Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Ikatan Batin


__ADS_3

Tidak memakan waktu yang lama, kendaraan yang membawa Citra tiba di sebuah rumah sakit, di sana ibu hamil tersebut mendapat sambutan dari sang ratu, tanpa mengurangi rasa hormat seloroh dokter itu pun, mendapat perintah untuk menyelematkan ibu dan juga janin di kandunganya.


“Jangan cemas, mereka pasti baik-baik saja. Kau sangat menyayanginya, bukan?" sahut sang Ratu dingin.


“Hm." Enggan membalas sahutan, tapi Ivone memberi tanggapan bergumam. Tidak lupa dia benar-benar takut berpisah, dengan bayi kembar yang sudah dianggap anak sendiri.


Melalui sorot yang teduh sang ratu memahami. Bahwa wanita bertatap mata dengan dia sendir, begitu sangat menyayangi keponakannya tercinta. “Tenang saja kedatanganku kemari bukan untuk membawa mereka … aku juga ingin meminta bantuanmu. Apa bisa?"


Ivone mengangguk.


“Aku juga mengetahui … kau diam-diam menyelidiki tentangnya dan kau pun benar … omku adalah ayah kandung dari bayi sahabat kita," terang Araela sambil menjeda.


“Dia sahabatmu?" Ivone memastikan.


“Tidak seperti itu konsepnya. Aku menganggap Citra sebagai sahabat karena kami satu kampus, sebelum kejadian itu menimpanya,” sahut Ara yang ternyata, kembali melanjutkan sebuah cerita.


“Lalu mengapa pria brengsek itu, harus menikahi wanita lain? Jika bukan adik angkatku yang memberitahukan, tidak mungkin aku berterus terang pada engkau, Ratu." Ivone menggeram marah.


Saat mengetahui jika pria brengsek yang membuat, sang sahabat tidak berdaya justru menikahi wanita lain.


“Ada alasan lain yang membuatnya menikahi wanita itu. Tahukah kau rasa bersalahnya terus membayangi, sehingga dia memutuskan melakukan sesuatu hal. Kau ingin tahu apa?"


Araela dengan perut buncitnya, berjalan menghampiri dan dia membisikkan sesuatu, sampai membuat seorang Ivone membeliak lebar bola matanya.


“Jadi, pri —"


“Seperti yang ingin kau ucapkan dan alasannya hanya untuk melindungi mereka. Justru aku yang sedikit bingung dengan semua ini. Mengapa dia tidak bisa menemukan keberadaan Citra … setelah kupahami sungguh sangat di luar nalar. Apakah itu akan bersifat lama?"


Penjelasan yang diucapkan oleh sang ratu, membuat Ivone semakin terkejut dengan, kemampuan dari wanita di hadapannya.


“Maaf, Ratu. Mengenai itu nanti aku obrolkan dengan adik angkatku," jawab Ivone.


Kedua wanita itu mengakrabkan diri, tidak berselang lama kemudian terdengar suara pintu terbuka, muncullah seorang perawat yang membawa dua box berisi bayi mungil.


“Bagaimana keadaan ibu dari bayi ini, Suster?" tanya Ivone dengan tatapan sendu.

__ADS_1


“Mohon untuk menunggu, Nona. Dokter sedang berusaha melakukan tugasnya," jawab Suster Ima yang bersiap mendorong troli.


Sementara itu, diam-diam Araela memerhatikan kedua wajah bayi mungil. Namun, ada satu keanehan di dalam wajah dari salah satu bayi kembar tersebut.


“Ada apa dengan salah satu darinya, Sus?"


Suster Ima enggan menjawab bahkan dia lebih memilih, membawa kedua bayi kembar tersebut di ruangan lain.


“Ada apa?" tanya Ivone sambi mengernyit dah, saat melihat ekspresi kebingungan di dalam diri sang ratu.


“Kita lanjutkan lain kali saja, ya!" jawab Ratu Araela dingin. “Rahasiakan pertemuan ini dari Citra. Apa kau bisa melakukannya?"


“Baiklah aku akan menjaga rahasia kita."


“Kalau begitu aku titip keponakanku dan masalah biaya sudah kutanggung … peringatkan untuk pria yang mendekati Citra. Jika orang itu tidak bisa membereskan kejadian menimpa calon istri omku. Maka aku sendiri yang akan turun tangan menangkap wanita itu. Paham!"


Ruang tunggu itu kembali sunyi saat sang ratu meninggalkan Ivone seorang diri, sambil menunggu seorang dokyer yang sedang berjuang melakukan tugasnya."


*


*


*


“Apa istri Anda akan melahirkan, Tuan Muda?" Asisten Morgan kurang begitu puas, dengan informasi yang selama ini diselidiki olehnya itu.


“Jangan mengada-ngada, sialan," geram Morgan sambil mengumpat.


“Maaf saya khilaf, Tuan Muda."


“Jangan beramsusi buruk mengenai semua tentangku. Harusnya kau memahamiku, tentang seorang gadis yang telah kurenggut paksa harta berharganya. Apa kau melewatkan hal ini?" sahut Morgan dingin.


Asisten itu menggeleng sambil melaporkan bahwa wanita yang dinikahi, oleh tuannya itu telah melahirkan seorang putri. Namun, ternyata sang tuan muda menjadi lebih dingin ketika ia membicarakan, wanita yang membuat pria matang begitu sangat membencinya.


“Apa yang akan Anda lalukan, Tuan Muda?"

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat Morgan menyeringai dingin, dan membuat bulu kuduk sang asisten menjadi meremang.


"Hubungi dia dan perintahkan untuk melakukan tes DNA sekarang!" Morgan menitah dingin. "Jangan sampai kau gagal melakukan tugasmu. Apa kau paham?"


Tidak ada yang bisa menebak sebenarnya yang dirasakan oleh pria matang, tak lain Morgan Gayatri Smith karena kedua bayi kembarnya yang telah lahir ke dunia, bahkan rasa mulasnya itu terjadi akibat insting ikatan batin antara ayah dan kedua kembar tersebut.


.


.


.


.


.


Dear, Pak Boss


Author: Ika Oktafiana


Stella tidak pernah menduga bahwa dirinya akan jatuh cinta dengan seorang Arshaka Virendra, sang Direktur Utama di perusahaan tempat Stella bekerja.


Kejadian itu bermula ketika Stella merasa tertantang dengan sikap Shaka yang dingin dan kaku. Bahkan, untuk sekedar mengulas senyum saja tidak pernah.


Berbagai cara Stella lakukan untuk membuat Shaka mau tersenyum. "Senyum dong, Pak. Biar semakin tampan," goda Stella tempo hari saat keduanya tidak sengaja bertemu di saat hujan sore hari.


Dikala itulah, awal mula hidup Shaka berubah menjadi lebih berwarna, Stella berhasil menjungkir-balikkan hidup Shaka dan mulai mengenal rasa bernama 'cinta'.


Perlahan, penyebab dari sikap dingin Shaka terkuak, hidup yang keras dan masalalu yang kelam. Hal itu justru semakin membuat Stella begitu kagum dengan sosok Shaka. Seketika timbul rasa ingin selalu ada dan memeluk dikala pelik kehidupan menderanya.


Bagaimana kelanjutan kisahnya?


Baca terus yuk^_^


__ADS_1


__ADS_2