
Memikirkan gadis itu membuat Morgan dilanda frustrasi sebab membayangkan, pada adegan malam panjang yang membuat si junior milik bujang lapuk mengamuk meskipun saat ini, dia masih berstatus pria impoten sesuai julukkan yang selalu melekat. Hal tersebut tidak berarti apa pun pada gadis itu, sebab miliknya terbangun dengan begitu indah hanya pada pemilik goa asli.
Bukan itu saja dia juga begitu sangat merindukan sang keponakan yang lebih memilih tidak mencampuri urusan pribadi, setelah dirinya membuat Araela kecewa dengan semua tindakan ceroboh yang dilakukannya.
Baby sudah tujuh tahun berlalu. Tidak rindukah kamu denganku? Aku salah karena terlalu dalam melukaimu, tapi Baby semua yang kulakukan hanya untuk melindunginya. Sekarang aku tidak peduli dengan semua ancaman itu, sebab tujuanku sekarang adalah dia mengingat aku sangat yakin separuh jiwaku dibawa pergi, bahkan mengingat wajahnya berada di bawah kungunganku membuat tidak tahan untuk memakan gadis itu.
Menghela napas panjang Morgan bertekad akan mendatangi sang keponakan terlebih dulu sambil memintaa maaf pada dirinya, sebab dia benar-benar telah melukai seseorang yang selama ini begitu berharga untuk bujang lapuk tersebut.
Memanggil sang sekretaris untuk memesankan tiket pesawat. Tidak sampai lama sekretarisnya itu telah masuk ke dalam ruangannya.
“Pesankan aku tiket untuk penerbangan besok!" Morgan menitah dingin, sambil menyuruh sang sekretaris menghandle kantor.
“Tapi, Pak … jadwal Anda besok bertemu …."
“Lakukan perintahku! Jangan membantah dan mulai besok kosongkan semua jadwalku!" Morgan memotong ucapan sang sekretaris, yang direspons dengan anggukan kepala.
Tidak berselang lama kemudian, Morgan memutuskan menyelesaikan berkas-berkas yan diterima, sebelum dia bertolak singgah ke negara tempat di mana sang keponakan berada.
*
__ADS_1
*
*
Sesampainya di rumah duo R memutuskan merahasiakan kemampuan dari sang mommy. Mengingat mereka tidak ingin membuat hati sang mommy terluka, sehingga untuk menyelidiki masa lalu dari wanita yang melahirkan mereka, kedua kembaran itu masing-masing tidak pernah lagi mempertanyakan tentang sesosok ayah.
Meskipun jauh di lubuk hati terdalam, terselip rasa rindu yang menggebu-gebu. Duo R itu pun begitu pandai menyimpan kesedihan, serta kerinduan pada seorang ayah yang membuat mereka ada.
“Kamu kapan mulai menyelidiki dia lagi, Kak?" Rere yang tidak mengetahui kemampuan Irene lainnya, memutuskan berbagi rasa rindu pada sang kembaran.
“Tidak perlu membahas apa pun tentang di hadapanku! Apa kamu mengerti, Re!" sahut Irene dingin, tapi bukan berarti anak itu tinggal diam saja.
Sementara Rere yang mendengar sahutan dari Irene mengerucut kesal, bagaimana tidak kesal karena sang kembaran menolak membahas, seseorang yang membuat sang mommy menderita sejak memutuskan membawa lari kedua kembaran tersebut.
Akan tetapi, siapa yang bisa menduga sang kembaran diam-diam menyelidiki masa lalu mommy mereka, bukan itu saja Irene mencoba menyelidiki latar belakang sepupu yang tidak lain, Araela sang ratu karena dia begitu sangat yakin jika sang sepupu mengetahui masa lalu itu.
“Bisakah tinggalkan aku sendiri, Re?" pinta Irene dengan raut wajah serius.
Membuat sang kembaran mengernyit dahi, ketika mendengar permintaan aneh kakaknya, “apa yang ingin kamu lakukan, Kak?"
__ADS_1
“Tidak, Re. Aku hanya mengantuk!" jawab Irene datar. Namun, di batinnya menekan ego karena telah membohongi adiknya. Maafkan aku yang selalu egois dan melakukan hal ini dengan sendiri, sebab Kakak tidak ingin terlihat lemah meskipun mommy mengubah identitasku. Aku hanya ingin menjadi pelindung untuk kalian berdua yang kucintai dan sayang.
Rere yang merasa sang kembaran menyimpan rahasia, memutuskan untuk tidak lagi mencampuri urusan kakaknya, sebab anak perempuan itu begitu sangat yakin pada saat nanti sang kakak, akan membuka dan mau berbagi cerita dengan dia yang sebagai kembarannya.
Setelah Rere tidak terlihat di kamar. Irene memulai aksinya dengan menyelidiki latar belakang sang sepupu, jemari anak itu begitu lincah menari-nari di atas keyboard tablet miliknya dan tidak berselang lama kemudian, dia menemukan sebuah rahasia yang selama ini selalu menjadi bayang-bayang anal lelaki tersebut.
“Apa-apaan ini. Sulit dipercaya, aku dan Rere benar-benar mempunyai sepupu seperti dia? Pantas saja anak-anaknya memanggil kami paman dan bibi. Aku bahkan tidak mau dipanggil dengan sebutan itu, tapi kenapa orang itu tidak pernah mencari keberadaan kami?" monolognya dengan raut wajah sulit diartikan.
Tidak lupa dia memeriksa suatu kejadian yang menimpa sang mommy sebuah fakta, kebenaran membuat anak lelaki tersebut membenci orang yang selama ini dirindukan.
Tiba-tiba di dalam alamat surel yang sedang diselidiki oleh dirinya. Muncul sebuah pesan masuk dan membuat anak lelaki tersebut terkejut, sebab pesan itu berasal dari sang sepupu yang begitu gemas dengan tingkah lakunya.
“Aku begitu sangat tahu. Kau berusaha menyelidiki latar belakangku dan masa lalu mommy kalian! Jika itu membuatmu penasaran, maka lalukan sesukamu. Tidak akan ada yang mengetahui kemampuanmu yang sebenarnya, sebab aku yang selama ini menutup akses tentangmu. Lalu untuk masalah dia, maaf aku tidak bisa menjelaskan hal itu. Kalau kau ingin mengetahuinya, pada saat kompetisimu nanti. Aku akan menemuimu!"
Saat dia akan membalas, tapi dengan cepat pesan tersebut menghilang. Namun, tidak menutup kemungkinan sang sepupu ingin bertemu, untuk membahas perihal tentang sesosok yang dibenci oleh Irene.
“Huh! Kenapa kami harus punya dady pengecut seperti dia? Pantas saja kehidupan kami selalu dalam pengintaian, ternyata berasal dari wanita yang begitu terobsesi membunuh kami. Heh! Jangan panggil aku Renodio jika tidak bisa melakukan apa yang kulakukan, lalu tidak akan kubiarkan wanita itu menyentuh kami seujung kuku sedikit pun."
Irene atau Renodio memutuskan memendam rahasia sendiri, bahkan anak itu tidak ingin nyawa sang kembaran dan mommy diincar, bahkan jika itu terjadi orang yang menyakiti dan melukai akan berhadapan langsung, dengan sesosok dia dalam sisi lain yang tidak banyak mengetahuinya.
__ADS_1
Selesai berselancar dengan tablet miliknya, anak itu memutuskan menyudahi penyelidikkan, tidak lupa dia menutup akses agar orang lain tidak berani menyentuh Irene.