Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Rencana Masa Depan Si Kembar


__ADS_3

Pesawat yang ditumpangi Ivone telah sampai di sebuah bandara internasional, tempat di mana dia akan bertemu dengan seseorang untuk membicarakan masa depan, dari kedua bayi kembar milik sang sahabat yang akan dibawa oleh ibu kandungnya.


Maafkan aku yang terpaksa membohongimu Cit. Semua ini kulakukan untuk kebaikkanmu serta kedua bayi kembar kita. Maaf tidak bermaksud melukai hatimu dan anggap saja bentuk rasa kasih sayangku untuk mereka.


“Selamat datang, Nona." Salah satu pengawal kerajaan menyapa, yang membuat Ivone terhenyak kaget.


Dia tidak menyangka akan melihat sebuah pemandang, yang begitu indah di sebuah negara yang tengah di pijak.


“Apakah kalian …." Sambil berdehem, untuk mengurangi rasa gugup dengan menjeda ucapan sejenak, tapi ternyata salah satu dari pengawal kerajaan menyela ucapan yang akan dilontarkan.


“Ratu sudah menunggu Anda di istana, Nona. Jadi, sekiranya mohon untuk tidak bertele-tele karena saya dan rekan lainnya, ditugaskan oleh beliau sampai di tempat Ratu menunggu," tegas pengawal itu, yang ternyata ialah menyela ucapan Ivone.


Tanpa menunggu waktu lama, Ivone memasuki mobil milik kerajaan yang akan membawanya, ke suatu istana di mana ada seseorang menunggu kedatangannya.


Tidak berselang lama kemudian, mobil tersebut tiba di istana yang langsung, diarahkan ke tempat sang ratu berada.


“Selamat datang di istana milik kakekku," sapa Araela dingin.

__ADS_1


“Tidak usah berlebihan seperti ini, Ra …."


“Panggil Ara saja!" pintanya begitu tegas. “Aku mengetahui maksud tujuanmu menemuiku."


Ivone mengangguk, “kau benar, kedatanganku untuk membicarakan mereka."


Araela menyuruh beberapa pengawal untuk menutup semua akses, perihal tamu yang keberadaannya dirahasiakan.


“Maaf membuatmu menunggu," ucap Ara.


“Tidak masalah," ujar Ivone dengan lembut.


Ivone mengernyit dahi membuat dia tidak paham, dengan pertanyaan yang diajukan pada dirinya, “maksudnya sesuatu itu apa?"


“Keadaan dari salah satu bayi kembar itu. Apa kau mengetahui suatu hal?" Ara mengulang, sambil mencebik dingin.


Seketika detak jantung Ivone menegang, ketika dia mendengar ibu hamil di hadapannya, membahas perihal kondisi dari salah satu bayi kembar Citra.

__ADS_1


“Aku akan mengatakan semua yang kuketahui, tapi aku memintamu untuk tidak mencampuri urusannya. Bisa?"


“Katakan saja!" Ara menitah dingin, dengan tidak sabaran.


Setelah mengembuskan napas panjang, Ivone mulai menjelaskan perihal kondisi anak kembar Citra, dari penjelasan tersebut membuat sang ratu terdiam membisu.


“Sulit dipercaya," ujar Ara dingin. “Lalu mengapa dia tidak mau melakukan operasi itu?"


“Citra berbeda dari mereka yang selama ini kukenal … dia sama sekali tidak pernah mau merepotkan orang lain, ada alasan lain mengapa dia mau ikut bersamaku. Namun, tidak kusangka saat melihat kondisi langsung dari salah satu mereka, dia langsung mengubah dan menutup rahasia tentang jati diri bayinya."


“Pantas saja dia tidak pernah sedikit pun, menggunakan kartu yang kutinggalkan," gumam Ara lirih, yang ternyata didengar langsung oleh Ivone.


“Apa maksudmu?" sahut Ivone.


“Tidak … tidak, ada," kata Ara yang kemudian, dia teringat dengan kehidupan sepupu kembarnya. “Rencana dia setelah ini apa?"


“Citra memutuskan akan pindah ke suatu tempat, dia tidak ingin kedua anak kembarnya berada dalam bahaya," jawab Ivone sendu.

__ADS_1


Melihat kesedihan diraut wajah wanita di hadapannya, membuat Ara tidak tega dibuatnya, mengingat ibu hamil tersebut punya rencana lain untuk membantu, sang sahabat dengan melindungi dan menjaganya dari jarak jauh.


“Bagaimana jika kalau tinggal di tempat yang akan aku tunjuk?" cetus Ara.


__ADS_2