
"Kenapa diam saja?" ujar Araela sambil mendengkus kesal.
"Maaf, Hon."
Menulikan permintaan maaf dari sang suami, membuat wanita itu bergegas melangkah kaki ke tempat pertemuan rahasia ke lima anak kembarnya, bersama kedua kembar sang sepupu karena dia sendiri masih belum bisa menampakkan diri.
Bukan bermaksud menjadi pengecut, tapi aku belum siap bertemu dengan mommy kalian. Meskipun hatiku selalu dilanda rasa bersalah, tapi aku tetap akan menjaga dan melindungi kalian selalu. Ara membatin dengan raut wajah sulit diartikan.
Tanpa disadari dari arah belakang sang suami terus memanggil namanya. Namun, dia enggan berhenti karena wanita itu, tidak ingin terlalu lama berada di tempat asing.
Oleh karena itu, secepatnya dia harus membuat kelima anak kembarnya bertemu, dengan paman dan bibi kecilnya sebelum kembali ke istana.
*
*
*
Sementara itu, Rere maupun sang kembaran begitu saat kedua anak itu, saling menatap heran dengan kelima anak kembar yang, sedang berjalan menghampiri mereka. Bahkan salah satu diantara kelima kembar tersebut, mengajak dia dan kakak kembarnya ke tempat yang telah disediakan oleh panitia.
__ADS_1
Tidak berselang lama kemudian mereka telah sampai di ruang khusus, dengan Rere yang terlebih dulu bertanya tentang tujuan dari kelimanya.
"Tenanglah, Tante ... kami berlima bukan orang jahat untuk menculik kalian, tapi kedatangan kami memberi selamat pada Tante dan juga Paman karena kami semua, terpukau dengan penampilan dari kalian."
"Tante?" beo Rere yang terdengar langsung oleh sang kembaran.
"Apa Tante tidak mengetahui siapa kami?" Salah satu dari kelima anak kembar tersebut bertanya, tapi ternyata gelengan kepala dari Rere membuat kelimanya menepuk dahi masing-masing.
Tidak untuk Irene yang tidak lain Renodio pun mengetahui, kelima anak kembar tersebut merupakan keponakannya, untuk itulah Rere melupakan wajah karena mereka sudah tidak bertemu, tapi kini kedatangan mereka membuat anak lelaki itu lebih waspada pada sikap dari kelimanya.
"Ngomong aku benar-benar tidak mengenal dengan kalian, tapi jangan juga memanggilku dengan sebutan itu. Aku dan kembaranku bukan Tante maupun Paman kalian," ketus Rere yang membuat Renodio terkejut mendengarnya.
"Maafkan kami ... aku sangat mengetahui kau tidak suka menyukai kedatangan kami, tapi aku harus menyampaikan pesan dari ibunda Ratu yang tidak bisa, menemuimu secara langsung dan juga aku sangat yakin kau pasti paham dengan maksudku."
"Jadi, hanya itu yang ingin kau sampaikan?" Nada dingin Renodio, tidak membuat anak sulung dari kelima kembar itu takut.
Keduanya pun sama-sama mempunyai peringai yang begitu dingin pada orang lain. Bahkan tidak heran diantara keduanya saling memancarkan tatapan dingin.
"Aku bahkan mengetahui identitasmu, Paman! Mengingat wajahmu dengan dia benar-benar seperti ...."
__ADS_1
"Sampaikan pada ibundamu untuk segera menemuiku, atau kau akan menerima akibatnya jika dia tidak segera menemuiku." Renodio menyela ucapan dari anak perempuan yang menyebutnya paman, agar sang sepupu tidak mengingkari janjinya setelah dia berhasil membobol keamanan kerajaan.
Kedua anak itu begitu asyik mengobrol sampai mereka, tidak menyadari kedatangan kembaran masing-masing. Hal tersebut membuat Rere berdecak kesal dengan kakak kembarnya itu.
.
.
.
.
Demi memenuhi kebutuhan dan gaya hidup mewah, Melani memilih mengambil jalan yang menurutnya instan, menjadi seorang sugar baby dan teman ranjang pria dewasa. Siapa sangka Melani dipertemukan dengan Jefri yang ternyata adalah sahabat dari ibunya sendiri.
Seiring berjalanannya waktu, dia bertemu dengan seorang pria muda bernama Yudha. Mereka saling jatuh cinta. Namun, Jefri yang mengetahui itu tidak ingin melepaskan Melani. Dengan berbagai cara dia membuat hubungan Lani dan Yudha putus.
Bagaimana hubungan cinta mereka selanjutnya? Dapatkah Melani dan Yudha bersatu?
__ADS_1