
"Aaarrhhhh" Teriak Eylul saat melihat Janes disampingnya dan memeluk dirinya.
Dengan segera James membungkam mulut Eylul menggunakan Telapak tangannya."Sssttts kau ingin membangunkan seluruh penghuni disini dengan teriakanmu ya..Diamlah." Ucap James dengan suara yang berat.
Eylulpun mengangguk pertanda ia tidak akan berteriak lagi.Dan dengan perlahan James menurunkan tangannya dan kembali memeluk Eylul "Tu..tuan." Panggil Eylul sambil mencoba meronta melepaskan tangan James pelan pelan.
"Diamlah Eylul biarkan begini sebentar saja aku lelah." Ucap James dengan kelopak mata yang terpejam.
"T..tapi tuan." Ucap Eylul lagi kini ia semakin panik sendiri.
"Aku bilang diamlah jika kau menurut aku pastikan tidak akan terjadi apa apa denganmu." Ucap James sambil mengeratkan pelukannya terhadap Eylul.
Sedangkan Eylul mulai kesulitan bernafas karena pelukan James dengan sedikit keberaniannya " Tuan a..aku tidak bisa bernafas." Ucap Eylul dengan bibir yang sudah bergetar.Dan seketika James melonggarkan pelukannya.
"Jangan pergi pergi lagi" Ucap James melantur
"Dia mabuk??astaga.." Ucap Eylul dalam batin.
"Berjanjilah jangan pergi jangan kabur lagi."Ucap James memelas.
"Ya..ya aku tidak akan kemana mana tidurlah."Ucap Eylul menenangkan James setidaknya ia aman jika James Tertidur itu fikir Eylul.
"Berjanjilah dulu kau tidak akan kabur aku mohon."Pinta James.
"Yaa aku berjanji hidup dan matiku hanya milikmu saja kau puas sekarang."Jawab Eylul tanpa berfikir dua kali karena sudah merasa kesal dengan tindakan James.Dan tanpa berfikir dua kali jika terkadang kata kata bisa menjadi sebuah do'a.
Akhirnya James benar benar tidur lelap dengan posisi memeluk Eylul.Meski bukan yang pertama kalinya Eylul tetap merasa canggung karena James bertelanjang dada bahkan celana kerjanya saja tidak ia ganti terlebih dahulu.
"Entah takdir membawaku kemana dan entah pula apa yang terjadi padamu tuan karena saat dirimu bersedih seperti ini aku merasa sesak didalam dadaku." Ucap Eylul dalam batin sambil menatap dalam dalam wajah James sebelum akhirnya iapun ikut tertidur juga.
-----
Pagi harinya James terbangun saat sinar matahari menerpa wajahnya,dengan perlahan ia membuka kelopak matanya melihat sekitar dan tidak ada Eylul disebelahnya.
Dengan segera James bangun mencari cari Eylul hingga mengecek kamar mandi namun tidak ia temukan. "Sial apa dia melarikan diri." James mengumpat dengan kesal sambil mencuci wajahnya diwashtafel.
__ADS_1
James bergegas keluar menuruni anak tangga untuk mencari Eylul dan tiba tiba langkahnya terhenti saat ia menatap kearah dapur dan dengan perlahan ia melangkah menuju dapur.
"Apa yang kau lakukan disini" Ucap James sanbil berkacak pinggang,sontak orang orang yang ada diapur dibuat kaget oleh kemunculannya yang tiba tiba.
"Saya hanya membantu memasak saja tuan" Ucap Eylul dengan santainya sedangkan para juru masak lainnya hanya menundukkan kepalanya karena ketakutan.
"Tugasmu hanya dikebun merawat bunga bukan yang lainnya" Ucap James dingin dengan sorot mata membunuh menatap semua orang yang ada didapur.
"Tuan ini bukan salah mereka ini keinginan saya sendiri,baiklah saya berjanji hanya satu kali ini saja."Jawab Eylul dengan sedikit tersenyum namun aslinya juga mulai takut dengan tatapan James.
"Jangan banyak alasan segera selesaikan" Ucap James tegas
"Baiklah tuan saya akan melanjutkan membuat sarapannya dulu,jika tidak ada yang lainnya lagi anda bisa pergi dulu mandilah atau setidaknya pakailah baju anda dulu" Ucap Eylul santai sedangkan para juru masak lainnya terkejut untuk yang kedua kalinya karena perkataan Eylul.
"Kau!!" Ucap James sambil mengepalkan kedua tangannya setelah itu ia beranjak pergi meninggalkan dapur.
"Nona lain kali jangan seperti ini." Ucap salah satu juru masak.
"Hey apa aku salah bicara tadi." Ucap Eylul sambil melanjutkan masaknya.
"Ya ya baiklah."Ucap Eylul "Memangnya dia akan membunuhku hanya karena aku mengucapkan sebuah fakta,cihh" Ucap Eylul lagi dalam batin.
------
Acara memasak dan sarapan pagipun telah usai kini Eylul bergegas akan mengerjakan tugasnya dihalaman belakang mansion.
"Baiklah let's go Eylul semangat setidaknya kau bisa menjernihkan fikiranmu dengan bunga bunga ini" Gumam lirih Eylul menyemangati dirinya sendiri.
Eylul berjalan menuju batang mawar yang sudah berbunga dengan mekar."Kau cantik sekali aku fikir warna kelopakmu merah muda atau putih ternyata merah tua toh." Ucap Eylul kepada bunga mawar tersebut.
Dengan telaten Eylul merawat setiap batang mawar mulai memotong daun yang sudah kering,membuang ranting yang tidak rapi dan masih banyak lagi.
Tanpa Eylul sadari bahwa James sedang memperhatikannya dari jarak jauh sebelum akhirnya ia beranjak pergi ke kantor.
Pekerjaan itu selesai disiang hari karena tidak terlalu rumit seperti saat awal mula Eylul datang kemansion James.Eylul menyudahinya dan kembali menuju kamarnya untuk membersihkan diri.
__ADS_1
"Tidak terlalu buruk juga berada disini" Gumam Eylul sambil mengeringkan rambutnya didepan cermin.
------
Sore harinya James pulang dan memasuki mansionnya.Seketika ia membuka lebar matanya seakan tidak percaya dengan apa yang sudah terjadi dimana disetiap sudut mansionnya terdapat vas vas berukuran sedang berisi bunga mawar yang berwarna merah terang dan masih segar harumnya pun sampai tercium meski tanpa mendekat ke vas bunga tersebut.
Han yang melihatnya pun tak kalah kaget dan memanggil pak Sam.
"Iya tuan." Ucap pak Sam saat berada dihadapan James dan Han.
"Ceritakan." Ucap James.Pak Sam pun mulai menceritakan.
flashback on
Siang itu Eylul menyelesaikan pekerjaannya dan membawa sekeranjang besar bunga mawar merah ia meminta pak Sam menyiapkan vas vas bunga berukuran sedang.
"Pak Sam dirumah sebesar ini apakah tidak ada vas kecil atau sedang gitu." Ucap Eylul.
"Ada digudang memangnya kenapa nona"Jawab pak Sam
"Bisa minta tolong ambilkan pak sebanyak mungkin gakpapa." Ucap Eylul
"Saya mau mandi sebentar pak nanti taruh saja disana" Ucap Eylul lagi dan hanya mendapat anggukan kecil dari pak Sam Eylulpun bergegas menuju kamarnya.
Setelah mandi Eylul kembali turun kebawah menata bunga mawar tersebut kedalam vas yang disiapkan pak Sam setelah selesai Eylul sendiri jugalah yang menatanya disetiap sudut ruangan katanya "Sayang kan kalau berguguran ditaman belakang mending untuk hiasan rumah" Ucap Eylul kepada pak Sam.
flashback off
"Lalu dimana dia sekarang" Ucap James setelah mendengarkan cerita dari pak Sam.
"Nona Eylul sedang beristirahat didalam kamarnya tuan." Jawab pak Sam.
"Baiklah bangunkan dia saat makan malam nanti." Ucap James sambil beranjak pergi menuju ruang kerjanya dan diikuti oleh Han.
SEKIAN DULU YAA.
__ADS_1