
Pria kecil itu berdehem keras dengan memberi kode untuk sang kakek, agar tak membahas apa pun di hadapan kembarannya, dengan mengangguk kepala hingga tak lama kemudian masuknya sang mommy, begitu terkejut dengan seseorang berkunjung di kamar inap Renodio.
“Mom, are you oke?” Rere bersuara dengan melontarkan pertanyaan.
Membuat Citra sedang berjalan menghampiri anak kembarnya, terheran-heran melihat seorang pria senja duduk di atas kursi roda, bahkan kedua anak kembar wanita itu begitu akrab dengan pria tersebut.
“Anda siapa ya, Tuan?” Tanyaan itu meluncur dari bibir Citra yang semakin penasaran, dengan kehadiran pria senja di kamar inap sang putra. 'Tunggu wajah ini kenapa mirip ....' Saat itulah lidahnya mendadak kelu ketika mengetahui, jika pria senja di atas kursi roda itu merupakan, seseorang yang membuatnya menghilang dari kehidupan mereka.
“Jangan takut, aku ke sini hanya mengunjungi mereka.” Gunawan begitu tanggap ketika, dirinya tak sengaja bersirobok dengan sorot mata ketakutan, pada pandangan calon menantunya itu. “Apakah aku salah mengunjungi cucuku sendiri?”
“Tuan, aku ....” Menggigit bibir Citra terlihat bingung menghadapi pria senja di hadapannya. “Takut Anda memisahkan kami, Tuan.”
__ADS_1
Gunawan tergelak dengan sikap polos di dalam diri calon menantunya, pertemuan pertama memberikan kesan mendalam jika ibu dari mereka, mengingatkan pria itu pada mendiang istri tercinta. “Jangan khawatir, aku bukanlah seperti itu! Maksud kunjunganku ke sini, hanya untuk bertemu dengan mereka.” Pernyataan yang diungkapkan oleh pria senja duduk di kursi roda, membuat hati wanita di hadapannya merasa lega mendengar alasan tersebut. “Kau masih takut bertemu dengan bujang lapuk itu?”
“Mengenai itu, aku ....” Belum sempat menjawab, Renodio memotong arah pembahasan mereka.
“Jangan terlalu dibahas masalah ini.” Renodio sengaja memotong karena ia tak ingin kembarannya mengetahui, permasalahan antara mommy dan pria yang membuat mereka ada di dunia. “Biarkan dia datang berkunjung di kamarku!”
Citra mengangguk tanpa membahas masalah lain, wanita itu mempersilakan si tamu berkunjung di kamar sang putra.
Biarpun begitu wanita itu tak mungkin untuk memisahkan, antara kedua anak kembarnya bersama pria di hadapan Citra.
“Kau sudah membaca isi kecocokan genku bersama mereka?” Morgan begitu tak sabar dengan hasil, kecocokan gen darah di antara anak kembar itu, hingga membuatnya tak bisa tertidur dengan lelap sebelum membacanya. “Aku harap kau tak salah dengan hasil itu.”
__ADS_1
“Silakan Anda membaca sendiri, Tuan!”
Membuka secara tergesa-gesa hingga bagian amplop, berwarna kecokelatan itu robek sedikit karena ulah Morgan. Tak lama kemudian air mata pria itu meluruh sendiri ketika, ia menemukan fakta jika kedua anak kembar tersebut, telah ditemukan meskipun terlambat datang ke dalam kehidupan mereka.
“Mereka benar-benar anak kandungku!” Sorot kebahagian terpampang nyata sekian tahun pria itu, menemukan wanita yang membuat ia terbelenggu hasratnya. 'Akhirnya aku menemukan kalian, maaf terlambat masuk ke dalam kehidupan kalian! Namun, sekarang aku pastikan kali ini tak akan, menyerah untuk mendapatkan maaf dari kalian yang kucintai.'
“Tuan besar sudah lebih dulu menemui mereka.” Pernyataan dari yang terucap dari bibir sang anak buah membuat, Morgan terperanjat kaget mendengarnya. “Tuan besar juga sudah akrab bersama cucu perempuannya.”
“Kenapa ayahku mengetahui keberadaan mereka?” Morgan penasaran karena selama ini, ia mati-matian menyembunyikan kejadian tersebut. Namun, pria itu terlalu meremehkan kekuatan sang ayah yang tiada tandingannya.
__ADS_1