Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 35


__ADS_3

Pagi harinya Eylul sudah sadar terlebih dahulu dan kondisinya semakin membaik.Emira juga sudah melepas infusnya karena ia rasa tubuhnya sudah membaik hanya keadaan Antonius saja yang masih terbaring koma diatas brangkarnya.


Eylul berjalan perlahan dibantu Emira menuju brangkar Antonius disebelahnya yang hanya terpisahkan gorden bangsal.


"Hey kapan kau bangun,apa kau tidak merindukanku hemm,menggodaku hingga aku kesal dan marah padamu" Ucap Eylul saat ia duduk disamping Antonius dengan sesekali menyentuh lengan Antonoius.


"Aku perintahkan kau buka matamu" Ucap Eylul lagi dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Kakak.." panggil Emira lirih.


"Aku Eylul memerintahmu bangun bangunlah,Emira kenapa dia keras kepala hikss hikk" Ucap Eylul sambil menggenggam tangan Antonius,tangisannya pun pecah air mata yang sedari tadi ia bendung mengalir juga membasahi pipinya.


"Kak bersabarlah do'akan saja bos segera sadar" Ucap Emira yang juga mulai ikut terbawa suasana.


"Emi katakan padaku apa dia marah?apa karena aku tidak membalas cintanya?kenapa dia tidak mau bangun Emi" Ucap Eylul dengan linangan air mata.


"Kakak bukan seperti itu,ini sudah direncakan oleh salah satu musuh lama bos Antoni jika saja kemarin aku dan Jackson tidak bersembunyi dibalik pohon mengikutimu secara diam diam mungkin kami sudah diserang terlebih dahulu dimobil" Ucap Emira sambil memeluk Eylul.


Ucapan Emira membuat Eylul terdiam dan mengapus air matanya dengan cepat pandangannya pun beralih menatap tajam kearah Emira.


"Siapa dalang dibalik semua ini katakan!?" Ucap Eylul dingin dengan sorot mata penuh dendam.


"Jackson sedang menyelidikinya dan harusnya dia sudah disini mungkin menunggu diluar" Jawab Emira.


"Emi ada yang ingin aku tanyakan?" Ucap Eylul menggantung membuat Emira sedikit gugup.

__ADS_1


"Sejak kapan kau mendonorkan darahmu untuk Perdi?" Ucap Eylul kini sorot matanya sudah kembali teduh.


"Oh..it itu sejak awal aku bertemu dengan bos,waktu itu Jackson menjemputku secara paksa saat aku pulang sekolah awalnya aku mengira akan diculik namun ternyata ada bos Antoni yang kondisinya sangat memilukan dan badannya penuh dengan darah,saat itu Jackson tanpa meminta ijin terlebih dahulu memaksa mengambil darahku untuk didonorkan pada bos Antoni yang akan menjalani oprasi" Jawab Emira sambil mengingat ingat kejadia masa lalu.


"Bagaiman Perdi atau Jack tau golomgan darah kalian sama padahal kalian tidak saling kenal" Tanya Eylul


"Itu mudah saja kak bagi golongan mafia seperti mereka dalam hal mencari informasi pribadi orang lain" Jawab Emira..


"Bemar juga jadi apakah Antonius mengetahui privasiku juga" Ucap Eylul dalam batin.


"Lalu apa yang terjadi pada Antonius waktu itu hingga dia kehabisan darahnya?" Tanya Eylul lagi.


"Saat itu bos Antoni terluka parah dari sedikit cerita yang aku dapat dari Jackson bahwa bos selesai bertarung dengan salah satu saingan mafianya saat perebutan senjata ilegal,itu juga terlihat jelas banyak luka sayatan maupun tembakan" Jawab Emira polos.


"Jadi Perdi kalah?dan kau tau tidak siapa yang menjadi musuh Perdi saat itu?" Tanya Eylul lagi


"Harusnya dia tidak menjadi mafia kalau masoh bisa dikalahkan,apa iya yang dipikirkannya hanya serangga di Hareem mangkamya dia kalah" Ucap Eylul dalam batin.


"kak?" Panggil Emira dan seketika itu Eylul tersadar dari lamunannya.


"Ahh ya..anu bisa minta tolong panggilkan Jackson dan dokter yang menangani Perdi?" Ucap Eylul yang segera dilaksanakan oleh Emira.


"Nona ada yang bisa saya bantu" Ucap Jackson setelah ia tiba diruangan Eylul dan Antonius dirawat bersama Emira dan dokter Baron


Namun Eylul hanya menjawabnya dengan senyuman manis dan beralih menatap dokter Baron "Kapan Perdi akan kembali sadar" Ucap Eylul dingin diiringi senyuman ganjil pada wajahnya.

__ADS_1


*Glekk*..Dokter Baron menelan salivanya dengan kasar saat pandangannya bertemu langsung dengan Eylul.


"Hidupku akan gila satu Antonius saja bisa membuatku mati berdiri ini malah muncul Antonius versi perempuan" Ucap dokter Baron dalam hati.


"Ron kalau ditanya itu jawab kau mau mati konyol disini" Ucap Jackson setengah berbisik sambil menyenggol lengan dokter Baron.


"Ah..oh..em An..Antonius akan segera sa..sadar dua atau ti..tiga hari kedepan nona" Ucap donter Baron sambil terbata karena gugup.


"Baiklah kau boleh pergi" Ucap Eylul tanpa ekspresi.


"Jack bagaimana penyelidikanmu? Tanya Eylul tanpa basa basi setelah kepergian dokter Baron.


Jacksonpun mendekat kearah Eylul duduk "Daniel Isaac Khan,seorang mafia dari negara P hampir semua wilayah negara P adalah wilayahnya,dalam menjalankan bisnisnya ia menggunakan sarana keagamaan.Dia juga pernah terlibat pertarungan dengan bos beberapa tahun lalu saat perebutan senjata ilegal yang diberikan oleh Edrick Oden" Jawab Jackson


Eylul hanya manggut manggut saja menggabungan cerita Emira dan penyelidikan Jackson


"Jadi masih satu orang yang sama dan bosmu tidak mampu mengalahkannya" Gumam lirih Eylul.


"Baiklah malam ini kita berangkat menuju negara P kita serang mansion Daniel Isaac" Ucap Eylul santai sambil memakan bubur yang mulai dingin karena sedari dihidangkan Eylul belum menyentuhnya sama sekali.


"Apa!!!" Ucap Jackson dan Emira bebarengan.


"Hey kalian mau membangunkan bosmu yang sedang koma itu pelankan suaramu" Ucap Eylul sambil menunjuk Antonius menggunakan sendok.


"Tapi kak-" Ucap Emira

__ADS_1


"Kalian kemarilah akan kuberi tahu strateginya" Ucap Eylul.


BERSAMBUNG DULU YA KAK


__ADS_2