Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Pertama Kali Mengobrol


__ADS_3

Morgan pun dibuat geram setelah mendengar kenyataan dalang dibalik kejadiaan menimpa anak lelaki tersebut. Ada hubungannya dengan seorang wanita yang mempunyai hawa nafsu membunuh, dan sialnya dia adalah wanita yang sama sekali tidak membuat pria matang itu tertarik apa pun tentangnya.


"Kau sudah melakukan apa yang kuminta?" Sambil mengepalkan kedua tangannya. Morgan memastikan dalang itu harus membayar mahal, atas perbuatan yang dilakukan oleh dirinya karena telah berhasil, membangunkan sisi lain di dalam diri pria matang yang dijuluki sebagai orang paling dingin.


"Mohon maaf, Tuan Muda ... anak buah kita terlambat karena sudah ada orang lain yang meringkusnya terlebih dahulu."


"Apa maksudmu, hah!" cetusnya dingin.


"Para pengawal nona muda telah meringkusnya, serta membawa mereka ke hadapan beliau."


"Tunggu! Dari mana kau mengetahui hal ini?" Ekspresi raut wajah Morgan begitu terkejut. Mendengar kenyataan lain tentang, sang keponakan yang seperti mengenal anak lelaki tersebut. "Apa dia mengenal anak lelaki itu?"


Asistennya menganggukkan seraya membenarkan pernyataan bahwa sang Ratu mengenalnya, dikarenakan mereka ada hubungan darah di dalam diri keduanya yang masih belum disadari oleh Morgan itu sendiri.


"Bahkan sekarang beliau beserta keluarga baru tiba sampai di istana karena mereka semua, baru selesai menonton kompetisi anak itu beberapa saat yang lalu, Tuan Muda."


"Oh ****! Jadi, yang ada di bangku penonton di sana itu ...." Belum sempat melanjutkan bergumam, sang asisten dengan cepat menyela ucapan Morgan.

__ADS_1


Hal tersebut membuat pria itu semakin geram karena kondisi anak lelaki tersebut, benar-benar kritis tanpa membuang banyak waktu. Morgan mengajak sang asisten untuk memastikan sendiri kondisinya, dengan dia yang akan melakukan tes DNA secara diam-diam.


Tidak berselang lama kemudian sampailah di rumah sakit, dengan dia yang sedang berjalan terburu-buru melewati lorong rumah sakit, dan menghentikan langkah kaki begitu melihat keadaan di luar IGD yang dalam keadaan sepi, bersama seorang anak perempuan begitu setia menunggu tanpa ada seseorang di sampingnya.


"Tanyakan pada petugas di sana! Apa aku bisa melakukan permintaan ini? Ingat jangan sampai ada yang mengetahui semua tentangku!" Morgan menitah dingin.


Bersamaan itu, tanpa menunggu asisten menyahut dengan terburu-buru. Dia pun melangkahkan kaki dan sedang di arahkan, pada seorang anak perempuan yang begitu terkejut melihat kedatangannya secara tiba-tiba.


"Kau siapa, Om?" tanya perempuan kecil itu dengan nada jutek, yang membuatnya teringat pada masa kecil seseorang.


Astaga nada juteknya seperti dia saja! Belum apa-apa sudah disemprot seperti ini. Bagaimana nanti jika aku mengatakan, bahwa aku mengenal ibunya? Aku ingin mengetahui raut wajah ekspresinya. Sambil membatin, pria matang itu justru mendaratkan bokong, di kursi sebelah anak perempuan yang tidak lain saudara kembar dari anak itu. "Maaf tiba-tiba mengejutkanmu ... Om datang untuk menjenguknya di sini ... bukankah kau kembarannya?"


"Jadi, di mana ayah kalian?" tanya Morgan dengan raut wajah iba.


Bahkan anak perempuan itu, tidak semerta-merta menceritakan semua kehidupan pribadinya. Pada saat Rere tengah mendongak kepala, untuk menatap wajah pria yang tiba-tiba mengajaknya mengobrol.


Dia dikejutkan dengan wajah asli dari seorang pria di hadapannya, yang membuat anak perempuan tersebut tengah memikirkan dugaannya sendiri.

__ADS_1


.


.


.


.


.


Sebuah kecelakaan yang dialami oleh Hyuna Indira, membuatnya koma selama enam bulan. Namun ketika sadar, hidupnya seketika berubah 180 derajat.


Hyuna mengalami amnesia dan juga kelumpuhan pada kedua kakinya. Hal itu tentunya menjadi pertimbangan besar bagi seorang Deo Ainsley.


Pria itu menikahi Hyuna saat terbaring koma. Tujuannya hanya untuk menyelamatkan nyawa wanita tersebut.


Tak disangka, pertemuan keduanya menghadirkan benih cinta di hati Hyuna, tapi tidak untuk Deo. Sebab pria itu telah memiliki wanita lain di hidupnya.

__ADS_1


Mampukah Hyuna bertahan meski harus tertatih mencintai suaminya sendiri?



__ADS_2