
"bagaimana anda tau" tanya Eylul sedikit penasaran
"itu mudah saja untukku,kau sekarang milikku sayang persiapkan saja dirimu semakin kau patuh semakin aman pula nyawamu disini" ucap wanita bernama Jessica itu sambil berdiri mengambil sesuatu dari dalam laci
"a..ap.. apa yang kau lakukan jika aku tidak mau menurutimu" tanya Eylul sambil gugup setelah melihat Jessica yang mengeluarkan sebuah pistol dan map berwarna coklat..
Jessica berjalan mendekati Eylul yang mulai ketakutan lalu menyodorkan map yang tadi ia ambil "baca itu dengan teliti dan keras" ucap Jessica sembari kembali duduk dihadapan Eylul sesekali pula ia menyesap rokok yang terapit dengan manis dijarinya
Dalam map coklat terdapat beberapa kertas yang berisi tulisan bahwa Eylul menjadi jaminan dari hutang 2 milyar,Eylul yang bertanggung jawab dalam hal melunasi hutang tersebut,jika Eylul tidak sanggup membayar hutang tersebut maka sebagai gantinya Eylul harus mengikuti apapun perintah Jessica dan itu bersifat mutlak.Disana juga tertera cap jempol serta tanda tangan Eylul.
Eylul membulatkan mata saat sedang membacanya dan mencoba menahan buliran bening pada pelupuk matanya agar tidak jatuh
"Jessy apa ini,ini bukan aku,ak..aku tidak pernah membuat surat perjanjian seperti ini,ini palsu jessy hikss hikss" ucapnya Eylul dengan tubuh yang mulai begetar antara panik dan bingung
"Apakah kau buta dan tuli,panggil aku madam jessy beraninya kau menyebut namaku,dan ya kau tidak lihat bahwa tanda tangan itu asli menurutlah saja"Ucap Jessica sedikit tegas
__ADS_1
"ta..tapi ini bukan aku jes-..embb madam maksutku,dan siapa yang hutang padamu la..lalu kenapa harus aku yang menanggungnya" jawab Eylul lagi..
"terima saja takdirmu semakin kau diam semakin itu lebih baik,soal itu aku hanya meminjamkan uang saja padanya dan kau sebagai jaminannya sudahlah tak usah menangis persiapkan saja dirimu disini dan terima takdirmu" Jessica menjawab dengan nada sedikit angkuh
"apa ini,takdir macam apa siapa yang meminjam uang sebanyak itu dan menjadikanku korban apa salahku disini hikks hikss aku berjanji aku akan melunasinya ijinkan aku keluar" Ucap Eylul memelas.
"Sudah kuduga angka 2milyar itu kecil untuk seorang anak kolonglomerat sepertimu,tapi tidak semudah wajahmu sungguh sangat menguntungkan disini" Ucap Jessica seraya melangkahkan kakinya pergi.
Tak lama setelah Jessica keluar masuklah satu lagi perempuan yang tak kalah seksi dari Jessica rambutnya sedikit gelombang memakai rok ketat dan mini atasannya memakai sabrina yang sedikit memperlihatkan belahan dadanya
Segera pula Eylul mengusap air mata yang membasahi pipinya sebelum meraih uluran tangan Clara dan berdiri mengikuti kemana Clara membawanya..
Eylul mengikuti langkah kemana Clara berjalan lagi lagi Eylul dihadapkan dengan pemandangan yang membuat matanya sakit dimana banyak perempuan yang tanpa malu memakai baju kurang bahan sedang merayu para lelaki dan bau alkohol yang menyengat.
"kau akan terbiasa nantinya" Ucap Clara dingin sedangkan Eylul memilih untuk diam
__ADS_1
Langkah kaki mereka telah sampai pada pintu yang menuju ruang bawah tanah tepatnya mereda sudah memasuki lorong lorong yang berliku.
"apakah kau akan membawaku kedalam kamar tidak layak huni tadi" Tanya Eylul kepada Clara saat itu juga keheningan yang terjadi terpecahkan dengan suara Eylul
"Tidak kok,itu kamarmu didepan sana ada namamu juga dan kamarku tepat didepan kamarmu ya".Ucap Clara sambil menunjukkan kamar Eylul.
Sesampainya didalam kamar Eylul sedikit tenang karena kamar itu memiliki fasilitas yang lumayan bagus.Dengan kasur yang empuk meja rias almari baju dan juga kamar mandi dalam.
"Soal kamar tak layak huni itu dulunya adalah sebuah gudang yang telah dibersihkan oleh beberapa penjaga untuk sekedar bergantian istirahat" Ucap Clara yang sudah duduk diatas ranjang tepat disamping Eylul.
"Clara apa yang ingin kau ajarkan padaku" Tanya Eylul..
"Santai saja El tidak perlu terburu buru,jadi begini-.."
**HALLO PARA READERS JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAK LIKE COMENT MAUPUN VOTE..
__ADS_1
HAPPY READING DAN SALAM KENAL**.