
Seorang wanita terkekeh lucu ketika mendengar penuturan dari menantunya tercinta. Tentang kepribadian seorang anak lelaki yang begitu mirip dengan putra bungsunya itu.
"Kamu benar, Sayang! Mereka benar-benar perpaduan yang sempurna."
"Lalu bagaimana dengan ucapan Tante yang ingin disampaikan untukku?" Anak lelaki itu menyela sambil mengulangi pertanyaan.
Mau tidak mau wanita itu menyampaikan pesan pada anak lelaki tersebut untuk, berhenti membenci seorang pria yang membuatnya terlahir ke dunia. Namun, ternyata ada alasan lain dari pria kecil itu. Begitu terkejut mendengar penuturan dari Renodio.
"Itu saja yang telah kusampaikan untukmu. Jangan lupa sampaikan juga pesanku untuk sepupumu. Karena belum saatnya kamu berada di tempat ini."
Kembali di dunia nyata dengan sang dokter mengembuskan napas panjang setelah, berhasil mengembalikan detak jantung pasien yang terkejang-kejang, sehingga membuat beberapa dokter merasa lega sesaat, mereka begitu cemas dengan kondisi pasien yang hampir saja dibuat kalang kabut.
Akan tetapi, para dokter tersebut begitu terkejut ketika mengetahui stok darah di bank kosong dan membuat salah satu di ,antara dokter yang menangani, menyampaikan bahwa pasiennya membutuhkan donor darah karena luka di bagian tubuh kecil tidak berhenti mengalir darah segar yang terus menetes.
Pintu ruangan IGD itu terbuka dengan seorang dokter yang keluar untuk menyampaikan maksud dan membuat ibu, dari pasien terkejut mendengar penjelasan tentang darah sang putra yang harus mendapat pertolongan.
"Apakah darah saya tidak cocok dengannya?" Citra memastikan penjelasan dari dokter tersebut, dan membuat sang dokter menggeleng lemah.
"Mengenai hal itu mohon secepatnya untuk mencarikan darah. Karena putra Anda harus mendapatkan tranfusi darah!"
"Beri saya waktu, Dok." Citra meminta waktu dengan bernegoisasi karena wanita itu, ingin meminta bantuan pada sang sahabat untuk mendonorkan darahnya.
Meskipun dia bisa menebak darah dari pria itu cocok untuk sang putra. Namun, wanita itu tidak punya keberanian untuk, menghadapi ayah kandung dari kedua anak kembarnya.
__ADS_1
"Jangan risau, Nyonya. Kami hanya bisa memberikan satu kantong darah saja ... lalu untuk selanjutnya mohon secepatnya Anda mencarikan darah lain. Kalau begitu saya permisi."
Wanita itu, terduduk lesu karena saat ini putranya benar-benar berjuang di dalam, ruang perawatan dengan dia yang harus mencari darah lain untuk sang putra.
"Apa aku boleh mendonorkan darahku untuk kakak, Mom?" cetus Rere yang memilih membuka suara, karena anak perempuan itu terdiam membisu sambil ikut menyimak penjelasan dokter.
Gelengan kepala dari mommynya tercinta membuat Rere tidak bisa berkutik karena dia sendiri, benar-benar tidak bisa membantu kembarannya mendonorkan darah.
"Kamu tunggu di sini ya, Sayang! Mommy mau menghubungi mama Ivone. Siapa tahu mamamu itu mau membantu Mommy."
Rere mengangguk dan bersamaan itu tubuh mungil sang mommy menghilang dari pandangan mata yang membuat wanita kecil itu, memancarkan sorot mata kebencian untuk seseorang yang telah membuat kembarannya terbaring tidak berdaya di rumah sakit.
*
*
*
"Apa Ara mengetahui kejadian ini?"
"Nona muda saat ini dalam perjalanan kembali ke istana, Tuan Besar." Satria, pria itulah yang mendapatkan sebuah, rekaman kejadian menimpa sepupu sang Ratu.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
Maura Putri Riyana, seorang dokter muda yang sejak kecil tak pernah tahu perihal sang ayah karena suatu hal.
Dia hidup berdua dengan ibu yang sudah sakit-sakitan. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, ibunya membeberkan rahasia besar serta petunjuk yang selama ini dia simpan rapat-rapat. Bahwa sesungguhnya, Maura masih mempunyai seorang ayah dan memintanya untuk mencari keberadaannya.
Berbekal petunjuk itu, Maura membulatkan tekad untuk memenuhi permintaan terakhir ibunya. Ternyata, jalan yang dilaluinya tidaklah mudah. Banyak rintangan yang harus dia hadapi dalam misi pencariannya.
Mampukah, Maura menghadapi semua itu?
Bisakah Maura menemukan keberadaan ayahnya?
Mari kita simak kisahnya ...
__ADS_1