Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Kesedihan Duo R


__ADS_3

Irene atau lebih tepatnya Renodio mengambil napas dalam-dalam, sebelum anak itu mengeluarkan kemampuan yang selama dipendamnya sendiri, bahkan sang kembaran tidak mengetahui sebuah jurus yang selama ini dia pelajari.


Kedua anak yang akan mengadu skill telah mempersiapkan diri ditambah Irene hanya menampilkan ekspresi sorot mata dingin, secara menyeluruh darah kental dari Morgan Gayatri Smith seseorang yang membuat dia dan kembaran terlahir ibarat kata, tanpa disadari sebenarnya anak itu mewarisi sikap dan tingkah laku yang sama dengan bujang lapuk.


Tidak berselang lama kemudian Irene berhasil mempertahankan taruhan yang membuat ketua geng meradang geram, sebab anak lelaki itu tidak menerima kekalahan yang dilakukan oleh musuh bebuyutannya.


“Awas, aku tidak akan membuat kalian tenang," ancamnya dengan sorot mata penuh kebencian.


Si kembar pun tidak takut dengan ancaman dari ketua geng tersebut, mengingat mereka sekolah untuk menimba ilmu bukan mencari perkara ataupun musuh, sehingga mereka tidak memedulikan sebuah ancaman dari anak lelaki itu, tapi mereka tidak akan tinggal diam begitu saja jika ada yang mengusik sang mommy tercinta.


Musuh bebuyutan si kembar telah menghilang dari pandangan mata mereka, Rere mencebik kesal karena sang kakak kembaran terlalu misterius, serta tidak pernah berbagi masalah apa pun kepada dirinya.


“Ada apa dengan raut wajahmu?" Sambil mengernyit dahi, Irene dibuat bingung dengan adik kembarannya.


“Kenapa kamu tidak pernah mau berbagi masalah denganku, Kak? Bahkan gerakkan itu aku baru mengetahuinya. Lalu sejak kapan kamu mempelajari?" kata anak perempuan tersebut, sambil bibirnya mengerucut kesal.


“Sudahlah jangan membahasnya, Re. Kamu tidak sekuat itu melakukannya," jawab Irene dingin.


“Tapi, Kak …."

__ADS_1


“Lebih baik kamu kembangkan gerakkan tarian kita," sela Irene yang masih bernada dingin tidak lupa, jemarinya menari-nari di atas tablet setelah dia berganti pakaian.


Sebelum dia dan kembaran mendapat ancaman besar, Irene terlebih dulu menyelidiki latar belakang kedua orang musuh bebuyutannya, tapi siapa menduga anak itu menemukan sebuah rahasia besar, dari kedua orang musuhnya yang tidak lain seorang pebisnis dengan menghalalkan licik sekalipun.


Heh! Meskipun kau anak kaya yang sombong, tapi lihat orang tuamu tidaklah lebih dari seonggok sampah, bahkan aku tidak perusahaan milik orang tuamu bertahan jika, aku melihat maupun mendengar kau mengusik kehidupan mommy-ku.


Sementara Rere yang melihat senyum devil, dari sang kembaran bergidik ngeri entah mengapa dia yang sebagai adik benar-benar, tidak dapat berkutik sehingga anak perempuan itu, berpikir sifat dingin yang diwariskan untuk Irene menurun dari siapa?


Sejak dari lahir kedua kembar tersebut, tidak lagi membahas perihal sang ayah kandung mereka, bahkan mommy-nya begitu pandai menutup kehidupan pribadi dari seorang pria, orang itulah yang membuat mereka lahir meskipun dengan cara salah.


Huh! Kenapa mommy dan kakak begitu pandai menyembunyikan rahasia? Bahkan ketika aku membahas tentang papa kami, mommy seperti menahan luka dan amarah kebencian. Sejak saat itu aku tidak lagi menyinggungnya meskipun hatiku merindukan sesosok papa.


Meskipun dia dan kembaran beberapa kali bertemu, dengan seseorang yang mengaku sebagai sepupu tetap saja, Irene tidak mengubah kepercayaan anak tersebut pada sang sepupu.


Dia dengan kembaran merasa berkecil hati sebab sang sepupunya tersebut merupakan, seorang ratu dari sebuah negara sebelah yang selalu mereka singgahi saat liburan sekolah berlangsung, bahkan Irene merasa kesal dengan anak dari sepupu yang suka menyebut dirinya paman.


“Irene, ayo pulang!" ajak Rere yang tengah, membuyarkan lamunan Irene.


Mereka pun pulang ke rumah dengan Irene, bergegas membereskan sesuatu dari tablet, sebelum sang kembaran mengetahui rahasia besarnya.

__ADS_1


Duo R meninggalkan gedung sekolahan, tempar mereka latihan saat liburan kali ini, bukan itu saja pada saat tiba di rumah nanti Irene akan menyelidiki kembali, sebuah kejadian masa lalu yang menimpa sang mommy tercinta.


*


*


*


Sementara itu, di istana kerajaan dengan sang ratu, tengah berkumpul bersama anak-anak untuk membahas kompetisi yang akan diadakan satu bulan lagi ditambah, di dalamnya ada sepupu yang tidak lain anak kembar dari sang bujang lapuk.


"Apa kalian semua akan menonton mereka?" tanya sang Ratu, pada kelima anak kembarnya.


"Mereka lagi, Ibunda Ratu?" beo kelima kembar dengan kompak.


"Tidak mau bertemu mereka?"


"Ibunda, paman saja tidak mau percaya pada kami lagi," sahut salah satu dari, kelima anak kembar tersebut.


"Sayang ... ada beberapa hal yang tidak bisa Ibunda jelaskan pada kalian semua, tapi percayalah kalian dengan mereka terikat oleh hubungan darah, ditambah mereka adalah sepupu Ibunda ...."

__ADS_1


__ADS_2