Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Amarah Yang Meledak


__ADS_3

Di sisi lain, dengan seorang pria tampan yang saat ini menunduk takut akan sorot tatapan mematikan dari sang adik tercinta. Pria itu adalah Leonard yang mencintai Citra secara diam-diam. Bahkan saat kejadian yang menimpa wanita dicintai oleh pria itu, sang adik tercinta memarahi dan mencegah dia untuk tidak terlalu mencampuri urusan pribadinya.


Seperti sekarang yang akan dilakukan oleh pria itu. Namun, sang adik tercinta mencegah tindakannya karena adiknya itu, masih marah pada dirinya atas kejadian yang menimpa seseorang dicintai oleh Leonard itu sendiri.


"Why, Ra?" tanya Leonard lirih.


"Karena aku tidak ingin, kau terlalu dalam menyakitinya ... meskipun kejadian telah berlalu, tapi aku tetap tidak akan mendukungmu kali ini. Kau harus melupakan dia!" tegas Araxi dengan nada dinginnya.


"Ra ...." Pria tampan itu memprotes tindakan sang adik. Namun, sorot mata dinginnya membuat dia tidak bisa berkutik banyak.


"Jangan memprotes, Kak. Biarkan dia bahagia bersama kedua anaknya, apalagi wanita itu telah dipertemukan oleh seseorang. Jangan kau coba-coba mendekatinya! Sudah cukup pengorbananmu akan menjadi sia-sia karena wanita itu, sama sekali tidak melihatmu sebagai seorang pria yang mencintai dirinya."


"A ... ku ...." Dia sendiri tidak bisa menyalahkan takdir. Atas kejadian menimpa wanita yang dicintainya, tapi terlepas semua dari kejadian yang telah berlalu.


Membuat hatinya menjadi lebih dingin pada semua wanita yang selalu berusaha mendekatinya. Karena di hatinya telah terpatri pada satu nama yang tidak akan pernah bisa terhapus sekalipun itu dari, sang adik menyuruhnya melupakan rasa terpendam dan akan selalu tersimpan rapi di relung hati terdalam.


"Mau apalagi sih, Kak?" ketus Araxi yang masih bernada dingin. "Aku memahami apa yang ingin kau sampaikan, tapi bukan berarti harus menampakkan dirimu di hadapan mereka. Kau tidak lupa atas kejadian yang menimpanya bukan, Kak?"


Tidak tahu harus bereaksi seperti apa adiknya itu benar-benar membuat Leonard tidak berkutik, belum sempat dia membuka suara sang adik lebih dulu melanjutkan ucapan yang tidak sempat terjawab.

__ADS_1


"Jangan sampai kau menjadi pria egois dan berambisi untuk mendapatkannya ... cukup wanita itu yang membuat cintamu kandas! Aku mengingatkanmu sebagai adik yang mencintaimu sebagaimana mestinya. Kau sangat mengerti semua tentangku yang, tidak pernah berkata banyak di hadapan orang lain?"


Leonard mengangguk lemah pertanda dirinya begitu sangat memahami sifat dari salah satu adik kembarnya.


"Baiklah aku akan memenuhi semua permintaanmu, Ra. Namun, untuk ke depannya jangan pernah mencampuri urusan pribadiku! Aku memutuskan akan berpindah ke tempat lain dan tidak ada yang boleh mengikutiku, termasuk kamu yang selalu membuatku tidak berdaya denganmu setiap kita berdebat." Putusan final dari Leonard, membuat sang adik enggan membalas ucapan dari kakaknya.


Oleh karena itu, Araxi Wesley Wiramatja sendiri tidak akan mencampuri urusan sang kakak. Namun, bukan berarti dia membiarkan kakaknya sendirian dan sebisa mungkin dirinya mengawasi sang kakak secara diam-diam.


*


*


*


"Bagaimana kejadian itu bisa menimpanya? Apa yang kalian lakukan?" Suara dingin dari sang Ratu, membuat beberapa mata-mata menelan ludah kasar.


Mereka telah lalai melakukan tugas yang dibebankan pada pundak masing-masing.


"Mohon maaf atas kelalaian kami, Nyonya. Kejadian menimpa sepupu Anda begitu cepat. Namun, Anda tidak perlu risau karena rekan kami yang lain berhasil menangkapnya!"

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


Setelah malam naas penjebakan yang dilakukan oleh Adik tirinya, Kinanti dinyatakan hamil. Namun dirinya tak mengetahui siapa ayah dari bayi yang dikandungnya.


Kinanti di usir dari rumah, karena dianggap sebagai aib untuk keluarganya. Susah payah dia berusaha untuk mempertahankan anak tersebut. Hingga akhirnya anak itu lahir, tanpa seorang ayah.


Kinanti melahirkan anak kembar, berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Kehadiran anak tersebut mampu mengubah hidupnya. Kedua anaknya tumbuh menjadi anak yang genius, melebihi kecerdasan anak usianya.


Mampukah takdir mempertemukan dirinya dengan laki-laki yang menghamilinya? Akankah kedua anak geniusnya mampu menyatukan kedua orang tuanya? Ikuti kisahnya dalam karya "Anak Genius : Benih Yang Kau Tinggalkan."

__ADS_1



__ADS_2