
Dia adalah Satria, orang yang menabrak Ivone tanpa meminta maaf pada wanita tersebut, sebab tujuan pria atas perintah dari tuan besar yang menginginkan perlindungan, atas ketiga orang dan ketiganya pun menjadi tanggung jawab dari seorang pria senja.
Tak berselang lama kemudian, dering panggilan masuk melalui ponsel Satria tanpa melihat nama yang menghubungi, dengan gerakan kilat salah satu tangannya menempelkan benda pipih, yang terdengar suara seseorang dari arah seberang
“Katakan pada kakek untuk tidak membahayakan nyawanya!" Terdengar nada dingin yang, membuat lidah Satria mendadak kelu.
“Darimana kau mengetahuinya, Ratu?" tanya Satria dengan terbata-bata.
“Apa kau melupakan semua tentangku, Bang Sat?" ketusnya dingin. “Aku juga mengetahui kau diperintahkan kakek, untuk melindunginya secara diam-diam."
“Itu sudah menjadi perintah dari tuan besar, Ratu," sahut Satria.
“Termasuk yang saat ini sedang kau lakukan bukan, Bang?" cetus sang Ratu, yang membuat tenggorokan Satria kering meronta.
Pria itu benar-benar melupakan fakta tentang wanita, di arah seberang tidak jauh berbeda dari dulu hingga sekarang.
“Kau benar, Ratu. Tuan besar memberiku perintah untuk melindungi dan menjaga kedua cucu kembarnya," ucap Satria dengan tenang, setelah pria itu berhasil mengendalikan rasa gugupnya.
“Kembalilah ke sisi kakek, Bang!" Ratu Araela menitah, sambil memberi pengertian pada tangan sang kakek. “Masalah itu, nanti ada orang lain yang datang menjaganya … sejak kapan kakek mengetahui rahasia ini, Bang?"
“Aku tidak seberapa mengetahui hal ini, Ratu. Semenjak kau mengambil alih peran di negera tetangga … tuan besar menarikku kembali ke sisinya."
“Aku tidak ingin terjadi suatu hal buruk menimpa kakek … ku' mohon kembalilah karena sebentar lagi, akan datang beberapa orang yang menjaga di sekitar luar kamar inap itu!"
“Baiklah, aku pun tidak bisa menolak permintaan dari, Paduka Ratu," kelakar Satria bernada canda.
Di arah seberang ponsel menulikan godaan yang diucapkan oleh Satria, bahkan ibu hamil yang beberapa bulan lagi akan melahirkan, memberi doa untuk asisten pribadi kakek agar bertemu kembali, dengan wanita yang ditabrak oleh pria tersebut.
“Apa ada lagi yang ingin kau tanyakan, Bang Sat?"
“Tidak. Lebih baik aku menutup panggilan, dari —"
Panggilan tersebut dimatikan sepihak oleh sang ratu yang terlihat, begitu marah karena Satria sendiri tidak pernah berhenti menggodanya.
*
*
*
Sementara itu, di ruangan kerja sebuah kerajaan dengan perut buncit yang telah membesar, ibu hamil mengumpat geram dalam hati karena akan selalu seperti ini jika dia dan Satria mengobrol.
__ADS_1
“Apa yang kau kesalkan, Ar?" Seorang pria yang sedang duduk, berseberangan menegur ibu hamil tersebut.
“Tidak ada," sahutnya dingin.
“Bagaimana dengan kabar keponakanku?" David dialah pria yang ditemui oleh sang ratu.
“Baik dan sehat."
Terdengar suara dengkusan dari David, sebab pria itu masih belum bisa mengenal baik sepupunya, “kau semakin dingin saja, Ar. Tidak rindukah kau dengannya?"
“Jangan membahas apa pun tentangnya. Paham!"
David menelan ludah kasar mendengar, nada yang terdengar begitu dingin.
“Aku menginginkan sebuah permintaan. Bisakah kau melakukannya?" pinta Ratu Araela, dengan raut wajah serius.
David mengangguk, “langsung katakan saja!"
“Kerahkan anak buahmu, untuk menjaga seseorang di rumah sakit." Nada titah sang ratu, membuat pria itu terkejut mendengarnya.
“Rumah sakit, Ar? Tapi untuk apa?"
Ekspresi raut wajah David tidak dapat ditebak, sebab pria itu masih belum bisa mencerna ucapan dari sepupunya ini.
“Ar, maksudmu apa?"
“Jangan terlalu banyak kepo, Vid. Intinya kau harus benar-benar membantuku kali ini," tegasnya dingin.
“Kirim informasi tentang orang yang akan ku' jaga nanti, Ar," sahut David tidak kalah tegas.
“Nanti kau bisa melihat sendiri di laptopmu dan bukan cuman itu saja, masih ada lagi yang harus kau kerjakan dan semuanya atas permintaanku. Apa kau keberatan, Vid?"
David menggeleng apa pun permintaan sang ratu akan selalu David penuhi, sesuai janji dia di hadapan sang ayah dan bunda tercinta.
“Maaf, Vid. Sudah mau direpotkan olehku," ucapnya dengan sorot mata tulus.
“Tidak masalah, Ar. Malahan aku senang menjadi bahan repotmu," sahut David sambil menyembunyikan gejolak rasa yang masih sama.
“Aku tidak mungkin menyuruhmu melupakan rasa itu, tapi aku hanya bisa menganggapmu sepupu."
Mereka tidak lagi membahas masalah pribadi, sebab sang ratu kembali membahas tentang, seseorang yang tidak lain istri siri bujang lapuk bahkan dia, sampai kapan pun tidak pernah sedikit pun menganggap layaknya sebuah keluarga.
__ADS_1
“Jadi, tugas yang bebankan dipundak hanya itu, Ar?" David memastikan.
“Terutama wanita yang ada di mansion bujang lapuk itu," kata Ara dengan sorot mata kebencian, tidak lupa mengelus berkali-kali perut buncitnya.
Dia tidak ingin anak-anaknya mempunyai sifat yang tamak dan serakah.
"Kenapa kau masih memanggilnya seperti itu, Ar?"
"Lalu apa masalahmu, Vid?" dengkus Ara dengan bibir mencebik.
"Hanya merasa lucu saja dengan panggilan yang kau sematkan pada musuh ayah."
"Sekali lagi kau berkata seperti itu lagi, maka -
Tidak berani menyinggung sang ratu lebih dalam, dengan terpaksa David berlari dengan terbirit-birit, sambil menghindari kemarahan ibu hami yang siap meledak.
Hanya dengan cara itulah yang bisa dilakukan oleh David, ketika dia merasa kalah berdebat dengan sang ratu.
.
.
.
.
.
Judul: Menjemput kembali hidayah yang Terhempas
Karya: Alinatasya21
Blurb:
Tsamirah Zahran Az Zahra adalah seorang gadis desa berparasa ayu penuh dengan pesona yang mampu membius kaum adam bertekuk lutut di hadapannya dan berlomba-lomba untuk memantaskan diri mendapatkan cinta dari seorang Zahrana. Satu persatu kaum Adam datang silih berganti dalam kehidupan Zahrana, berawal dari ia duduk di bangku SMP.
Sampai akhirnya ia lulus pendidikan SMK akhir dan memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliahnya. Ia memilih bekerja dan mencari jati dirinya. Ia berjuang untuk bisa menjadi seorang muslimah yang di ridhoi Allah. Namun siapa sangka, di tengah proses hijrahnya dia jatuh hati dengan seorang laki-laki bernama Muhammad Zaid Arkana, hingga ia terjerat dalam lumpur dosa yang tak berkesudahan dan melemahkan biduk iman dan kesucian hati Zahrana. Akankah Zahrana berjodoh dengan Muhammad Zaid Arkana atau akan hadir sosok pria lain yang akan menjadi sosok cinta sejati Zahrana?
Mari simak kisahnya dalam novel menjemput kembali hidayah yang Terhempas.
__ADS_1