Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Rere Yang Ingin ....


__ADS_3

Pria matang itu kembali teringat dengan kenangan yang sampai sekarang masih, membekas diingatan dan terus teringat tubuh mungil yang membuat dirinya menjadi candu.


Memutuskan kembali ke dalam, setelah pria matang itu menghabiskan sebatang rokok yang diisap, tidak lupa dirinya mendoakan diri sendiri agar dia memberanikan diri, bertemu dengan gadis yang selalu merasuki bayang-bayang diingatannya.


*


*


*


Sementara itu, kembali di sebuah rumah sakit tempat Renodio yang baru selesai di pindahkan, dengan Citra yang telah kembali dari kantin rumah sakit dan salah satu tangannya, menggenggam kantong plastik berupa makanan untuk dirinya dan putrinya tercinta.


"Sayang!" Memanggil dengan nada begitu lembut sembari menyodorkan kantong plastik yang digengam, agar sang putri segera mengambil makanan yang telah dibeli.


Tanpa membuang waktu kedua wanita berbeda generasi menikmati makanan masing-masing dengan Rere yang terlihat, tidak begitu semangat mengunyah makanan yang masuk ke dalam perut anak perempuan itu, hingga membuat sang mommy menghentikan kunyahan dengan bertanya pada putrinya. "Kenapa, Sayang?"


"Tidak apa-apa, Mom," jawab Rere lesu. "Kapan kak Ren siuman, Mommy?"


"Mommy sendiri tidak tahu, Sayang ... apa kamu sudah merindukannya?"


Anak perempuan itu mengangguk lemah, tapi bukan itu yang membuatnya merindukan sang kembaran. Ada hal lain yang ingin dibahas oleh mereka, saat sang mommy tidak ada di samping kedua kembaran tersebut.


"Kita berdoa saja ya, Sayang! Mudah-mudahan kakakmu cepat sadar, tapi dokter yang merawatnya memberitahukan pada Mommy ... ada seseorang yang mendonorkan darah untuk Reno, tapi Mommy tidak mengetahui orang yang suka rela memberikan darahnya."

__ADS_1


Mendengar penuturan dari Mommy-nya membuat Rere terkejut, tentang seseorang yang mendonorkan darahnya untuk sang kakak, bahkan pikiran anak perempuan itu pun tertuju pada seorang pria dewasa, serta dia sangat yakin pria itulah yang memberikan darahnya untuk Renodio. Mengingat pertemuan mereka begitu sangat singkat dan secara tidak sengaja, dari sana dirinya dan kakak kembaran seperti ada ikatan batin.


Akan tetapi, Rere lebih memilih menyimpan sendiri pertemuannya denga pria itu. Meskipun tanpa sadar sang mommy lebih dulu merasakan kehadirannya.


"Lalu dokter bilang apa sama Mommy?" Rere membuka suara, setelah anak perempuan itu menormalkan rasa terkejutnya.


"Kata dokter ... orang itu tidak ingin identitasnya diketahui oleh Mommy, Sayang! Apa menurut kamu aneh?" Citra menjawabnya sambil membalikkan pertanyaan.


Hal tersebut membuat kedua wanita berbeda generasi mendadak terdiam membisu, dengan Rere yang begitu sangat yakin akan dugaan dari pikirannya.


Aku benar-benar tidak mengerti dengan pria itu! Hei, Bung! Cepatlah sadar, tahu tidak aku benar-benar ingin berdiskusi bersamamu kembali.


*


*


*


Bukan itu saja yang membuat pria senja terkejut. Tugas Satria yang akan menangkap dalangnya, telah diambil alih oleh mata-mata milik sang Ratu dan, membuat pria sebaya cucunya kalah telak dalam tugas menangkap targetnya.


"Maafkan saya, Tuan Besar! Cucu Anda yang satu ini, tidak ada tandingannya. Saya benar-benar kalah start dengan mata-mata Nona!" ujar Satria tanpa meragu.


"Jika kabar buruk itu, sudah terendus pada cucu perempuanku! Aku sangat yakin wanita sundal itu, tidak akan pernah bisa lolos dari kemarahannya! Apa menurutmu itu sepadan dengan perbuatannya?"

__ADS_1


.


.


.


.


.


Sinopsis


Feng tanpa sengaja melukai Astrid dan membuat Astrid kehilangan bayi mereka. Astrid mengalami koma selama dua minggu.


Setelah sadar, Astrid tidak ingat jika dia pernah menjalin hubungan dengan Feng. Astrid hanya mengingat bahwa dia menyukai Collin.


Agar Astrid kembali padanya. Feng berbohong kepada Astrid dan mengaku bahwa dia adalah suami Astrid. Sementara Astrid mengejar cinta Collin dan mengabaikan Feng. Bahkan Astrid meminta untuk bercerai.


Feng meminta satu malam saja, agar bisa bersama dan menjalin kasih dengan Astrid. Sebagai pengingat bahwa mereka pernah bersama.


Apakah Astrid akan mengingat Feng?


Bagaimana jika ingatan Astrid kembali dan itu justru membuat mereka berpisah selamanya?

__ADS_1



__ADS_2