
Wanita itu pun bertekad akan membuat seorang yang mengejar-ngejar omnya menyesal karena telah, menyinggung sebuah keluarga yang memang selama ini tidak bisa disinggung dengan mudah.
Selesai bermain-main dengan laptopnya. Ratu Araela memutuskan menyudahi penyelidikkan karena dia sendiri tidak tega, melihat raut wajah sang suami yang merajuk ketika dirinya lebih memilih bermain dengan laptop, dan membuat wanita itu mempersiapkan diri jika suaminya meminta jatah lebih di malam hari.
Malam-malam harus membuatnya senang! Dasar dia sama sekali tidak berbeda dengan dulu. Bahkan saat pertama kali aku menyerahkan diri, setelah menikah mendadak dengannya. Namun, terlepas dari semua yang telah terjadi, hingga kini aku begitu sangat mencintainya meskipun tidak pernah terucap dariku!
*
*
*
Di rumah sakit tempat Reno mendapatkan perawatan, dengan Citra yang begitu terkejut mendengar kabar dari dokter, bahwa darah untuk putranya telah disalurkan. Namun, sang dokter justru enggan memberi informasi lebih, tentang seseorang yang sukarela mendonorkan darahnya.
"Kenapa orang itu, tidak mau memberitahukan bahwa ia yang mendonorkan darahnya, Dok?"
"Saya meminta maaf pada Anda, Nyonya. Beliau benar-benar tidak ingin Anda, mengorek lebih tentang informasinya!"
Mengambil napas panjang yang diembuskan secara, membuat wanita itu meminta pada sang dokter, untuk menerima kantong darah yang sedang dalam perjalanan, sedangkan dokter yang merawat Renodio pun menyanggupi permintaan tersebut.
Sambil menunggu keadaan pasien yang telah berhasil melewati masa kritis, dengan Citra memutuskan membeli makanan untuk dirinya dan sang putri. Mengingat kedua wanita berbeda generasi sampai melupakan sarapan di malam hari.
*
*
__ADS_1
*
Sementara itu, di tempat lain anak buah sang Ratu berhasil meringkus Liora, yang akan mempersiapkan diri kabur dari tempat persembunyiaannya. Hal tersebut membuat wanita itu, mengumpat geram dengan seseorang yang tiba-tiba meringkusnya.
"Berani-beraninya kalian menangkapku!" Berteriak sambil memberontak di dalam genggaman kedua tangan anak buah sang Ratu, di mana salah seorang menyahut ucapan dari wanita tersebut.
"Silakan jawab itu di hadapan nona kami! Lansung saja bawa dia! Jangan sampai membuat nona marah. Kalian paham!"
Beberapa rekan Joko yang ditugaskan oleh sang Ratu mengangguk, tanpa memedulikan teriakkan dari target yang diringkus rekannya.
Setelah itu, dia pun menghubungi sang Ratu dan melaporkan bahwa dirinya telah berhasil menyelesaikan tugas yang menjadi beban di pundak, begitu panggilan tersambung dengan seorang di arah seberang ponsel.
"Apa yang ingin kau sampaikan, Ko?"
"Bawa dia menghadapku!" Ratu menitah dengan nada dinginnya.
"Baik, Nona. Titah Anda akan saya lakukan."
Sambungan terputus dengan nona-nya mematikan secara sepihak, dengan dia memberi arahan kepada reka-rekannya agar membawa target, untuk menghadap kemarahan dari sang Ratu Araela yang telah, disinggung oleh seorang wanita licik seperti Liora itu sendiri.
*
*
*
__ADS_1
Di tempat lain, dengan Morgan yang sudah tidak sabar menunggu hasil tes DNA keluar, mengingat pikiran pria matang sejuta pesona itu, selalu memikirkan sesosok kedua anak kembar yang menghantui mimpinya belakangan ini.
"Aku sudah tidak bisa menunggu terlalu lama! Ingin ku' cepat-cepat membawanya ke hadapan si baby, lalu aku akan mengurungnya sesuai, dengan hasratku yang selama ini masih terbelenggu oleh cinta-nya."
Selesai mendonorkan darahnya, di apartemen pribadi Morgan bergumam sendiri, sambil mengisap rokok yang terselip dan diembuskan ke udara. Pria matang itu, kembali teringat ....
.
.
.
.
.
"Maafkan aku, tak bisa menepati janjiku untuk tetap setia padamu, sayang. Pada akhirnya aku kalah dengan nafssu." Jeff bersimpuh di depan istrinya, Queen Ariana. Pria itu menyesal karena tak bisa menepati janji nya pada sang istri, untuk tetap setia dengan nya.
"Aku sudah menyiapkan hatiku saat hal ini terjadi, aku cukup tau diri, Mas." Queen tersenyum manis, nyatanya sudah dari lama dia mengantisipasi hal ini.
"Aku hanya wanita pelampiasan hasrat, sadarlah Kirana. Kau tak berarti apapun bagi tuan Jeff, karena dia mencintai istrinya." Kirana Andriana, perempuan yang mengorbankan masa depan nya sendiri, demi melunasi hutang-hutang yang di tinggalkan sang ayah.
Akankah Jeff membuka hatinya untuk Kirana? Setelah banyak malam yang mereka lewati bersama, akankah perasaan nya berubah pada Kirana?
__ADS_1