
Satu minggu kemudian,Mansion Antonius.
Eylul menjalani hari barunya tanpa mengeluh,berlatih menggunakan berbagai macam senjata.Eylul juga dilatih bela diri,tidak ada hal yang mudah setiap harinya yang akan Eylul hadapi.Namun berkat kecerdasan dan daya ingat yang cukup baik membuat Eylul tidak terlalu sulit dalam menghadapi tantangan baru.Eylul benar benar dilatih menjadi seorang pembunuh bayaran yang handal.
Selama satu minggu pula Antonius selalu berusaha mendekati Eylul namun usahanya selalu gagal.
Antonius berdiri dibalik sebuah kaca hitam besar bersama Jackson menatap seorang wanita yang tengah berlatih memanah dengan semangat yang membara ditemani oleh Emira,salah satu anak buahnya.
"Menarik bukan" Gumam lirih Antonius sambil berjalan menuju wanita memanah yang tidak lain adalah Eylul.
"Hebat Eyl,pilihanku tidak salah" Ucap Antonius sambil berjalan santai menuju Eylul.Eylul dan Emirapun menatap kearah asal suara.
"Ada apa tuan hingga anda kemari" Ucap Eylul santai menatap langkah Antonius yang semakin dekat.
"Tidak ada hanya ingin melihat wanitku berlatih saja" Jawab Antonius dengan tersenyum.
"Oh ya dimana kurasa anda salah tempat tuan,disini tidak ada yang namanya wanita anda" Ucap Eylul sambil mengedarkan pandangannya seakan akan mencari wanita yang disebut oleh Antonius.
"Tidak ada tuan ohh tadi aku lihat wanitamu ada diharemmu tepatnya lantai dua kamar nomor 11" Ucap Eylul lagi dengan ekspresi wajah sedikit meledek.
AUTHOR POV
Antonius memang memiliki wilayah khusus yang dihuni oleh banyak wanita,beberapa dari mereka memang sebagai figuran koleksi Antonius dan beberapa pula dari mereka bertugas sebagai penyalur obat obatan terlarang dibawah pimpinan Antonius.
Bisnis mafia Antonius memang pada dasarnya bergerak pada bidang narkoba,ganja,obat obatan terlarang dan senjata namun yang paling tinggi penghasilannya diantara itu semua adalah club malam yang menyediakan jasa wanita kupu kupu malam dan perdagangan manusia.
BACK STORY.
Emira hanya memilih diam sama seperti Jackson yang mengamati dibalik kaca hitam.
Antonius semakin tertarik kepada Eylul dengan senyum manisnya perlahan ia mengangkat tangan kanannya untuk mengusap keringat yang menetes diwajah Eylul namun belum sampai menyentuh tiba tiba..
"Berani kau menyentuhku dengan tangan kotormu ini akan kupastikan anak panah ini menembus jantungmu!" Ucap Eylul dengan mengancam sambil menghunuskan anak panah tepat didada sebelah kiri Antonius.
"Nona hentikan!!" Ucap Emira panik sekaligus terkejut dengan apa yang sudah dilakukan oleh Eylul.Baik Antonius maupun Eylul seakan akan tidak perduli dengan kehadiran Emira.
"Astaga dua psikopath ini aishh" Ucap Emira dalam batin
__ADS_1
Antonius dengan wajah santainya menatap dan tersenyum manis kepada Eylul.Lalu memegang tangan Eylul yang menggenggam sebuah anak panah dengan perlahan dan mendorongnya pelan hingga ujung anak panah yang sangat runcing itupun menusuk dadanya.
Perlahan pula ada darah yang mengucur keluar dari dada sebelah kiri Antonius,itu terlihat sangat jelas saat kemeja warna biru langit yang Antonius kenakan berubah warna menjadi merah gelap.
Eylul masih saja menatap dengan sinis kearah Antonius dengan sesekali menatap tangannya yang dituntun oleh Antonius menusukkan sebuah anak panah.
Emira yang tepat diantara kedua manusia sedang adu tatapan itupun tercengang melihat aksi Eylul.
Dengan segera Emira menarik Eylul kebelakang hingga Eylul melepaskan genggamannya terhadap anak panah yang sedikit tertancap didada bidang Antonius.
"Nona apa anda sudah tidak waras anda bisa membunuhnya!" Ucap Emira dengan sedikit membentak namun tidak mendapatkan respon apa apa dari Eylul ia masih tetap menatap tajam kearah Antonius.
Antonius kembali tersenyum menatap Eylul sambil mencabut anak panah yang sedikit menancap didadanya,melemparnya kesembarangan arah.
"Jangan sesekali membentaknya Emira,mulai sekarang kau layani dia" Ucap Antonius santai.
"Tapi tuan nona Eylul sudah kelewatan" Jawab Emira yang ada disamping Eylul.
"Emira,tidak peduli ia akan membunuhku berapa kali itu tidak akan terasa sakit dan aku tetap akan berusaha mendapatkannya,sekarang bawalah nonamu pergi beristirahat" Ucap Antonius dengan senyum tanpa arti.
Jackson yang melihat kejadian itu akhirnya melangkahkan kakinya mengahampiri Antonius sambil membawa kotak p3k ditangannya.
"Obati dulu bos" Ucap Jackson sambil menyerahkan kotak p3k kepada Antonius.
Antoniuspun membuka kemejanya dan mengobati sendiri luka yang baru saja ia dapat.
"Kau lihat Jack dia sangat menarik aku semakin bersemangat ingin sekali mendapatkannya,bukankah dia cocok jika bersanding denganku" Ucap Antonius sambil memplester lukanya
"Wanita itu tidak kalah gilanya dibanding dirimu bos" Ucap Jacson dalam hati.
"Yaa dia sangat menarik tidak ada bandingannya sama sekali bahkan Emira saja dulu membutuhkan waktu berbulan bulan untuk menguasai ini semua sedangkan nona Eylul hanya butuh tujuh hari saja,hanya tinggal tahap penyempurnaan"Jawab Jackson
-------
Ditempat lain seorang pria tengah berada disebuah jendela kaca yang lebar menghadap hamparan bunga mawar yang luas dengan handsfree yang terpasang ditelinganya.
Dia adalah James yang sudah merancang sendiri Handsfree yang bisa terhubung dengan alat penyadap suara dicincin yang Eylul gunakan meskipun jaraknya sangat jauh.
__ADS_1
James tersenyum penuh arti selama satu minggu ia mampu mendengarkan apapun yang Eylul katakan maupun sedang lakukan.
Bahkan pernah suatu hari James mendengar suara senandung Eylul saat sedang mandi dan pada saat itu James melatih pasukan anggota Black Devil's.
Karena kurangnya konsentrasi yang ia miliki membuatnya terplanting saat salah satu anak buahnya menyerang secara tiba tiba.
"Cepat atau lambat kau akan bertemu denganku" Gumam James lirih sebelum ia mendengar Han yang memanggilnya.
"Ada apa?" Ucap James dingin.
"Ini data yang kau inginkan bos" Jawab Han sembari menyodorkan sebuah map
"Taruh saja dimeja sana" Ucap James dengan posisi masih berdiri menatap ladang mawarnya.
"Bos boleh aku tau kenapa kau menghidupkan kembali Black Devil's" Tanya Han sambil berdiri disamping James.
"Untuk kejadian yang akan muncul beberapa bulan lagi mungkin aku masih bisa mengatasi namun untuk selanjutnya mungkin saja akan terjadi perang,dan mungkin itu berbarengan dengan Lunara dan mama pulang,aku tidak ingin ada yang mencelakai mereka" Jawab James.
"Lalu siapa yang sebenarnya akan menyerang" Tanya Han kembali.
"Musuh bebuyutan kita,aku kira dengan mengundurkannya diriku dari mafia bisa membuatnya puas dan lebih leluasa menguasai dunia bawah,ternyata masih sama saja,payahh" Jawab James dengan senyum seringai.
"Lalu bos mengenai nona Eylul apa benar?" Tanya Han lagi.
"Yaa benar aku memang sengaja mengirimmya kesana,aku meminta seikit bantuan dari Jessica" Jawab James santai.
"Eylul hanyalah pion yang aku kirimkan untuk Antonius Han,aku melihat kemampuannya yang berbeda dengan wanita manapun.Eylul akan datang kemari lagi sebagai pembunuh bayaran yang dikirim oleh Antonius untuk membunuhku diwaktu yang tepat tetapi bodohnya pecundang itu akulah yang sudah mengirim bom pembunuh terlebih dulu kepadanya" Jawab James dengan tatapan tanpa arti menatap hamparan bunga mawar.
Han yang tercengang akhirnya pun pergi meninggalkan ruangan tersebut dengan wajah masam setelah mendengarkan jawaban dari James.
"Aku kira kau tulus dan mulai mencintainya bos" Ucap Han dalam batin.
VISUAL EMIRA TAMANI GIZA
BERSAMBUNG...
__ADS_1