Belenggu Hasrat Bujang Lapuk

Belenggu Hasrat Bujang Lapuk
Di Usir


__ADS_3

"Saya sependapat dengan Anda, Tuan Besar." Satria menyahut dan membenarkan pendapat dari tuannya. "I ... tu, Tuan Besar sa ... ya ...."


"Kau tidak perlu meminta maaf seperti itu, Sat! Aku memahami apa yang ingin disampaikan olehmu ... tentang kekalahanmu yang tidak pernah bisa menandinginya bukan?" sela Gunawan cepat yang membuat Satria menganggukkan kepala.


Pria senja kembali melanjutkan ucapan, tentang cucu kesayangannya dan bukan bermaksud membanggakan, tapi dia berkata seperti demikian karena memang cucunya tersebut, bukanlah seorang wanita lemah di hadapan siapa pun yang menyinggungnya.


"Itulah mengapa sejak dulu saya tidak bisa mengalahkannya dalam hal apa pun," kata Satria yang begitu lapang dada menerima kekalahan, setiap pria muda itu mengadu skill bersama nona-nya.


Suara tawa yang meledak membuat pria muda tersebut menyungging senyum manisnya, yang membuat dia teringat pada seorang gadis yang diam-diam telah berhasil membuatnya jatuh cinta, hingga tidak berselang lama kemudian Satria pamit undur untuk melakukan tugasnya yang lain.


*


*


*


Dua hari kemudian, sebelum menunggu hasil tes DNA-nya keluar. Saat ini Morgan yang dijuluki bujang lapuk sedang mengobrol, bersama seorang anak dan membuat pria matang itu sangat yakin. Antara dia sendiri dengan anak tersebut ada ikatan darah, yang mana dirinya seperti sedang bercermin di dalam diri pria kecil tersebut.

__ADS_1


"Aku harus memanggilmu apa? Karena kamu terpaksa membuatku berpikir lebih keras, tentang identitas aslimu setelah dokter memberitahukan hal ini padaku. Apa kamu tidak ingin bangun? Aku meminta maaf karena tidak mengetahui hal apa pun tentangmu! Namun, melihatmu terbaring seperti ini membuat hatiku merasa sakit dan bukan itu saja. Kedatanganku menemuimu pun secara diam-diam dari hadapan wanita yang melahirkanmu, sebab akulah yang menyebabkan dia mengalami suatu hal kejadian di masa lampau."


Di hadapan anak tersebut, Morgan bercerita banyak. Tentang dia dan Citra yang membuat mereka, terhubung oleh sebuah takdir. Di mana saatnya pria matang itu, harus mengetahui perihal tentang seorang anak dan tanpa disadari, bahwa dia telah bertemu serta berhadapan langsung dengan kedua anak kembarnya.


Oleh karena itu, tidak tahan dan terlalu menunggu lama. Morgan begitu nekat mendekati anak lelaki yang diajak mengobrol dengannya. Bahkan yang membuat pikiran pria matang dipenuhi tanda tanya adalah, identitas dari anak itu yang begitu rapi disembunyikan dan dia begitu terkejut, saat salah seorang dokter mengatakan pasien yang dirawat merupakan seorang pria kecil.


Hal tersebut membuat dirinya akan menemui salah seorang dokter untuk dimintai, keterangan perihal identitas dari anak lelaki tersebut.


Tidak berselang lama kemudian, dia kembali mengajak pria kecil mengobrol, di mana seketika itu dirinya dikejutkan oleh sebuah jemari yang bergerak, dengan kedua mata yang terpejam perlahan terbuka hingga membuat Morgan, begitu sangat senang dan tidak lupa jemarinya memencet sebuah tombol di samping brankar, untuk memanggil seorang perawat yang akan memeriksakan kondisi pasien tersebut.


"Anda tidak perlu risau, Tuan! Kondisinya yang telah berhasil melewati masa kritis, tidak ada hal lain yang perlu diwaspadai." Sesampainya menjawab pertanyaan darinya, suster yang memeriksa kondisi Renodio pamit undur diri.


Bersamaan itu, terdengar suara lirih yang begitu terang-terangan mengusirnya dari, kamar inap di tempati oleh anak lelaki itu serta membuat lidah Morgan mendadak kelu.


.


.

__ADS_1


.


.


.


Hubungan itu ibarat detakan denyut jantung.


Ketika semua orang berlomba untuk menjadi pasangan terbaik, menyempurnakan diri untuk memikat hati pasangan mereka, hal itu tidak berlaku untuk si gadis desa dengan sgala kekurangannya.


Cantikkah? Pintarkah? Kayakah? Jawabannya TIDAK. Asma hanya gadis desa yang bekerja sebagai buruh pabrik, tetapi takdir mempersatukan garis nasib bersama Reyhan Aditya—pria dengan title bule kulkas.


Kehidupan damai dalam kesendiriannya menjadi penuh drama. Semua karena pernikahan yang dia lakukan. Istri sederhana dengan segudang keinginan selama fase kehamilan yang selalu menjadi pemicu peningkat kesabaran.


Bagaimana pernikahan di antara Asma dan Reyhan akan berlangsung? Apakah kisah tanpa nama menjadi akhir dari segalanya? Saksikan kisahnya hanya dalam Istri Rasa Depkolektor.


__ADS_1


__ADS_2