Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 50


__ADS_3

Pagi pagi sekali Johan pulang ia sama sekali tak mengerahui bahwa Eylul juga berada dirumahnya ia sangat terkejut saat memasuki kamarnya dan mendapati Eylul tidur bersama Iren istrinya.


Johan melangkah mundur dan berniat untuk menutup kembali pintu kamar Iren dan Eylul namun secara tiba tiba Eylul terbangun


"Kau sudah pulang" Ucap Eylul lirih.


"Kenapa diam saja" Ucap Eylul lagi saat tidak mendapatkan jawaban dari Johan kini posisi Eylul tengah tepat dihadapan Johan.


"Jika mau istirahat silahkan semalam Iren tidak bisa tidur dia menunggumu mangkanya aku tidur disini menemaninya" Ucap Eylul sambil berlalu pergi sedangkan Johan masih mematung diam ditempat.


Eylul menuju kamar bekas papa dan mama angkatnya dan merebahkan diri diranjang berukuran besar sambil memejamkan matanya.


"Pa..Maa Eylul merindukan kalian" Ucap Eylul lirih sebelum ia memutuskan untuk berjalan menuju kamar mandi membersihkan badan.


"Bu sedang apa?" Ucap Eylul secara tiba tiba didepan pintu


"Ahh ibu mau masak nak" Jawab Aysun


"Biarkan pak Alex saja" Ucap Eylul.


"Iya nyonya biarkan saya saja" Pak Alexpun juga ikut menimpali perkataan Eylul.


"Saya bukan nyonya disini tuan" Ucap Aysun.


"Bu kau adalah ibuku sekarang jadi wajar jika pak Alex memanggilmu nyonya" Ucap Eylul.


"Tapi El-"


"Sudahlah bu baiklah kau boleh membantu paman Alex" Ucap Eylul memotong perkataan Aysun agar tidak semakin memeperpanjang perdebatan.


Tak lama kemudian Iren turun dari lantai dua bersama Johan dengan sedikit canggung dan merasa bersalah karena bagaimanapun juga dia yang sudah merebut Johan dari Eylul.


"Hay selamat pagi kemarilah ayo kita sarapan" Ucap Eylul kepada Iren dan Johan denfan wajah yang cukup ceria.


Tidak ada yang mampu mengenali topeng yang kini dikenakan oleh Eylul karena ia menjalankan perannya dengan cukup baik dihadapan semua orang.


Iren dan Johanpun akhirnya ikut bergabung dimeja makan selama makan tidak ada satupun yang berkomentar hanya terdengar bunyi dentingan garpu dan sendok saja.


"Jadi apakah pekerjaan diluar kotamu sudah selesai Jo apakah sangat memuaskan" Ucap Eylul secara tiba tiba membuat Johan klimpungan dan tersedak.


"Sayang kalau makan hati hati" Ucap Iren seraya memberikan segelas air putih kepada Johan.


"Benar kau harus berhati hati Jo" Tambah Eylul dengan sedikit penekanan.

__ADS_1


"Oh ya Iren Jo ini adalah bibi Aysun dia kuanggap seperti ibuku sendiri aku harap kalian juga menganggapnya ibu kalian sendiri,aku tahu kehamilan Iren sangatlah membutuhkan perhatian orang tua" Ucap Eylul seraya melirik kearah Aysun.


"Dan ya kalian jangan merasa canggung yang lalu lupakan saja sekarang kita mulai dari awal lagi kau sudah kuanggap seperti adik iparku Jo" Ucap Eylul dengan santai namun tidak dengan Johan yang merasa gelisah saat ditatap oleh Eylul.


"Oh ya kau belum menjawab bagaimana tugasmu diluar kota Jo" Tanya Eylul lagi.


"Itu baik semuanya lancar" Jawab Johan dengan klimpungan


"Benarkah apakah hasilnya sangat memuaskan" Tanya Eylul


"Ya" Jawab Johan singkat sebelum memutuskan pergi meninggalkan meja makan.


Sedangkan Iren dan Aysun merasa bingung dengan ucapan Eylul seakan akan menjadi sebuah teka teki misteri.


...----------------...


Siang itu Eylul memutuskan mengajak Aysun dan Iren pergi kemall untuk berbelanja keperluan mereka terlebih Iren yang hanya menunggu dua bulan lagi untuk kelahiran.


"Kau sudah membeli apa saja untuk keponakanku?" Tanya Eylul kepada Iren.


"Tidak ada kak karena Johan selalu sibuk saat aku ajak berbelanja" Ucap Iren.


"Sibuk dengan para ****** maksudnya" Ucap Eylul dalam batin.


mereja bertiga akhirnya menuju keperlengkapan bayi dengan canda dan tawa Eylul mempraktekkan gaya bicara bayi kepada Iren sontak saja hal itu membuat Iren dan Aysun tertawa tanpa henti.


"Ini sepertinya bagus" Ucap pria disebelah Eylul secara tiba tiba.


"Kau!!" Ucap Eylul melebarkan mata saat melihat Antonius berdiri disampingnya sambil menunjukkan sebuah setelah bayi berwarna biru.


"Ya pilihanmu itu buruk sekali" Ucap Antonius sedikit meledek.


"Perdi mengapa kau belum kembalu juga?" Ucap Eylul sedikit kesal


"Kau fikir aku akan kembali bahkan kau belum berterima kasih kepadaku atas tumpangannya" Ucap Antonius sedikit berbisik.


"Kakak dia siapa?" Tanya Iren polos.


"Ohh hay aku teman kakakmu namaku Antonius Perdi Valentino" Ucap Antonius sambil mengulurkan tangannya namun segera ditepis oleh Eylul dengan tatapan mata yang sangat tajam


"Jangan macam macam dengannya atau kau akan tahu akibatnya" Ucap Eylul sambil menyipitkan matanya.


"Imut sekali ingin rasanya aku membungkusmu" Ucap Antonius dalam batin.

__ADS_1


"Baiklah baiklah aku tidak akan macam macam tapi bolehkan aku ikut dengan kalian" Ucap Antonius dengan menyengir.


"Tidak!!" Jawab Eylul dengan sarkas


"Nak sudah biarkan saja nak Antoni sudah baik menolong kita lo" Ucap Aysun yang sedari tadi hanya diam dan kini mulai membuka suaranya.


Akhirnya dengan malas Eylul menurut saja dan membiarkan Antonius mengikuti kemanapun mereka akan pergi hingga pada saat pembayaran dikasir.


"Totalnya 7.899.000 ribu pak" Ucap kasir tersebut.


"Yang membayar saya" Ucap Eylul sembari menyodorka kartunya


"Baik ini kartunya nona semoga bayinya tampan seperti ayahnya ya" Ucap Penjaga kasir tersebut sambil melirik kearah perut Iren dan Antonius secara bergantian.


"Tap-"


"Sudahlah ayo pulang" Ucap Eylul memotong ucapan Antonius.


Saat mereka tengah berjalan menuju pintu keluar secara tidak sengaja Antonius memperhatikan Iren yang sedari tadi melihat kearah penjual ice cream.


"Kita beli Ice Cream" Ucap Antonius secara tiba membuat ketiga wanita disampingnya berhenti


"Kau bukan anak kecil Perdi jika kau ingin maka pergilah" Ucap Eylul


Antoniuspun mengedipkan matanya memberikan isyarat kepada Eylul bahwa Iren sedang menginginkan Ice Cream namun Eylul tak kunjung mengerti kesabarannya pun telah habis Antonius menggandeng tangan Iren menuntunnya kesalah satu kedai Ice Cream.


"Hey mau kau bawa kemana hati hati dia sedang hamil" Triak Eylul secara lantang hingga membuat orang orang disekitarnya menoleh dan menatap kearahnya.


Eylul dan Aysunpun memutuskan untuk menyusul saja kemana Antonius membawa Iren.


"Kau apa apaan-"


"Sssssttt kau tidak lihat adikmu sedang ngidam Ice Cream kau saja yang tidak peka" Ucap Antonius.


Eylulpun menatap kearah Iren yang dengan lahap memakan Ice Cream seperti anak kecil Eylul mendekati Iren.


"Hey kalau kau ingin kenapa tidak bilang" Ucap Eylul lirih.


"Aku tidak mau merepotkanmu kak,setelah aku menikah dengan Johan semua kartu debit dan tabungan dia yang bawa bahkan belanjaan tadi saja kau yang membayar semuanya" Ucap Iren dengan wajah sendu.


"Eeii aku kan kakakmu sudah lain kali kalau ingin sesuatu bilang kepada kakak ya" Ucap Eylul dengan lembut dan nengajak Iren duduk disalah satu tempat yang sudah disediakan oleh kedai penjual Ice Cream.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2