Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Diam-diam Melakukan Tes DNA


__ADS_3

Mengapa wajahnya mirip sekali dengan kak Reno? Atau hanya perasaanku saja! Tapi mengapa hatiku merasa seperti terikat dengan om itu?


"Ada apa anak manis?" Pria matang dengan sejuta pesona memberi pertanyaan, karena dia dibuat bingung dengan raut wajah dari anak perempuan tersebut.


Akan tetapi, gelengan kepala dari perempuan kecil itu membuatnya, tidak berani bertanya ke ranah pribadi. Saat dia kembali membuka suara dari arah lain, pria itu melihat sang asisten yang sedang berjalan menghampirinya. Mau tidak mau Morgan menyudahi obrolannya dengan anak perempuan tersebut, tanpa sadar kedua orang berbeda gender dan usia seperti tidak rela terpisah, seakan-akan takdir mempertemukan di waktu yang tidak sesuai dengan tempatnya.


"Maaf sudah menganggu waktumu ... Om mau pamit dan jangan bersedih atas kejadian yang menimpanya. Oke!" Dikarenakan anak perempuan tersebut tidak membalas pamit-nya. Mau tidak mau Morgan beranjak dari tempat duduk untuk menghampiri, sang asisten yang telah menyelesaikan urusan dengan beberapa perawat melintas.


"Bagaimana kau sudah menemukan apa yang tidak ku' ketahui?" tanya Morgan dingin.


Begitu sang asisten menganggukkan kepala yang membuat pria matang itu, memintanya menjeleskan secara detil tentang kondisi dari anak tersebut.


"Kalau begitu temani aku untuk bertemu dengan dokter yang menanganinya. Ada hal lain juga yang ingin ku' sampaikan untuk memastikan sesuatu." Tidak lupa Morgan mengajak sang asisten menemaninya, masuk ke dalam ruangan dokter yang menangani kondisi Renodio.


Hal tersebut membuat sang dokter begitu terkejut melihat kedatangan, seorang pria yang tiba-tiba sudah berada di dalam ruangan pribadinya.


"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?"


"Aku ingin kau mengambil darahku! Apa bisa kau melakukannya?" Morgan menitah karena pria itu, langsung mengutarakan tujuannya.

__ADS_1


"Baik, Tuan," sahut dokter itu yang tanpa membuang banyak waktu. Morgan telah terbaring di atas brankar untuk diambil darahnya, serta bukan itu saja yang menjadi permintaannya selain mendonorkan darah. Pria matang itu meminta sang dokter, melakukan tes DNA-nya bersama anak yang ditangani oleh dokter tersebut.


"Apa kau yakin bisa merahasiakan hal ini dari ibu si pasienmu itu?"


Dokter pribadi dari anak itu mengangguk. Hal tersebut membuatnya berpikir antara si pasien, dengan pria di hadapannya itu seperti ada hubungan darah.


Mengingat wajah keduanya benar-benar mirip yang membuat mereka seperti sepasang ayah dan anak.


"Apa hasil tes DNA tidak bisa dipercepat?" desak Morgan dengan tidak sabaran. Karena pria itu sudah tidak sabar dengan hasil tes yang dilakukan oleh dirinya.


"Mohon maaf mengenai hasil tes yang Anda lakukan ... hasilnya akan keluar seminggu ke depan. Jadi, mohon kiranya Anda sabar menunggu dan nanti akan saya hubungi jika hasilnya sudah keluar."


Dengkusan dari pria di hadapannya membuat dokter tersebut hanya bisa menarik napas panjang. Dikarenakan ia benar-benar takut dengan sorot mata dingin itu.


Oleh karena itu, dia benar-benar ingin membuktikan dugaannya. Mengingat identitas anak tersebut sangat sulit diselidiki.


Begitu urusannya dengan dokter tersebut selesai. Morgan mengajak sang asisten kembali ke apartemen. Bahkan pria itu sangat yakin jika gadis yang bersama anak perempuan itu telah kembal, dan dia sendiri pun masih belum berani menampakkan diri di hadapannya setelah enam tahun berlalu.


.

__ADS_1


.


.


.


.


Pengkhianatan, Kematian orang yang dia sayangi, sampai kehancuran perusahaan keluarganya membuat sosok gadis cantik bernama Amora berubah beringas.


Dendam atas kepahitan hidupnya terus mengalir dalam darahnya, hingga Amora menghabiskan hidupnya hanya dalam pertempuran dan kekuasaan.


Namun, disuatu malam. Secara tidak sengaja kakinya masuk ke dalam kamar yang membuatnya sangat terkejut, karna kamar itu adalah kamar untuk sepasang pengantin.


"*Sh*it! kenapa aku masuk ke dalam sini*?"


Apakah yang akan terjadi selanjutnya?


Bagaimanakah reaksi Amora saat sepasang pengantin pemilik kamar itu masuk, dan membuat adegan yang berhasil menguras emosinya?

__ADS_1


Yuk, ikuti kisah Amora yang penuh dengan kejutan!



__ADS_2