
“Jadi, harus menunggu usianya delapan belas bulan baru bisa dioperasi begitu, Dok?" Sahutan dari Ivone, membuat ibu bayi kembar terhenyak.
Bahkan Citra sedikit lupa jika sang sahabat, tidak mungkin membiarkannya memendam masalah sendiri, tapi dia juga tidak mungkin terus-terusan membuat repot sahabatnya tersebut.
“Benar, Nona … untuk sekarang akan berisiko jika operasi itu dilakukan."
Belum sempat membalas ucapan, Citra lebih dulu menyela obrolan antara mereka, “maaf, Dok. Masalah operasi itu … saya akan mengobrol dengannya," sahut wanita sambil menunjuk.
“Baiklah kalau begitu, Nona. Saya pamit undur diri karena kondisi Nona Citra belum membaik … selama beberapa hari Anda diharuskan beristirahat."
“Aku memutuskan akan menyembunyikan kondisi salah satu dari mereka, Von," sahut Citra yang membuat, sang sahabat terkejut mendengarnya.
“Kenapa, Cit?" tanya Ivone.
“Sekali lagi aku meminta maaf, Von. Mungkin ke depannya aku tidak akan merepotkanmu lagi, sebab setelah ini aku akan pindah ke tempat lain," jawab Citra sambil menghela napas gusar.
“Apa kau yakin dengan risiko segala kemungkinan terjadi, Cit?" Ivone memastikan keputusan yang, diambil oleh sang sahabat.
Citra mengangguk yakin bukan itu saja dia akan mengubah identitas, salah satu bayi kembarnya sampai menemukan jati diri sendiri.
“Baiklah kali ini aku tidak akan memaksamu … kau melakukannya karena alasan lain bukan?" sahut Ivone sambil bertanya.
“Untuk kali aku tidak bisa mengatakan alasan ini denganmu … tidak masalah 'kan, Von?" Citra tergelak lucu, saat melihat bibir mengerucut.
Membuat wanita itu, terkikik sambil mengajak kedua bayi kembarnya mengobrol, “lihatlah Mama Ivone, Nak. Lucu sekali dengan bibirnya itu!"
__ADS_1
“Sembarang kau, Cit. Jangan percaya dengan Mommy kalian itu suka menjahili Mama," sahut Ivone sambil berdecak kesal. “Ngomong-ngomong untuk bayimu yang satu, sudah kau pastikan jenis kelaminnya?"
“Aku menukar identitas mereka juga, Von. Jadi, keduanya kuanggap kembar perempuan semua … meskipun kenyataan sebenarnya …." Sambil menahan tangis Citra tidak kuat, menyaksikan penderitaan dialami salah satu bayinya itu.
“Kita akan membesarkan mereka bersama-sama, Cit," hibur Ivone yang tidak tega, dengan kondisi sang sahabat. “Sudah kau persiapkan nama untuk mereka?"
Citra menggeleng yang membuat Ivone mendengkus kesal, sahabatnya itu benar-benar seorang yang berbeda dari yang lain.
“Bagaimana kalau aku yang memberi nama? Eh, tapi … nama mereka enaknya siapa?" beo Ivone sambil bertopang dagu.
“Masalah nama mereka biar aku yang mengurusnya, Von. Tidak perlu risau … jauh sebelum mereka lahir, aku sudah menyiapkan sebuah nama untuk mereka," ucap Citra yang membuat, sang sahabat terkejut mendengarnya.
“Jadi, kau sudah?"
“Astaga, Citra. Jangan membuatku pusing memikirkan nama mereka dong," gerutu Ivone sambil bersungut-sungut.
Kemudian Ivone teringat dengan seseorang, lalu memutuskan menghubungi orang tersebut, sambil mengabari bahwa sang sahabat telah terbangun dari koma.
“Anak-anak bolehkah Mama pamit sebentar?" pamit Ivone pada, kedua bayi kembar yang tengah saling menggeliat manja.
“Memangnya mau ke mana, Von?"
“Aku dihubungi oleh papaku dan beliau menyuruhku pulang! Apa tidak masalah kau ku tinggal sebentar?" Ivone terpaksa berbohong, demi kebaikan keponakan.
Mengingat dia telah berjanji akan menemui sang ratu, setelah sang sahabat terbangun dari koma, sebab ada hal lain yang akan dibicarakan dalam pertemuan kedua kali.
__ADS_1
"Salam untuk papamu ya, Von." Ucapan dari Citra membuat lidah Ivone menjadi kelu, sebab dia benar-benar harus berbohong untuk di hadapan sahabatnya.
.
.
.
.
.
Nama Pena : AdindaRa
Judul Karya : Kurebut Suami Kakakku
Ecca sangat terkejut saat mendengar kabar pernikahan kakak kandungnya, Nuna dengan seorang lelaki yang sudah lama ia cintai, Belva Quiero.
Terlebih saat kakaknya mengandung dan memaksanya untuk ikut tinggal bersamanya di rumah milik suaminya dengan alasan Nuna ngidam masakan buatan Ecca.
Penolakan Ecca untuk tinggal bersama kakaknya sama sekali tidak diindahkan oleh orang tuanya sendiri dan bahkan mereka sangat setuju jika Ecca tinggal bersama Nuna dan membantunya di masa kehamilannya.
"Semua sudah gila! Aku tidak mungkin melebur rasa cintaku pada Mas Belva jika seperti ini keadaannya. Jangan salahkan aku jika nantinya aku bertindak di luar batasku!" batin Ecca menahan rasa geram.
__ADS_1