
Araela yang mendengar ucapan dari mata-mata berganti dengan menyeringai dingin. Tanpa disangka-sangka wanita itu mendapat berita memuaskan, atas kerja kerasnya mata-matanya dibalik kelalaian kerja mereka.
"Kerja bagus! Pastikan dalangnya juga harus tertangkap! Karena aku yang akan menghadapi secara langsung." Araela kembali memberi perintah.
Dia sendiri tidak akan tinggal diam begitu mendengar kabar buruk yang menimpa sang sepupu. Bahkan kelima anak kembarnya pun menanyakan tentang kondisi dari paman mereka. Padahal mereka baru sebentar bertemu, tapi begitu terkejut mendengar kabar tersebut.
Akan tetapi, wanita itu kembali dikejutkan setelah mendengar laporan dari mata-mata. Bahwa om-nya yang dijuluki bujang lapuk, telah bertemu secara tidak sengaja dan juga diam-diam melakukan tes DNA. Hal tersebut membuat Araela, tidak dapat menyembunyikan kebenaran itu dari Morgan, selaku ayah kandung dari kedua sepupu kembarnya.
"Bagaimana hal itu bisa terjadi?" gumam Ara lirih dan kebetulan dia, saat ini sedang berada di ruangan pribadi bersama pria-nya.
"Tentu saja sangat bisa, Hon," sahut Rewindra gemas, tidak lupa kedua tangan kekarnya mendekap erat tubuh mungil candu-nya. "Sudah waktunya takdir mempertemukan mereka, Honey. Mau sejauh apa pun temanmu membawa lari ... jika waktunya sudah tiba, tentu saja cepat atau lambat sepupumu akan bertemu dengan ayahnya."
"Tapi, Bee. Aku merasa salah satu diantara mereka membencinya karena selama ini, dia telah membuat kehidupan kedua anak kembar itu menjadi bahan cemooh orang-orang," ucap Ara seraya menghela napas berat.
"Aku tidak mengetahui permasalahan mereka, Hon. Intinya biarkan waktu yang mempertemukan mereka ... sudahi hukuman yang kamu lakukan padanya, seperti kamu yang memberiku hukuman."
Dengkusan kesal dari Ratu-nya, membuat hati pria itu berbunga-bunga dengan tingkah laku dari, seorang wanita yang telah berhasil singgah di tahta tertinggi relung hati, setelah mendiang ibu kandung putra sulungnya tercinta.
__ADS_1
"Pengecualian untuk orang yang membuatnya celaka, kamu tidak perlu mencegah apa yang akan kulakukan. Bagaimana sangat adil bukan, Bee?"
"Aku tidak bisa berbuat banyak setelah melihat amarah yang meledak di dalam dirimu, Hon. Lakukan sebagaimana mesti aku mengenalmu sebagai, seorang yang membuatku terjerat cinta saat pertama kali kamu masuk ke dalam kehidupan Rolando."
"Sudah tua jangan selalu membual, Bee. Tangan jangan sampai ke mana-mana! Aku mau menyelidiki kejadian yang menimpa Reno. Kamu cukup diam dan nikmati saja!" ketus Araela dengan nada dinginnya.
Hal tersebut membuat sang suami mengerucutkan bibirnya ketika pria itu mengetahui jika sang istri sama sekali tidak, terlihat senang mendengar bualan darinya apalagi raut wajah merona di kedua pipi pun tidak terlihat sama sekali di hadapan kedua mata Rewindra Wiratama.
Tidak ingin menjadi obat nyamuk karena istrinya lebih memilih bersama laptop, pria itu beranjak dari tempat duduk dengan meninggalkan sang istri, untuk menemui dan mengajak kelima anak-nya bermain seperti biasa.
Tidak sampai berjam-jam wanita itu, telah berhasil mendapat bukti-bukti dan yang membuatnya terkejut adalah, dalang dibalik kejadian menimpa Reno pun terhubung pada, seorang wanita yang cintanya tidak pernah terbalaskan dan hal itulah, membuat wanita itu mempunyai napsu membunuh yang membara.
"Dasar wanita iblis! Pantaslah om-ku tidak pernah melihatmu! Karena kau tidak lebih dari sampah yang bernapsu membunuh gadis-nya. Namun, kau tidak akan pernah bisa lolos dari genggamanku!"
.
.
__ADS_1
.
.
.
Ily pikir karena hubungannya dengan Pandu begitu di agung-agungkan oleh hampir semua orang, membuat semua berjalan lancar walau keduanya selalu disibukkan dengan pekerjaan masing-masing.
Namun, dugaannya salah ketika mendapati Renita, kekasih lain Pandu datang menemuinya dan meminta Ily untuk memutuskan hubungannya dengan Pandu.
Ily telah dikhianati saat dirinya sedang memperjuangkan masa depannya yang menjadi seorang dokter. Perlahan, Ily tahu alasan Pandu menduakan cintanya.
Mampukah keduanya menulis kembali takdir yang sempat porak-poranda?
Atau justru keduanya memilih berpisah dan menulis takdir masing-masing?
__ADS_1