
Kediaman Anderson
Mereka telah sampai dihalaman rumah Nislen dan Han sudah masuk duluan kedalam rumah tinggallah Eylul dan James.
"kau tidak lupa kan dengan semuanya." Ucap James sambil menatap Eylul.
"Ti..tidak tuan saya akan berusaha membuat nona Luna tersenyum." Jawab Eylul
Mereka berdua memasuki rumah utama.Eylul berjalan mengikuti kesetiap arah James berjalan.
"ini baru disebut rumah meskipun sangat wahh tapi sederhana sekali seperti rumahku" Ucap Eylul dalam batin dan seketika berhenti melangkah saat serasaak sesak didalam dadanya mengingat rumahnya dulu orang tuanya dulu.
James yang memperhatikan Eylul dengan mata yang sedikit berkaca kacapun akhirnya berbalik.
"Kau ingin membuat aku terlihat jahat dimata keluargaku ya" Ucap James dengan nada lirih.
"emm..emn tidak tuan maafkan saya" Jawab Eylul sambil memalingkah wajahnya
James dan Eylul menaiki tangga menuju lantai dua dimana sudah ada Nislen yang berdiri didepan pintu kamar menunggu kedatangan James.
"Ma kenapa tidak langsung masuk saja." Ucap James kepada Nislen.
"Mama sudah memanggilnya Al tetapi tidak ada jawaban dari dalam dan pintunya terkunci dari dalam." Jawab Nislen dengan sedikit cemas.
"Apah!!." Ucap James kaget sedangkan Eylul hanya terdiam saja.
"Luna buka pintunya sayang ini kakak." Ucap James dengan sedikit tenang namun masih hening tidak ada jawaban.
"Lun,ini kakak buka pintunya yaa kumohon." panggilJames lagi namun kali ini kecemasannya tidak bisa ia sembunyikan.
"Lun,Luna,Lunara buka pintunya sayang ini alferdmu Luna." Panggil James sambil berkali kali memanggil dan mengetok pintu kamar Lunara.
"Tu..tuan apakah tidak ada kunci cadangan lain" Celetuk Eylul ditengah kecemasan James.
"Tidak ada nona karena pintunya dikunci dari dalam pasti Luna sudah mengambil ya dari kepala pelayan." Ucap mama James dan kini air matanya tidak bisa ia bendung lagi.
"Adikmu Al" Ucap Nislen .
__ADS_1
"Tuan anda dobrak saja pintuny" Ucap Eylul iapun mulai ikut ikutan panik.
"Kau benar." Jawab James.James mulai membuka pintu namun berkali kali gagal,Kini Eylul pun mendekatkan badannya dan ikut membantu mendobrak pintu menggunakan badannya
Bruakk..Pintu pun akhirnya terbuka Eylul hampir saja terhempas namun saat dirinya akan jatuh dengan sigap James menahan tubuh Eylul.
"LUNARA!!!" Panggil Nislen dengan nada yang keras sontak saja James dan Eylul terkejut mereka berdua menoleh kearah Luna.
Luna tergeletak dilantai tepat disebelah meja rias dengan dahi yang sedikit berdarah.
"Lun,Luna bangun sayang"Ucap James sambil menggoyangkan tubuh Luna.
"Ma panggilkan dokter Eylul ambilkan air putih" Printah James dengan sigap Nislen menghubungi dokter keluarga sedangkan Eylul berlari keluar menuju dapur.
Setelah memastikan tidak ada luka yang sangat serius James menggendong Lunara keranjangnya.
"Luna bangunlah sayang aku mohon" Ucap James dengan nada lirih.
Tak lama kemudian Eylul masuk bebarengan dengan seorang dokter wanita muda cantik tertulis nama Alisha Stevani seragam putihnya.
"Kalian mundurlah dulu biar aku periksa" Ucap dokter Alisha.
"Tidak terjadi hal yang cukup serius,selalu awasi dia dan ajak dia ngobrol jangan biarkan dia seorang diri Jem,dari luka yang aku lihat mungkin dia mencoba untuk berdiri meskipun itu mustahil ditambah sistem kekebalan tubuhnya terus menurun dia terjatuh dan kepalanya terbentur meja rias" Ucap dokter Alisha.
Sekilas domter Alisha menatap Eylul dengan ekspresi tidak terbaca."Terimasih lisha kau datang tepat waktu." Ucap James
"Kebetulan aku pulang dari rumah sakit dan berada dijalan depan" Jawab dokter Alisha dengan ramah.
"Ah yaa aku akan meresepkan beberapa obat agar sistem imunnya menjadi baik dan besok infusnya sudah bisa dilepas karena nona Luna sedikit kekurangan cairan." Ucap dokter Alisha lagi sambil tersenyum.
"Ini resepnya kau bisa membelinya diapotik" Ucap dokter Alisha lagi sambil menyodorkan sebuah kertas kepada James
"Baiklah terimakasih dokter Lisha mari saya antar keluar." Ucap Nislen
Seperginya Nislen dan dokter Lisha tinggallah James Eylul dan Luna.Eylul yang sedari datang hanya memilih diam tidak banyak berbicara dan menyaksikan semua yang terjadi.
"Kau pergilah kekamarmu aku akan menjaga Lunara malam ini." Ucap James dingin,namun belum juga Eylul menjawab terdengar erangan kecil.James dan Eylulpun menoleh bersamaan kearah Lunara berbaring.
__ADS_1
"Luna kau sadar juga,adakah yang sakit sayang minumlah dulu." Ucap James sambil membantu Luna agar sedikit bersandar dan memberinya minum.
Luna yang mulai sadar langsung saja menunjukan wajah tidak sukanya dan marah.
"Siapa kau!,kak siapa dia!bukankah aku sudah bilang tidak ada yang boleh memasuki kamarku!!" Ucap Luna dengan sedikit keras.
James menoleh kearah Eylul dan memberikan bahasa isyarat mata agar Eylul pergi keluar namun apa yang dilakukan oleh Eylul membuat James tercengang.
"Hay kau yang bernama Lunara ya,Aku Eylul" Ucap Eylul sambil menunjukkan wajah cerianya dan mengulurkan tangannya,namun tak kunjung mendapatkan jawaban atau balasan dari Lunara.
"Luna apa kau marah,maafkan aku yaa" Ucap Eylul lagi sambil memegang kedua telinganya dan memanyunkan bibirnya seolah sepeti anak kecil yang tengah melakukan kesalahan dan sedang merayu.
Lunara masih dengan ekspresi marahnya melipat kedua tangannya didepan dada.Tiba tiba Eylul menggeser James yang duduk dipinggiran ranjang Lunara dengan kasar hingga hampir terjengkang,Eylul duduk dipinggiran ranjang yang tadi diduduki oleh James namun tidak lagi karena James sudah berpindah.James yang diperlakukan seperti itu seakan akan tidak terima dan ingin sekali mencabik cabik Eylul.
"Kau yang bernama Lunara ya,kau sangat sangat cantik lebih cantik dari foto yang kulihat dimansion James,Jangn marah yaa maafkan aku sudah lancang masuk kedalam kamarmu,aku tadi ikut cemas saat kau pingsan yaah...ya" Ucap Eylul dengan tersenyum sambil menyatukan kedua telapak tangannya didepan dada seperti memohon.
Lunara mulai tertarik dengan Eylul apalagi saat Eylul mengatakan bahwa dirinya lebih cantik daripada didalam foto.Berbeda dengan James yang terlihat masih kesal dengan tindakan Eylul.
"kau sangat lucu sekali nona tapi jangan sebut namaku Lunara jika tidak bisa berakting dengan baik,Cihh wanita sepertimu mungkin hanya mendekati kakakku karena hartanya kan seperti nenek sihir itu." Ucap Lunara dalam batin.
"awas saja kau,tunggu saja pembalasanku!" Batin James.
"Luna jangan diam saja,berjanjilah bahwa jangan nekat lagi sepertu tadi ya" Ucap Eylul
Lunara kembali menatap wajah Eylul dengan lekat "Tetapi tidak ada sorot kebohongan dimata nona ini apa dia memang orang baik yaa" Ucap Lunara dalam batin.
"Luna jangan marah jangan diulangi yaa aku ada kejutan untukmu loh kau pasti akan suka."Ucap Eylul lagi dengan nada yang sangat lirih.
"Kejutan apa?" Jawab Lunara jutek,namun cukup membuat James dan Eylul merasa lega bahwa Luna sudah tidak semarah tadi.
"Kejutannya adalah.."..
**UDAH YAA BERSAMBUNG DULU..
BYE BYEE
HAPPY READING ALL**
__ADS_1
VOTE & LIKE DONG JANGAN LUPA KRITIK DAN SARANNYA DIKOLOM KOMENTAR.