
Sementara itu, di sisi lain pria matang sejuta pesona tiba-tiba merasa sesak di dada. Entah mengapa Morgan seperti merasakan seseorang yang berteriak, tapi dia pun tidak mengetahui orang yang meneriakki-nya itu.
"Ada apa ini? Perasaanku seperti sesak begini? Selalu saja seperti ini, setiap embusan napasku. Tiba-tiba menjadi sesak." Morgan berbisik lirih sambil kedua jemari mencengkeram erat setir kemudi.
Oleh karena itu, sudah kesekian kali Morgan merasakan perasaan yang begitu sesak di dada. Namun, dia tidak menemukan apa pun selain pancaran sorot kebencian di dalam mata, seorang anak yang menarik perhatian pria matang sejuta pesona tersebut.
Tanpa terasa mobil yang dikendarai oleh Morgan sampai ke arah kerumunan, lalu lintas begitu ramai orang-orang dan menyebabkan kemacetan panjang.
Hal tersebut membuat pria itu dibuat penasaran dengan kemacetan lalu lintas, sampai akhirnya dengan terpaksa dia pun turun dari mobil untuk menanyakan perihal, kemacetan yang membuat mobil di kendarainya terjebak di dalamnya.
Selesai menanyakan kemacetan panjang. Morgan memutuskan meninggalkan mobilnya untuk melihat keadaan langsung, korban kecelakaan dengan mendekatkan diri ke arah kerumunan.
Bahkan pria matang itu, merasa sedikit familier dengan tubuh mungil yang ikut masuk ke dalam ambulans, serta bukan itu saja yang membuatnya terkejut adalah sebuah brankar, di mana terdapat seorang anak yang menarik perhatiannya itulah sedang terbaring, dengan banyak darah yang tidak mau berhenti mengalir disela-sela tubuh terluka.
Melihat mobil ambulans melaju, meninggalkan kerumunan orang-orang. Pria matang itu pun justru mengikuti dengan setengah berlari, setelah berhasil mencegat sebuah mobil lain yang tengah melintas.
Morgan meminta mobil tersebut dengan sebagai gantinya mobil dia yang masih, terjebak kemacetan dan telah diberikan pada orang dengan suka rela menukar mobilnya.
Tidak berselang lama kemudian mobil yang dikendarai oleh Morgan tiba di sebuah rumah sakit, dengan ambulans yang lebih dahulu tiba dan ketika dia berusaha mengikuti kembali.
__ADS_1
Tubuh pria matang itu bergetar hebat saat dia melihat seseorang yang selama ini, dicarinya ternyata bertemu secara tidak sengaja dan membuat pikirannya dipenuhi tanda tanya.
Tentang seorang anak yang ternyata bersama seseorang dan membuat Morgan, dibuat kalang kabut mencarinya setelah tujuh tahun berlalu.
Kaki Morgan tidak berhenti melangkah sampai brankar berisikan anak itu, memasukki ruang IGD dengan sang gadis yang berjalan mondar-mandir di depan ruang tunggu, sehingga membuat pria itu ingin mendekap tubuh mungil ke dalam dada bidang miliknya. Namun, dia tidak mempunyai keberanian karena dirinya, sama sekali belum siap bertemu dengan gadis yang telah berhasil membelenggu hasrat dipendamnya.
Meninggalkan ruang tersebut karena tujuan pria itu adalah tempat adminitrasi yang, diam-diam memberi keringanan dengan membantu membayarkan perawatan untuk anak tersebut.
"Ingat jangan sampai ibu dari anak itu mengetahui akulah yang memberi bantuan. Paham!" Selesai dengan urusan admin. Morgan juga tidak lupa memberi peringatan, untuk tidak membocorkan perihal biaya perawatan, pada seseorang yang dia anggap berharga untuk dirinya.
Begitu urusannya selesai, pria matang itu melangkah kaki ke halaman parkir. Tidak lupa Morgan menghubungi sang asisten untuk mencari tahu tentang kejadian, yang menimpa anak itu sampai membuatnya meneteskan air mata dengan sendiri.
Hal tersebut membuat sang asisten dari arah seberang ponsel terkejut mendengar kabar disampaikan oleh tuannya.
.
.
.
__ADS_1
.
.
***Tubuh Lily membeku saat melihat Ibu tiri bersama dengan seorang pria yang tak ia kenal.
'Apa ibu selingkuh dari Ayah?' batin Lily mengikuti ibu tirinya itu yang pergi bersama dengan seorang pria dengan mobil mewahnya.
Lily terus mengikuti mereka hingga keduanya masuk di sebuah hotel mewah. Lily mengikuti mereka hingga masuk salah satu kamar.
"Aku harus beritahu ayah," gumamnya mengambil ponselnya. Namun, tiba-tiba ibu tirinya merampas ponselnya.
"Lupakan apa yang kamu lihat hari ini, jika kamu sampai melaporkan pada ayahmu, kamu akan menyesal." Ancaman Delisa, ibu tiri Lily.
Akankah Lily melaporkan semua itu?
Apakah Lily hanya diam melihat perselingkuhan ibu tirinya***?
__ADS_1