
Siapa yang menyangka kedatangan Raymond yang tiba-tiba ada di antara kedua bersaudara itu, membuat mereka terkejut bukan main terlebih lagi Araxi yang tidak terlalu menyukainya.
“Sepertinya ada yang tidak senang aku berada di sini," sahut Raymond.
“Lalu aku harus menerimamu, sebagai papaku? Kau hanya orang asing bagiku!" Pernyataan yang diucapkan oleh Araxi, membuat Raymond mengembuskan napas berat.
“Aku tidak mempermasalahkan kau belum menerimaku sepenuhnya. Satu hal yang pasti aku akan mempertaruhkan nyawaku, untuk melindungimu dan juga kakakmu di hadapan kedua orang tuamu!" Raymond menjeda ucapan itu, sambil terus menyelami lebih dalam. Tentang tekadnya yang tidak akan pernah berhenti, menaklukkan hati anak-anak yang dititipkan pria baya tersebut.
“Meskipun aku meminjam raga orang lain. Bukan berarti aku memakai sesuka hatiku. Aku menjaga raga ini untuk tetap hidup sebagaimana mesti, sudah sangat lama aku menutup kekuatanku agar orang lain, tidak mencurigaiku sebagai sesosok monster." Lanjutan dari pria baya yang telah menjelma menjadi sang ayah, mau tidak mau Araxi harus menerima kenyataan yang begitu menyakitkan.
“Terserah!" singkat padat sebuah kata diucapkan oleh Araxi, tidak membuat Raymond menyerah.
Dia menemui keduanya untuk membahas, perihal yang berhubungan dengan Leonard.
“Apa kedatanganku menganggu kalian berdua?"
“Tidak, Pa," jawab Leonard. “Justru dia yang tiba-tiba menemuiku," ujarnya dengan menunjuk.
“Apa kalian membahas tentang … hm, siapa namanya, ya?"
“Hanya seorang pecundang yang tidak berani mengungkapkan perasaan," sahut Araxi dingin.
Suara tawa yang meledak membuat Leonard mendengkus kesal. Araxi si gadis dingin ini benar-benar kelewatan jahil.
“Bukankah aku sudah memberimu peringatan? Mau mengejar atau harus tersiksa menahannya? Namun, pilihanmu menahan perasaanmu … tentu saja membuatmu sangat tersiksa." Raymond sedikit menyayangkan tindakan, diambil oleh sang putra.
“Itu tidak sesederhana yang kau lihat," sahut Araxi.
Dahi pria baya itu mengernyit bingung. “Maksudnya apa?"
“Nyawa wanita yang dicintai oleh dia …terancam dalam bahaya. Harusnya kau bisa, melihat itu dengan sendiri!" tegas Araxi tanpa sedikit mengulangi perkataannya itu. “Cinta segitiga antara mereka … mendatangkan masalah besar dan aku tidak mau nyawamu menjadi taruhan!"
“Ra …." Panggilan lirih dengan raut wajah sendu, membuat lidah Leonard menjadi kelu.
“ak … harus apa dan bagai … mana, Ra?"
Araxi mendengkus dingin. “Jika kau mencintainya segera lalukan apa yang kukatakan denganmu, tapi jika ingin melindungi dan menjaganya secara diam-diam … lalukan semua itu demi keselamatan janin yang tak berdosa. Kau tidak mengetahui jika sahabatmu itu, sudah lebih dulu menemukan seseorang, yang berhubungan dengan gadis kau cintai."
“Lalu apa kau mengetahui siapa yang dimaksud Ivone?"
“Meskipun aku mengetahui semua bukan, berarti aku mengatakan hal ini padamu, Kak," ucap Araxi dengan sorot mata dingin.
“Berarti kau harus menyelidiki sendiri, Nard," sahut Raymond. “Harusnya kau bisa menyelidiki identitas pria sainganmu itu!"
Leonard menjadi bungkam ketika dua orang, memiliki kemampuan di luar nalar mampu, membuat pria muda itu merasa dipojokkan.
__ADS_1
“Kalian kenapa tidak membantuku saja? Jangan membuatku merasa terpojok seperti ini!" gerutu Leonard sambil bersungut-sungut.
“Kau harus mencari tahu sendiri, Kak. Kemampuan kami sangat, tidak etis dalam hal membantumu … aku hanya mau membantu mereka yang tidak terlihat."
Raymond kembali bersuara, sesaat pria baya itu teringat sesuatu, “apa kau menginginkan aku membereskan, seseorang yang begitu gigih mengejarmu?"
“Tidak perlu!" tolak Leonard. “Biarkan aku membereskan urusanku dengan sendiri."
“Kalau begitu aku akan kembali … maaf karena telah membebankan semua pekerjaan ini pada dirimu … jaga diri kalian baik-baik!"
Berbeda dengan Araxi yang masih betah, di ruangan yang sama dengan Leonard. Kali ini gadis itu harus bisa membuat sang kakak mengambil, sebuah keputusan demi menyelamatkan sebuah nyawa yang tidak berdosa. “sekarang bagaimana keputusanmu?"
Leonard menggeleng di saat dia ingin mengungkapkan perasaan, pada sisi lain pria muda itu tidak ingin membuat, ketiga adik kembar terlalu memikirkan keselamatan nyawanya. “Maaf, Ra."
“Baiklah aku tidak akan memaksa hatimu, tapi perlu kau ingat dan camkan baik-baik. Lindungi bayi itu jika memang kau, tidak ingin nyawanya terancam bahaya," ucap Araxi.
Leonard begitu bahagia bisa leluasa berbicara dengan gadis dingin di hadapannya, setelah mengobrol banyak tanpa ragu dia membawa tubuh Araxi ke dalam dekapan hangat, sambil melampiaskan rasa rindu pada sang adik bahkan sampai sekarang, pria muda itu masih belum bisa bertemu dengan kembaran Araxi dan Alexa mengingat, adik kembarnya yang satu ini sedang berkelana di suatu tempat antah-berantah.
*
*
*
Beberapa bulan berlalu.
Ivone sendiri juga tidak kalah antusias ketika sang sahabat, menyambut kedua bayi kembar yang sebentar lagi akan lahir.
“Bagaimana dengan keadaan mereka?" tanya Ivone tanpa mengalihkan perhatian, dari ponsel yang sedang dipegang.
“Mereka sering menyapaku dengan tendangan mautnya," jawab Citra sambil, mengelus perut besarnya.
Ivone bertanya kembali. “Sudah menyiapakan sebuah nama untuk mereka?"
Citra menggeleng. “Belum terpikir ke arah sana, Von."
Mendengar jawaban dari sang sahabat, membuat Ivone tidak bisa memberi apa-apa, untuk calon anak kembarnya nanti.
“Jangan dipikirkan masalah nama, Von. Setelah mereka lahir nanti, kau bisa memberinya nama untuk anakmu!" sahut Citra yang begitu tanggap.
Ivone yang terlihat bosan di apartemen, akhirnya mengajak ibu hamil itu, untuk jalan-jalan di pusat perbelanjaan sambil mencuci mata.
Dia melakukan hal tersebut untuk menghibur ibu hamil yang terlihat, begitu tegang menyambut kelahiran bayi kembarnya.
Sesampainya di pusat perbelanjaan. Ivone begitu antusias mengajak ibu hamil berjalan-jalan. Tidak lupa mengajaknya membeli keperluan si kembar. Namun, Citra menolak dengan keras untuk tidak terlalu memanjakan mereka.
__ADS_1
“Jangan membiasakan mereka membeli barang-barang yang tidak penting … maaf bukan maksud menolakmu, tapi semua ini kulakukan demi kebaikanmu, Von."
Kalah dalam berdebat mau tidak mau Ivone, mengalah dan membiarkan sang sahabat pada pendiriannya, pada saat yang sama ada seseorang dengan sorot mata kebencian, tidak sengaja bertemu dengan dua orang yang membuat, orang dipermalukan oleh Leonard yang tak lain pria incaran wanita tersebut.
Aku akan membuat kalian menyesal telah, mencari masalah dengan wanita sepertiku!
Seringai licik tersungging tanpa aba-aba, wanita itu melenggak-lenggok sambil menatap sinis sang target, tepat saat berhadapan ibu hamil dengan cepat mendorong, hal tersebut membuat Citra jatuh terduduk sehingga darah segar mengalir.
Jeritan dari ibu hamil menarik perhatian beberapa pengunjung dan membuat Ivone terkejut, napas keduanya tercekat saat melihat darah yang tidak berhenti mengalir dari paha.
“Selamatkan bayiku, Von," pinta Citra lirih.
Bersamaan itu, sang sahabat pingsan tanpa memedulikan orang-orang menatapanya, Ivone berusaha menyadarkan ibu hamil terdebut. Namun, tidak berhasil sampai membuatnya merasa frustrasi karena telah gagal melindungi Citra.
Sampai-sampai kedatangan beberapa orang pria berbaju hitam, membuyarkan lamunan Ivone sambil berbisik lirih, bahwa mereka datang atas perintah dari sebuah kerajaan.
“Jangan mencemaskan hal yang menggangu pikiranmu, Nona." Sambil memegang setir kemudi, suruhan sang ratu membuka suara.
“Aku hanya takut terjadi sesuatu dengannya saja," elak Ivone sambil menyembunyikan rasa takut. Akan kehilangan sahabat terbaiknya.
.
.
.
.
.
Pewaris Untuk Musuh
Author: As Cempreng
Namanya Kamila Prameswati gadis berusia 19 tahun yang dilelang di dunia bawah.
Berbekal sebuah informasi anonim dia berpikir jika pria yang telah membeli dirinya adalah pembunuh kedua orangtuanya.
Dalam misi pembalasan dendam, justru kehamilan mengacaukan rencananya. Dia mulai terjebak dengan kelembutan sang musuh yang membuatnya jatuh hati.
Tidak sampai di situ, Kamila terjebak tidak bisa melepaskan diri dari jeratan cinta Mafia, demi menemukan sang pembunuh sebenarnya dan berakhir pada sebuah perjanjian yang memisahkan Kamila dengan cintanya.
Kamila tidak tahu bahwa musuh dari musuhnya ada adalah petarung hebat di dunia Mafia dengan nama Edrik yang adalah kakak tirinya.
Di tengah perjalanannya Ia terjebak dalam dua cinta Mafia.
__ADS_1
Jadi kehidupan mana yang akan dipilih Kamila?