat akan kontrol kembali ke rumah sakit. Kali ini Arkha menemani Zhafirah. Namun betapa kagetnya Zhafirah saat ia melihat lelaki yang ia kenal sedang menarik tangan seorang perempuan dengan paksa.


Kedua netra Zhafirah tidak lupa siapa lelaki itu. Arkha pun melihat hal yang sama.


Mawan, lelaki itu tampak menarik tangan istrinya dengan kasar. Zhafirah membelalakkan kedua netranya. Karena perempuan itu adalah yang pernah ia temui, kedua perempuan itu tadi tampak menghubungi Bu Sihombing.


"Kang Mawan.... " Lirih suara Zhafirah menyebut sebuah nama. Namun terdengar telinga Arkha.


"Apa dia istrinya.... " Batin Zhafirah.


Arkha yang melihat istrinya termenung karena melihat Mawan pergi bersama perempuan yang tak lain adalah istrinya.


"Ehm.... Ehm..... " Suara Arkha membuat Zhafirah menoleh ke arah sang suami.


Wajah Zhafirah merona karena malu.


"Ndak mikir macam-macam loh Mas. Zha cuma sepertinya sudah berapa kali bertemu perempuan itu dan... dan... " Zhafirah menghentikan ucapannya. Ia tak ingin menduga-duga yang bukan urusannya.


"Dan apa?" Tanya Arkha lagi.

__ADS_1


"Ga jadi. Takut jadi fitnah." Ucap Zhafirah seraya menyunggingkan senyumnya.


"Itu tadi Kang Mawan Mu kan?" Pancing Arkha.


Zhafirah menyipitkan kedua matanya dan menatap Arkha dengan wajah cemberut.


"Ndak Pakek M-U. Mas cemburu?" goda Zhafirah.


Arkha berbisik pada istrinya.


"Suami mana yang tidak cemburu. Istrinya lihat mantan terus nyebut namanya." Bisik Arkha.


"Mantan itu kalau pernah ada hubungannya. Lah kami ga pernah ada hubungan spesial. Cuma dulu sama-sama mondok." Batin Zhafirah.


Arkha justru menceploskan apa yang sempat terlintas di pikiran Zhafirah.


"Wajah perempuan tadi kayak lebam gitu ya Zha. Apa dia istrinya Mawan? Terus.... " Belum selesai Arkha berkomentar, Zhafirah sudah mendaratkan cubitan kecil di paha suaminya.


"Udah ah. Nanti malah jadi gosip. Ga gosip sama tetangga, gosip sama suami ya sama dosanya." Ucap Zhafirah terkekeh karena kadang ia sering keceplosan saat melihat tingkah tetangganya. Maksud hati ingin bercerita. Tetapi ternyata malah jadi Ghibah.


Arkha pun menggenggam tangan istrinya. Ia ingat beberapa kejadian yang lalu. Dimana Zhafirah menceritakan pada Arkha bahwa tetangganya yang sering menceritakan bahwa suaminya perkasa kepada temannya, malah mendapatkan kabar bahwa suaminya selingkuh dengan temannya tersebut. Usut punya usut, hal itu karena teman tetangga Zhafirah ternyata tidak perkasa.


Hal yang harusnya dirahasiakan, malah diceritakan pada orang yang memang merasakan penasaran hingga coba-coba menjadi kebablasan. Zhafirah juga kebablasan. Maksud hati bercerita di malam hari dengan suami. Namun ia malah ikut-ikutan menceritakan aib tetangga nya dengan sang suami. Alhasil tengah malam, Arkha mendengar tangis istrinya yang merengek minta ampun pada yang Maha Pengampun.


Tidak hanya itu, Zhafirah saat bertemu kepada tetangga nya berani meminta maaf. Dengan alasan kalau-kalau ada salah sama tetangga soalnya lagi hamil, tidak berterus terang perkara hati yang sebenarnya.Padahal, ia merasa bersalah dan berdosa membuka aib tetangga tersebut dengan suaminya. Niat hati tak ghibah sama tetangga malah ghibah dengan suami. Maka ia pun segera membersihkan hati dengan berdoa juga meminta maaf pada orang tersebut. Suami mana yang tidak bahagia, punya istri yang bisa menangis tersedu-sedu hanya karena kebablasan cerita aib orang lain. Maka ia merasa bahwa aibnya selama ini hanya Zhafirah dan tuhan yang tahu.


Maka Arkha dibuat berkali-kali bahagia menikah dengan Zhafirah. Ia bahkan tidak sabar ingin memiliki banyak keturunan dari Zhafirah.

__ADS_1


"Iya, nanti jadi nangis lagi malam-malam. Repot lagi mas jelasin sama Mama. Dikira menantunya di apa-apain." Seloroh Arkha sambil membimbing tangan Zhafirah saat namanya di panggil untuk masuk ke ruang pemeriksaan.


__ADS_2