Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Tidak Pernah Berhenti Mencari-nya


__ADS_3

Keesokkan hari di sebuah jet pribadi, dengan seorang Morgan yang tengah melamun, mengingat dia tidak bisa menunggu lebih lama.


Akan kerinduannya pada sang keponakan tercinta, serta tidak itu saja dia benar-benar bertekad datang ke tempat, di mana keponakannya telah menjadi seorang ratu.


Morgan sendiri pun tidak menyangka waktu telah mengubah kehidupan seseorang, seperti keponakan yang dulu dia rawat dengan sepenuh hati.


Pria itu menikmati perjalanan di atas jet pribadi yang mengudara, menuju ke tempat kelahiran keponakannya tersebut, sehingga membutuhkan waktu sedikit lama jet pribadi Morgan, mendarat di sebuah bandara internasional tempat sang ratu memimpin.


Kabar kedatangan Morgan pun terdengar begitu cepat dan menyebar hal tersebut, membuat seorang wanita cantik mau tidak mau menyambut kedatangannya.


“Suruh dia untuk menemuiku!" titah Ratu Araela dingin.


Tidak berselang lama kemudian, orang yang ditunggu pun sampai di istana. Namun, kedatangannya pun justru disambut oleh, seorang pria yang sebaya dengan Morgan.


“Tentu saja bertemu dengannya," ketus Morgan tidak kalah dingin.

__ADS_1


“Hari ini dia lagi sibuk," ucap Pangeran Devander sambil menyembunyikan tawa.


Akan tetapi siapa yang menyangka kedua pria baya sedang berdebat itu, mendapat langsung teguran dari sang keponakan sendiri, sebab wanita itu menggeram marah dengan kedua pamannya.


Setiap kali mereka bertemu ada saja yang diperdebatkan dan hal tersebut, membuat Araela pusing dengan tingkah laku mereka.


“Kalian berdua tidak malu dengan mereka? Selalu saja seperti ini, setiap bertemu." Mereka yang dimaksud adalah kelima anak kembar sang Ratu.


“Baby …." Morgan bergumam lirih, sebab dia begitu terkejut melihat wajah cinta pertamanya, bahkan penglihatan itu bukanlah suatu kebohongan.


“Baiklah maaf, Ratu. Kalau begitu Paman akan bermain dengan anak-anak. Selesaikan masalah kalian dan aku tidak akan mengganggu," ujar Pangeran yang begitu tanggap.


Tidak berselang lama kemudian, setelah sang paman Devander meninggalkan keduanya, wanita itu mengajak Morgan mengikuti langkah kaki, menuju tempat rahasia yang biasa dilakukan oleh sang ratu tersebut.


“Apa yang membuatmu datang ke mari, Om? Di sana siapa yang menjaga kakek?" tanya Araela to the poin dengan nada dingin, hal tersebut membuat Morgan menelan ludah kasar.

__ADS_1


“Aku ke mari untuk meminta maaf, Baby," jawab Morgan lirih.


Araela pun terkekeh dingin mendengar, permintaan maaf dari bujang lapuk itu, “maaf untuk apa, Om?"


“Maaf telah membuatmu kecewa dengan keputusanku."


“Semuanya sudah terlambat, Om … saat kau lebih memilih menikahi wanita licik itu, dibandingkan mengikuti saran dari keponakanmu sendiri. Kau pun sama sekali tidak mau percaya dengan kemampuanku, kecewaku tidak sebanding dengan luka yang dirasakan oleh dia," tukas wanita itu, dengan raut wajah menahan air mata.


“Ada alasan lain yang membuatku mengambil keputusan salah, Baby," sahut Morgan yang tidak berhenti membela diri.


Akan tetapi, sang keponakan benar-benar kecewa dengan keputusan dari bujang lapuk. Meskipun pada kenyataan keponakannya itu, begitu sangat merindukan Morgan Gayatri Smith.


Seseorang yang hidupnya begitu sangat, berharga bagi sang ratu itu sendiri. Hal tersebut membuat Araela tidak menolak kehadiran Morgan, selain itu mereka membahas seorang gadis yang dicari oleh bujang lapuk tersebut.


“Soal dia aku tidak akan memarahimu karena selama ini kau pun terus mencari keberadaannya bukan, Om?"

__ADS_1


Morgan mengangguk.


__ADS_2