
"Untuk itulah mengapa aku memutuskan bertemu denganmu, Baby."
Enggan membalas ucapan dari bujang lapuk tersebut, membuat wanita merasa bersalah karena telah memberi hukuman, tapi semuanya tidak sebanding perbuatan yang dilakukan oleh Morgan.
"Tapi, Om ... aku sendiri pun tidak mengetahui keberadaannya," sahut Ara dengan berkilah.
"Aku tidak meminta bantuan darimu, tapi kedatanganku hanya untuk meminta maaf, serta aku benar-benar merindukanmu dan juga tidak bisa berjauhan seperti ini."
"Tidak perlu merindukanku. Aku sudah cukup bahagia hidup di negara ini. Meskipun harus meninggalkan kakek di sana!"
Morgan hanya pasrah saat sang ratu tidak menginginkan sesuatu diungkit, lalu untuk mencari gadis itu sepertinya dia harus berkeliling ke negara, mengingat pria matang itu meyakini jika gadis yang dicari-cari bersembunyi di tempat lain.
"Lalu jika kau mengambil alih cabang perusahaan di negara itu ... Bagaimana dengan keadaan Kakek yang kau tinggalkan, Om?" tanya Ara sambil memprotes, tindakan yang dilakukan oleh Morgan.
__ADS_1
"Ada yang menjaga kakekmu. Jangan cemaskan hal itu, Baby. Di sana ada papamu yang merawatnya ... Aku bersalah karena meninggalkannya, tapi semua itu kulakukan untuk menemukannya!"
Menghela napas panjang, mau tidak mau wanita itu mengizinkan, bujang lapuk berkelana dan tanpa campur tangan darinya, pada akhirnya mereka akan dipertemukan kembali seperti yang pernah Ara dengar dari seseorang.
Tidak ingin terlalu lama di istana, Morgan memutuskan akan berangkat hari ini juga. Tanpa mengetahui ekspresi raut wajah yang tengah disembunyikan oleh sang keponakan. Mengingat keponakannya pun tidak ingin, sang paman terlalu buru-buru menemukan apa yang dicari.
Harus ada yang diperbuat oleh sang bujang lapuk, sebelum dipertemukan oleh seseorang dari permainan waktu.
"Tidak mau bermain-main dulu dengan mereka, Om?" Raut wajah Araela terlihat kecewa, begitu Morgan menjelaskan perihal pekerjaan yang diambil alih.
Wajah dari bayi merah yang dibesarkan oleh Morgan itulah, membuat sang bujang lapuk mati-matian menghindar karena dia sendiri, tidak ingin jatuh ke dalam pesona kecantikan di dalam diri keponakannya sendiri.
Maafkan aku yang lari dan menghindarimu, jujur saja wajah dan kedewasaanmu membuatku, teringat cinta pertamaku yang tidak akan pernah terbalaskan, hanya dengan cara ini aku bisa dengan mudah mencari keberadaan temanmu yang kurenggut paksa.
__ADS_1
Setelah tidak melihat berada sang paman yang telah menjauh dari istana, wanita itu benar-benar dibuat bingung dengan tingkah laku yang dilakukan oleh Morgan.
Dia juga tidak bisa melarang sang om mencari keberadaan temannya, mengingat bujang lapuk tersebut harus membayar semua kegagalan, akibat seorang wanita yang selalu menggagalkan dan menjadi penghalang sesungguhnya.
*
*
*
Beberapa bulan kemudian ....
Sesuai janji pada kedua anak kembarnya, Citra saat ini tengah berada di bangku penonton, tempat di mana duo R akan melakukan kompetisi dicabang olahraga taekwondo, bahkan wanita itu benar-benar terkejut dengan bakat alami dari keduanya.
__ADS_1
Meskipun saat ini status anak lelakinya masih disembunyikan dari publik, sehingga orang-orang mengira mereka kembar segender tetapi dibalik semua itu, ada luka yang harus ditanggung oleh Citra dan Irene alias Renodio.
Kembali dengan Citra yang masih duduk di bangku penonton, merasa cemas dengan aksi dari kedua anak kembarnya, sambil menggigit bibir bawah wanita tersebut tidak menyangka, duo R melakukan sebuah aktraksi untuk pembukaan di dalam kompetisi, sehingga suara tepuk tangan dari beberapa penonton tidak sedikit pun membuatnya tenang.