
Oh, kalian benar-benar membuat Mommy jantungan dan itu bagaimana bisa melakukannya? Sungguh tak kusangka mereka adalah berlian di atas lumpur. Aku sangat bersyukur dengan kehadiran kalian, membuatku hidupku penuh warna dan juga aku berjanji tidak akan membiarkan kalian menanggung semua luka itu.
Air mata wanita itu meluruh dengan sendiri, saat semua orang bertepuk tangan begitu duo R menyelesaikan atraksinya, bahkan kedua anak kembar tersebut memberikan sebuah ciuman jarak jauh, hingga membuat Citra tidak ingin berlama-lama duduk di bangku penonton.
Tanpa wanita sadari, di bangku lain ada seseorang menatap intens, orang itu tidak lain sang ratu alias sepupu dari duo R. Kedatangannya di kompetisi itu atas keinginannya sendiri, sekaligus ingin bertemu dengan teman sekampusnya dulu.
"Mereka hebat sekali ya, Ibunda," celetuk salah seorang anak, dari kelima kembar.
"Kau jangan berisik ... nanti Ibunda marah," sahut sang kakak dengan nada dingin.
__ADS_1
Sementara sang Ratu yang mendengar perdebatan dari kedua anak kembarnya berdecak kesal, entah mengapa keduanya selalu berdebat saat dia mengajak di tempat seperti ini.
Sebuah tangan menggenggam begitu erat, selain datang bersama kelima anak kembarnya, sang suami tidak mau kalah dengan mereka sampai-sampai membuat drama, agar dirinya bisa ikut perjalanan dengan wanita yang dicintai oleh mantan duda casanova tersebut.
"Setelah kompetisi ini selesai ... apa kamu tidak ingin menyapa dia, Hon?" Rewindra yang duduk di sebelah sang istri, dengan mata yang begitu kagum pada sepupu istrinya.
"Tidak, biar mereka yang mewakilinya," jawab Ara sendu sambil mengarahkan dagu, yang tengah menunjuk kelima anak kembarnya.
"Mereka hanya sebentar menyapa ... tidak perlu lama-lama karena aku tidak ingin, ada media yang tiba-tiba memburu berita ini. Bahkan kedatanganku ke tempat ini, tentu saja harus di awali penyamaran yang, tidak akan bisa terlacak dan tercium media. Paham, Bee!"
__ADS_1
Lidah pria mendadak kelu, dia sendiri melupakan satu fakta. Bahwa istrinya benar-benar tidak jauh berbeda, saat pertama kali mengenal dan jatuh cinta.
Kembali dengan duo R yang telah selesai melakukan pembukaan, sambil memberikan ciuman jarak jauh untuk sang mommy tercinta, bahkan kedua anak kembar tersebut begitu sangat ceria melakukan gerakkan itu, tanpa menyadari dari bangku arah lain ada seseorang yang menatap wajah mereka, dengan tatapan yang sulit diartikan dan orang itu tidak lain Morgan Gayatri Smith.
Pria matang sejuta pesona datang ke tempat tersebut karena dia merupakan, sponsor penyelenggara dan di kantor cabang perusahaannya itu, sedang mencari bakat yang terpendam dari setiap anak dan hal itulah yang membuat Morgan sebagai sponsor, mau tidak mengharuskannya datang untuk menyeleksi setiap anak yang akan dipilih oleh pria itu.
Mata antara Irene dengan Morgan tiba-tiba terkunci, bahkan pria itu merasakan suatu getaran di dalam sorot mata anak itu, sehingga dia merasa seperti sedang bercermin melaluinya, sedangkan Irene alias Renodio menampilkan raut wajah begitu dingin.
Anak lelaki tersebut tidak menyangka akan dipertemukan oleh seseorang yang membuat, dia serta kembarannya dan juga sang mommy menderita karena ulah pria itu.
__ADS_1
Mengapa harus sekarang bertemu denganmu? Aku bahkan tidak sudi melihat wajahnya! Bahkan dia begitu berani bertatap muka denganku dan kau pikir aku takut? Jangan panggil aku Reno ... jika tidak bisa membuatmu menyesal atas kesalahanmu pada kami.
Terlihat begitu kentara sorot mata kebencian yang dipancarkan oleh Irene, bahkan selesai kompetisi berlangsung dia tidak mau bertemu dengan orang itu.