
“Izinkan aku bertemu putriku," tukas Liora dengan menyentak.
Saat wanita di hadapan kenyataan bahwa dia, tidak akan bisa lagi menggunakan sang putri, untuk mengancam pria yang telah membuat putrinya kecewa.
Sialan Morgan! Semua ini karena penghinaan ini darinya. Aku tidak terima putriku, mendapat penolakan dari pria itu. Brengsek! Aku akan membalas perbuatanmu Morgan! Lioar membatin setelah wanita itu terus, merongrong pria yang telah membawa sang putri tercinta.
“Tidak perlu. Anak itu sudah tidak membutuhkan ibu sepertimu, bahkan aku kecewa karena kau benar-benar meracuni pikirannya." Pria asing bernama Roland menolak keras sebab dia, tidak ingin sang putri tercinta memanggil dirinya orang lain.
“Aku yang melahirkannya, sialan!" umpat Liora dengan geram.
Roland tergelak sinis mendengar kepercayaan di dalam diri wanita tersebut, “meskipun kau yang melahirkan anak itu, bukan berarti aku mau menuruti permintaau kali ini. Tidak semudah itu kau membawanya kembali ke dalam pelukanmu. Karena anak itu telah menjadi milikku seorang!"
__ADS_1
Liora pun benar-benar kalah, sudah tidak ada lagi harapan untuk bertemu sang putri, tapi biarpun begitu tujuan wanita itu hanya tertuju pada, seorang gadis yang menjadi penghalang merebut pria menjadi obsesinya.
“Suatu saat nanti aku akan merebutnya dari tanganmu, Land. Ingat dan camkan baik-baik … aku tidak akan menyerah untuk membawa, serta membuat pria itu bertekuk lutut kembali!" sumpah Liora dengan berapi-api.
Tidak lama kemudian mansion Roland kembali sepi, setelah wanita tersebut memberi ultimatum tentang ancamannya.
“Kau pikir aku takut dengan ancamanmu ini? Tidak semudah itu kau bisa membodohiku lagi! Kali ini aku akan membawanya pergi dan menghilang dari kehidupanmu, mengingat aku Roland tidak akan pernah membiarkanmu meracuninya lagi." Roland bergumam diri sambil salah satu tangan mengambil benda pipih dan menekan sebuah nomor, seseorang dari arah seberang tidak sampai semenit panggilan itu tersambung dengan orang tersebut.
“Apa lagi?" ketus Morgan dingin.
“Katakan!" Morgan menitah dingin.
__ADS_1
“Dia tidak terima aku membawa anak itu … tidak itu saja yang kau harus dengan hati-hati … wanita itu tidak akan pernah berhenti mengejarmu, setelah kuusir dadi mansionku baru saja. Dia memutuskan akan kembali membuat dirimu bertekuk lutut, seperti saat wanita itu berhasil menikahimu."
“Sialan! Jangan mengada-ngada kau, Land. Aku justru tidak merasa menikahi wanita licik itu. Seharusnya dia menikah dengan pria sepertimu, sebab kalian berdua sangat cocok karena mempunyai tingkah laku yang sama!" Morgan mengumpat dingin.
Roland tergelak mendengar nada umpatan dingin dari pria di arah seberang, lalu dia pun teringat sesuatu dan meminta bantuan untuk menghilangkan jejak, agar wanita tersebut tidak bisa menemukan keberadaannya di mana pun bumi di pijakki.
“Hanya itu saja yang kau inginkan?" Pria di arah seberang ponsel itu memastikan, sebab baginya menutup semu akses bukanlah hal sulit.
Akan tetapi, ada satu hal yang harus dibayar mahal untuk Roland karena kesalahan fatal dan keegoisan Liora, pria sebaya dengan Morgan merelakan sebuah tempat pribadi yang akan berganti, menjadi tempat pribadi milik Morgan Gayatri Smith sepadan dengan permintaannya.
“Tempat itu akan menjadi milikmu sekarang! Kau juga harus memenuhi permintaanku!" tegas Roland.
__ADS_1
“Aku selalu siap untuk menutup aksesmu! Kabari aku jika kau sudah siap menghilang tanpa jejak."
Sambungan dimatikan sepihak oleh Morgan. Bahkan Roland merasa lega mendengar permintaannya, akan segera dikabulkan dan sesuai janji pada pria itu. Dia akan mengalihkan nama tempat pribadi, sesuai dengan kesepakatan dalam perjanjian tersebut.