
Saat ini si kembar duo R tengah berada di ruang latihan, keduanya akan melakukan kompetisi dan pihak sekolah pun, memutuskan menampilkan kemampuan yang selama ini mereka pendam, bukan itu saja Irene alias Renodio adalah seorang hacker yang mampu mengalahkan, sang ratu dan tak lain sepupunya sendiri di usia masih begitu sangat muda.
Oleh karena itu, sang sepupu sendiri pun membantunya merahasiakan semua, kemampuan yang dipunyai oleh Renodio agar tidak ada, seorang pun yang bisa memanfaatkan kelebihan di dalam dirinya.
Kedua kembar tersebut tengah melakukan gerakkan intruksi dari, sang pelatih yang begitu kagum akan kemampuan duo R.
“Tidak kusangka, kalian berdua menyimpan bakat yang membuat, saya puas melihat gerakan luwes dari duo R … apakah kalian ada latihan khusus?" puji pelatih duo R, sambil bertanya.
“Tidak, Pak," jawab Rere datar.
“Bapak kira kalian ada latihan khusus, lalu untuk kompetisi bulan depan yang akan di adakan … apa duo R siap mewakili sekolah ini?"
__ADS_1
Keduanya mengangguk mantap, tapi mereka tidak ingin terlalu dipuji-puji, sebab duo R sungguh tidak nyaman dengan tatapan dari setiap murid, terutama dari seorang siswa yang disinyalir sebagai ketua geng karena tidak terima, sang pelatih pilih kasih yang telah memasukkan si kembar dalam kompetisi tersebut.
Tidak berselang lama kemudian, si kembar kembali melakukan gerakkan yang begitu terlihat sangat luwes memainkan, sebuah tarian dance taekwondo bukan itu saja Irene mengambil gerakkan yang cukup menantang yaitu, memecahkan sebuah bata di tempat bsgitu tinggi dan hal tersebut membuat sang pelatih begitu puas, atas pelatihan yang dilakukan oleh si duo R tanpa menyadari seorang siswa menatap kebencian pada si kembar.
“Seharusnya gerakkan itu aku yang melakukannya sekarang," gumam anak lelaki, dengan kedua tangan mengepal erat.
“Bagaimana kalau kita beri pelajaran pada mereka, Bos?" Salah seorang teman anak lelaki itu, menyahut sambil memberi saran.
Bersamaan itu waktu terus berjalan, si kembar telah menyelesaikan latihan yang diberikan sang pelatih, tapi saat akan berganti pakaian kedua kembar tersebut dihadang oleh, beberapa siswa yang tidak lain anak buah dari seorang ketua geng anak lelaki tersebut.
“Untuk apa kau membawa kami berdua, Gendut," sentak Rere, dengan kedua tangan memberontak.
__ADS_1
Akan tetapi, duo R kalah tanggap dengan mereka yang mau tidak mau terpaksa, mengikuti permintaan dari si gendut panggilan dari Rere.
Sementara Irene sama sekali tidak takut, justru dengan keadaan seperti sekarang pun, anak itu akan menunjukkan kemampuannya yang tersembunyi.
Melalaui sorot mata dari si duo R, sang adik pun langsung tanggap dengan tingkah laku kakaknya, sambil menyeringai dingin anak perempuan tersebut begitu sangat yakin.
Jika sang kembaran mampu melakukan sesuatu, untuk membungkam mulut dari anak-anak sombong tersebut.
“Anak-anak miskin seperti kalian tidak pantas mewakili kompetisi itu … harusnya aku yang ada di sana, tapi justru kalian merusaknya," olok sang ketua geng, dengan nada sarkas yang ternyata tidak membuat si duo R takut.
“Kenapa tidak protes pada pelatih?" sahut Rere dingin. “Aku dan kembaranku tidak takut, dengan kalian yang hanya bisa main keroyokkan."
__ADS_1
Tawa ejekkan dari ketua geng itu meledak saar mendengar sahutan dari salah satu si kembar, tidak ingin berlama-lama sang ketua menantang dengan mengadu skill sebagai bukti, kelompok geng tersebut menginginkan duo R mundur dari kompetisi sebagai taruhannya.