
Didalam sudut ruang kerjanya James tak henti hentinya memandang kesebuah layar monitor yang menampilkan sebuah rekaman video didalam ruangan bangsal rumah sakit.
James sengaja memasang sebuah kamera cctv berukuran sangat kecil hingga sangat sulit diketahui dengan mata telanjang tepatnya pada ruang rawat inap Iren.
Merasa bosan didalam ruangannya James berjalan menuju halaman belakang mansionnya yang tak lain menuju ladang bunga mawarnya.
Selama ini hanya bunga bunga mawar itulah yang menenangkan James disaat ia merasa kalut terlalu memikirkan Eylul.
Bayang bayang wajah Eylul selalu terlintas didalam benaknya dari awal mula mereka bertemu tepat dimana tanpa sadar James mencium paksa Eylul di Club Jessica.
Ditengah tengah hamparan bunga mawar berwarna hitam yang luas tersebut James mencurahkan seluruh isi hatinya,dinginnya angin malam yang menerpa wajahnya seakan menambah kesan dinginnya hati seorang James.
"Mengapa?aku selalu bisa mendapatkan apa yang aku inginkan tetapi mengapa tidak denganmu!!"
"Arrghhhh sebenarnya hatimu itu untuk siapa?jika tahu begini aku tidak akan memanfaatkan dan melepasmu Eyl!!" Ucap James setengah berteriak sambil mengacak acak rambutnya sendiri.
James memanglah seorang CEO sekaligus pimpinan mafia dinegara B ia selalu mendapatkan apapun yang ia inginkan namun kali ini tidak bahkan meskipun harus mengeluarkan uang yang cukup banyak keinginannya itu tidak akan mampu ia beli.
"Maaf mengganggu waktumu bos" Ucap Han yang tiba tiba muncul dari belakang James.
__ADS_1
"Katakan!" Jawab James dingin.
"Mengenai misi pencarian kita selama ini telah berhasil bos" Ucap Han sambil menundukkan kepala.
"Lalu dimana dia?" Tanya James sambil memetik setangkai bunga mawar dari batangnya.
"Dia baru sampai kemarin disini dan sekarang tinggal disebuah apartemen mewah xxx" Ucap Han.
"Baiklah pantau saja dia jangan lakukan apapun entah mengapa aku merasa bimbang" Ucap James.
"Maksudnya bos?" Tanya Han yang mulai penasaran.
"Sepertinya kau sudah mulai jatuh cinta kepada nona Eylul ya" *Han.
"Menurutmu aku harus bagaimana?disatu sisi Cassu sudah kembali disatu sisi lain aku merasa sedih tanpa adanya Eylul apalagi dia meninggalkanku setelah kejadian pada pesta Lunara,aku benar benar ceroboh Han" Ucap James lagi dan kini terdapat dua tangkai bunga mawar hitam.
"Sepertinya anda harus menjalaninya seperti air yang mengalir bos tapi sebelum itu mantapkan dahulu hatimu akan berlabuh kepada siapa jika kau masih mencintai nona Cassandra maka kau juga harus bisa melepas dan melupakan nona Eylul begitupun sebaliknya tidak mungkin kan seorang James yang terkenal dengan kekuasaan dan kesetiaannya memilimi istri dua" Ucap Han datar.
"Kau benar dan selama ini mawar mawar inilah yang sudah menjadi belenggu cintaku kepada Eylul meskipun terkadang aku masih berharap Cassu akan kembali"
__ADS_1
"Baiklah Han trimakasih aku akan segera memutuskan hatiku untuk siapa,tak kusangka meskipun kau jomblo tapi masih bisa memberikan saran terbaik padaku" Ucap James seraya menepuk bahu Han secara perlahan.
"Jiwa jombloku meronta ronta bos,jika saja aku tidak bersumpah pada ayahku maka mungkin saja aku sudah menikah sekarang,cihh" Ucap Han dalam batin sambil menatap punggung James yang kian pergi meninggalkannya sendirian.
James melangkahkan kakinya menuju lantai dua tepatnya ia memasuki kamar yang dulunya ditepati oleh Eylul.
James merebahkan badannya diatas ranjang berukuran besar dengan sprei berwarna putih kesukaan Eylul dan perlahan mulai memejamkan mata.
"Aromamu ini membuat candu pada diriku semakin tinggi,perpaduan antara jasmine dan bau dari mawar segar" Gumam James
Bayangan Eylul kembali menenuhi fikiran James saat saat dimana pertama kali James membawa Eylul kedalam mansionnya,saat James menyusul Eylul tidur,saat James menggoda Eylul tanpa henti dan banyak hal lainnya.
Tanpa sadar buliran air mata mengalir dari sudut kelopak mata James begitupun telapak tangannya yang mengeluarkan darah saat ia menggenggam erat dua tangkai bunga mawar hitam yang masih berduri.
"Aku merindukanmu Eyl,kau telah membelenggu hatiku dan hidupku dengan mawar mawar yang kian menghitam ini" Ucap James sebelum akhirnya ia tertidur dengan posisi tangan yang masih menggenggam erat tangkai mawar berduri.
BERSAMBUNG.
__ADS_1