
Didalam ruangan tersembunyi tersebut hanya ada sebuah meja dan kursi yang terbuat dari bahan logam.
Dibelakangnya ada sebuah rak buku yang menempel pada dinding.
Eylul duduk dikursi tersebut dan menaruh kedua telapak tangannya diatas meja.
Terdengar bunyi "pip" Dan dalam sekejap meja dan kursi yang saling terhubung itupun berputar menghadap rak buku.
Buku buku yang sudah tertata dengan rapi itupun bergerak dengan sendirinya menyamping hingga muncullah beberapa layar monitor dari balik kayu rak dan muncul juga Keyboard laser dari meja logam tersebut.
Eylul menghidupkan semua layar monitor dan setelah itu jemarinya berkutat diatas meja yang terdapat Keyboard laser.Tak lama kemudian layar monitor itupun menampilkan rekaman seluruh ruangan dirumah besar itu.
"Nona sejak kapan ada ruangan rahasia seperti ini,bahkan saya sudah lama berada disini namun tidak mengetahui jika ada CCTVnya" Ucap pak Alex lirih yang masih diiringi sedikit ketakutan.
"Entahlah paman sejak kapan papa memasang kamera pengawas dirumah ini yang aku ingat waktu kecil aku sering bermain disini hanya sekedar menemani papa bekerja lalu papa membuatkan kunci ini khusus untukku" Ucap Eylul dengan pandangan yang masih fokus kepada beberapa layar monitor.
Eylul,Emira dan pak Alex memandangi layar monitor dengan seksama hingga suatu malam ada seorang wanita yang postur tubuh dan wajahnya benar benar mirip dengan Eylul.
"Sepertinya ada Eylul palsu dirumah ini" Ucap Eylul santai.
Pak Alex masih bingung dengan ucapan Eylul "Maksudnya nona?" Tanya pak Alex.
Kemudian Eylul menceritakan kisahnya mulai dari penculikan malam itu hingga ia berakhir ditangan Antonius namun untuk bagian misinya Eylul masih memilih untuk diam.
"Jadi begitu paman,jika kau tidak yakin kau bisa menanyakan pada adik angkat baruku itu" Ucap Eylul diakhir penjelasannya sambil menunjuk kearah Emira.
"iy..iya paman selama ini kak Eylul diluar negri bersamaku kok" Ucap Emira.
"Ini benar benar nona muda kami,aku tahu bahwa ada yang salah nona muda tidak akan bertindak kasar seperti dia" Ucap pak Alex sambil menitikan air mata.
"Kalian bersabarlah dulu paman sepertinya aku juga membutuhkannya,begini saja nanti paman ceritakan padaku ya aku yang akan mengabarinya terlebih dahulu,untuk sementara waktu paman rahasiakan ini dulu dan urus semua pelayan yang tadi juga melihatku" Ucap Eylul yang memiliki rencana lain.
"Kapan kapan aku akan berkunjung kemari jika Eylul palsu itu tidak ada dirumah" Ucap Eylul lagi.
"Tapi bagaimana saya membedakan kalian berdua,wajah kalian benar benar sama nona" Ucap pak Alex
__ADS_1
"Itu mudah kita pakai kode,jika suatu saat bertemu atau telvon aku akan menggunakan kata paman bagaimana?" Ucap Eylul.
"Baiklah nona" Ucap pak Alex
Pak Alex pergi meninggalkan ruangan tersebut meninggalkan Eylul dan Emira.
"Apa rencanamu kak?kenapa kau biarkan saja wanita itu?" Tanya Emira
"Emira aku tau bahwa dia sedikit bermanfaat selama aku menjalankan misiku maka aku akan meninggalkan rumah ini dan perusahaan milik papa yang entah bagaimana keadaannya sekarang" Jawab Eylul dengan tatapan kosong kearah monitor.
Emira kembali terdiam menatap Eylul yang menitikan air mata kemudian ia juga melihat kearah monitor tepatnya diruangan yang tadi ia masuki dengan Eylul.
Eylul dan Emira melihat rekaman adegan ranjang dimana pemainnya adalah Johan kekasih Eylul dan wanita yang mirip dengan Eylul.
Eylul pergi dari rumahnya setelah menyelesaikan segalanya dan setelah berpamitan kepada pak Alex.
Mobil sportnya melaju dengan kencang hingga mereka sampai gedung diapartement.
Eylul dan Emira memasuki apartemen baru yang disiapkan oleh Antonius.
"wahh kak aku tidak menyangka akan mendapatkan fasilitas semewah ini" Ucap Emira sambil modar mandir berkeliling area apartemennya.
"Tidak pernah kak,tapi entahlah aku nyaman memiliki bos seperti dia" Jawab Emira yang masoh asyik berkeliling.
"kakak kamarku yang sebelah kiri ya,ayo coba lihat kesana itu mungkin kamarmu,ayo ayoo" Ucap Emira sambil menarik narik lengan Eylul seperti anak kecil yang meminta sesuatu.
"Ya ya..baiklah ayo" Ucap Eylul dan berjalan mengikuti Emira.
"Wahh kakak lihatlah kamarmu tidak jauh berbeda dari kamarku tapi coba lihat semua baju wanita ini masih baru" Ucap Emira sembari berjalan mengelilingi kamar Eylul dan menuju ruang ganti.
Eylul kembali mengeryitkan dahinya."Untuk apa dia mengeluarkan uang sebanyak ini bukankah aku hanya disini bebarapa hari saja" Gumam Eylul lirih
"Kakak lihatlah bajumu hanya berwarna hitam dan putih saja" Ucap Emira.
"Tidak apa apa lagipula aku suka warna putih dan Emi istirahatlah apa kau tidak lelah" Ucap Eylul.
__ADS_1
"Lelah sih tapi aku lapar tadi tidak jadi makan siang dirumah kakak" Jawab Emira sambil mengusap usap perutnya.
"Dasar bocah yasudah ayo kedapur aku akan memasak untukmu" Ucap Eylul
Emira menggandeng tangan Eylul dengan sangat girang menuju dapur.
Sesampainya dapur Eylul mencari bahan yang bisa ia masak didalam kulkas dan mulai memasak sedangkan Emira hanya menjadi pengamat karena pada dasarnya ia tidak pernag tau mengenai dapur.
"Kakak" Panggil Emira
"Hemm"
"Memangnya kau bisa masak?kan selama ini kau tinggal dirumah besar seperti seorang putri"Ucap Emira.
"Kau meremehkanku ya,biarpun aku tinggal dikeluarga yang cukup mampu tapi almarhumah mama dan pak alex selalu mengajariku menjadi mandiri" Jawab Eylul sembari memasak.
"Kakak kapan kapan ajari aku juga ya,aku tidak mau diremehkan oleh bos Antoni lagi" Ucap Emira.
"Memang apa yang dia katakan padamu?" Tanya Eylul.
"Dia berkata bahwa aku ini wanita yang payah,tapi itu salahnya sendiri karena setiap ada waktu luang dia akan mengajariku menembak dan bela diri" Jawab Emira dengan sedikit kesal.
"Lalu kenapa kau mau saja,kenapa tidak meninggalkannya dari awal" Ucap Eylul.
"Ya dia baik kak kepadaku,saat itu dialah yang membantu biaya sekolah menengah atasku meskipun dia orang asing jadi sebagai rasa berterima kasihku aku mengikutinya" Jawab Emira.
"kau bilang baik?orang yang sudah membunuh ayahmu itu baik?" Ucap Eylul
"Ya itu memang salah ayahku sendiri yang sudah berselingkuh,dan aku melihat sendiri saat itu tuan Antoni benar benar marah seperti iblis" Jawab Emira
Seketika Eylul teringat dengan cerita Antonius mengenai kematian ibunya,dan Eylul masih berfikir mungkin saja Antonius menolong Emira sekaligus membunuh ayah Emira karena rasa sakit hatinya.
"Sudah bantu kakak memindahkan makanan ini kemeja makan" Ucap Eylul.
"Iyeayyy kakak aromanya sangat lezat sekali uhh perutku berdemo" Ucap Emira
__ADS_1
"Sudah makanlah jangan berbicara saat makan" Ucap Eylul.
BERSAMBUNG