Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Jalan Petunjuk Untuk Bujang Lapuk


__ADS_3

Morgan pun tidak pernah melepas tatapan mata yang ditujukan, untuk anak perempuan yang tidak lain Rere dan hal tersebut membuat pria matang itu, merasa ada kejanggalan di dalam diri kedua anak yang menarik perhatiannya.


Ketika dia menatap ke arah sekitar bangku penonton, manik kedua matanya memicing ke arah bangku di mana, ada dua orang dengan penampilan yang terlihat familier dibenaknya.


Alangkah terkejutnya pria matang itu, begitu melihat dua orang yang sangat Morgan kenal, yang mana salah satu diantaranya merupakan sang keponakan tercinta. Bahkan dia tidak mengetahui perihal keponakannya yang datang untuk, melihat bakat kemampuan di dalam diri kedua anak kembar tersebut.


"Bagaimana dia bisa ada di bangku sana?" gumam Morgan dingin yang terdengar di telinga sang asisten.


"Maksud Anda bagaimana, Tuan?" sahut sang asisten yang membuat Morgan menatap dingin, sehingga asistennya merutuki mulutnya yang begitu lancang menyahutnya.


Tidak berselang lama kemudian, saat kompetisi berakhir dengan jalan terburu-buru, pria matang sedang mengejar dua orang yang membuat pikiran, Morgan Gayatri Smith dipenuhi tanda tanya.


Setelah keadaan menyepi Morgan pun memanggil sang keponakan yang membuat wanita itu, menghentikan langkah kaki dan begitu terkejut melihat seseorang yang memanggilnya.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di sini, Om?" tanya Ara dengan raut wajah terkejut.


"Seharusnya pertanyaan itu yang akan aku ajukan untukmu, Baby ... kamu sendiri sedang apa di sini?" jawab Morgan seraya membalik pertanyaan.


"Hei, Bujang lapuk. Jangan memanggil istriku dengan sebutan itu!" sahut Rewindra dingin sambil, mendekap erat posesif pinggang tubuh mungil sang ratu.


Araela yang kesal dengan tingkah laku suami dan pamannya, berdecak kesal sambil mencubit kasar perut sixpack sang suami yang membuat, si empu perut meringis sakit karena cubitan pedas dari wanita bertubuh mungil itu.


"Aku datang ke sini bukan ada urusannya denganmu, Om ... apa ada masalah buatmu?" ketus Araela dingin.


"Apa ada masalah buatmu, Om?" Araela mengulang dengan menatap dingin sang paman.


Hal tersebut membuat Morgan menelan ludah kasar, dengan sikap dingin sang keponakan yang sama sekali tidak berbeda, saat dia memutuskan menemui Araela di Istana kerajaan sebulan yang lalu.

__ADS_1


"Baby, a ...."


"Aku datang ke sini bukan urusanmu, Om. Meskipun sangat berat mengatakan padamu. Sekali lagi aku sudah memaafkan dan sebaiknya segera temukan dia! Atau kau akan lebih menyesal seumur hidupmu!"


Selesai mengatakan hal itu, Araela bersama sang suami meninggalkan Morgan yang sedang merenungkan ancaman, terucap dari bibir sang keponakan tentang gadis dicarinya itu.


*


*


*


Sementara Araela begitu kesal dengan sang suami yang selalu, terlihat cemburu saat dia berdekatan dengan Morgan.

__ADS_1


"Bisakah kamu tidak seperti itu lagi ... saat aku sedang mengobrol dengannya?"


Gawat! Aku membangunkan singa yang tertidur dari kandang. Namun, aku melakukan itu karena dia membuatku, cemburu dengan kedekatan mereka, bahkan dari pancaran raut wajahnya sebulan yang lalu. Tersirat sebuah tatapan cinta untukmu, tapi kau tidak menyadarinya ataukah aku salah melihat? Apa karena wajahmu begitu sangat mirip dengan, mendiang mama mertua yang membuat pria matang itu seperti merindukannya? batin Rewindra yang enggan menjawab pertanyaan sang istri.


__ADS_2