Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 20


__ADS_3

"Kejutannya adalah.." Ucap Eylul menggantungkan kalimatnya dan Lunara sudah antusias ingin tahu namun tiba tiba.


"Lunara kau harus segera istirahat" Ucap James memotong ucapan Eylul.


"Aishh kakak biarkan wanita ini melanjutkan ucapannya dulu,"Jawab Lunara yang kian semakin kesal.


"Hihihi..kakakmu benar Luna kau istirahatlah dulu akan kuberi tahu kejutannya besok pagi yahh" Ucap Eylul sambil cengengesan.


"kejutan apa memangnya dia saja dirumahku bekerja apa memangnya yang bisa dia berikan kepada adikku,jika soal barang mewah dia tak akn tertarik" Ucap James dalam batin..


Ya memang Lunara tidak pernah tertarik dengan kemewahan sedikitpun semenjak insiden masalalu yang membuatnya tidak mampu untuk berjalan.


"Luna kejutannya besok saja kau harus segera istirahat,"Ucap Jamen tanpa ekspresi.


"Haishh kalian berdua sama sama menyebalkan keluar dari kamarku!Keluar."Ucap Luna sedikit membentak James dan Eylul.


Berbeda dengan James yang ikut ikutan naik darah Eylul justru menanggapinya dengan tenang dan tersenyum.


"Keluar!aku bilang keluarlah kalian!!"Ucap Luna dengan nada keras terlihat dari wajahnya jika ia sedang kesal dan marah.


"Luna!Kakak tidak pernah mengajari berkata kasar seperti ini!" Ucap James sambil membentak Luna.Luna yang tadinya marah kini terdiam seakan membendung sesuatu dan tidak lamapun air matanya terjatuh membasahi pipinya.Dan Eylul yang juga kaget berusaha mengendalikan situasi.


"James jangan membentaknya,kau keluarlah dulu aku akan menyusulmu." Ucap Eylul lembut namun seakan akan tidak didengar oleh James.


"Luna..maafkan kakak" Ucap James dengan nada yang sangat lirih menyesali perbuatannya yang menyakiti hati Luna,Luna hanya terdiam saja tidak menggubris.


Eylul berdiri dan mendekati James,sambil memegang lengan James "James kelurlah dulu aku mohon biarkan Luna tenang,nanti aku akan menyusulmu" Ucap Eylul dengan lembut.


"sial dengan kondisinya yang seperti ini bagaimana bisa aku membentaknya,maafkan kakak Luna maafkan kakak" Ucap James dalam batin seraya pergi keluar dari kamar Lunara


Jamespun keluar dan Eylul mengikuti untuk menutup pintu kamar Lunara,Eylul berjalan kembali menuju ranjang Luna dan naik,kini Eylul tengah berada disisi kanan Lunara.

__ADS_1


"Hikss..hikss..jahat kakak kau sangat jahat dunia ini jahat tidak adil." Ucap Lunara ditengah isakan tangisnya sambil meremas selimut tebalnya.


"Ini tidak adil kenapa terjadi padaku kenapa kak"Ucap Lunara dan perlahan pula kepalanya bersandar pada bahu Eylul


"Luna tenanglah yaa"Ucap Eylul lirih sambil mengusap usap puncak kepala Lunara.Eylul semakin mendekatkan dirinya kepada Luna memberikan bahunya untuk Lunara,dengan lembut Eylul mendekap Lunara yang kian menjadi dalam tangisannya sambil mengelus lembut kepala Lunara.


"Luna mungkin kakakmu terbawa emosi karena terlalu lelah bekerja sayang."Ucap Eylul lirih.Seketika Lunara menarik kepalanya dari bahu Eylul dengan kasar.


"Jadi kau juga membela dia huhh..,pergilah" Ucap Lunara.


"Tidak seperti itu Luna,tenanglah oke sekarang dengarkan kakak ya,kakak jamesmu itu hampir setiap hari bekerja kekantor dia itu sangat sangat merindukanmu,namun kau tau sendiri kan kakakmu itu sangat sibuk dan saat dia bisa menemuimu dia melihatmu pingsan lalu bagaimana dia tidak cemas,kau mengerti."Ucap Eylul dengan penuh kesabaran.


Kata kata Eylul seakan mampu menghipnotis Lunara yang tidak mau mendengarkan perkataan siapapun bahkan ibunya sendiri kadang tidak ia dengar.


"Luna kakakmu itu sunguh saanggat sayang padamu,hampir setiap hari dia selalu membicarakanmu padaku".Ucap Eylul lagi dalam usahanya membujuk Luna.


"Benarkah,apa tadi aku terlalu jahat padanya,kakak apakah aku terlalu jahat pada kakak Al hikss..hikss..aku bersalah kak aku menyakiti hatinya lagi hikks.." Jawab Lunara dengan kembali menangis.


"Stsstt jangan menangis oke,kau tidak bersalah Luna kakakmu juga tidak bersalah,jangan menangis lagi oke gadis cantik" Ucap Eylul namun itu hanya sedikit meredakan tangisan Lunara.


"Luna jika kau masih menangis nanti wajahmu bisa jelek,kau mau saat melihat kejutanmu besok wajahmu terlihat seperti gadis yang menangis selama satu tahun hemm,tidak kan jangan menangis oke"Ucap Eylul dan berhasil membuat gadis berusia 17tahun itu terdiam.


Lunara mendongak menatap Eylul dengan seksama "Kakak jika aku menangis apakah wajah cantikku akan hilang?" Ucap Lunara polos.


Memang meskipun usianya sudah 17tahun ia adalah gadis yang sangat lugu karena selama sepuluh tahun dia tidak berintraksi dengan orang luar bahkan hubungannya dengan guru pembimbing homeschollingnya saja tidak terlalu baik


"Tentu saja,maka berhentilah menangis dan sekarang istirahatlah agar besok saat kau melihat kejutan dari kakak wajahmu terlihat sangat cantik,kakak yakin kau pasti menyukainya."Jawab Eylul dengan sedikit nada yang ia buat agar Lunara mau istirahat.


"Baiklah,kau sangar baik padaku jadi kumohon temani aku tidur disini ya" Ucap Lunara yang membuat Eylul menjadi kaget.


"bagaimana pelayan ini tidur disini,mungkin aku besok bisa menjadi daging cincangnya tuan James"

__ADS_1


"Kakak ayolah selama ini Luna tidak memiliki teman sama sekali hanya kakak yang tulus memperlakukanku dengan baik tidak seperti nenek sihir itu yang hanya baik kepada Luna saat ada kakak James ya aku mohon." Ucap Lunara merengek seperti anak kecil


"Tapi Luna-"


"Aku mengerti kakak takit dicariin orang tuanya kakak ya,yasudahlah maaf" potong Lunara dengan raut wajah yang kembali sedih,Eylul kembali tidak tega sekaligus gemas melihat ekspresi wajah Lunara yang lugu.


"Baiklah kakak akan menemanimu tidur disini malam ini,sudah jangan merajuk lagi yaa" Ucap Eylul lembut sambil membaringkan tubuh Lunara.


"Kak bisa panggilkan kakakku,aku akan meminta dia agar meminta ijin kepada orang tua kakak bahwa kakak menginap disini" Ucap Lunara polos


"Sudahlah kau tidak perlu fikirkan tentang itu,kedua orang tua kakak sudah meninggal. sekarang istirahat ayo istirahat yaa" Ucap Eylul lembut sambil menyelimuti tubuh Lunara dan dia juga segera membaringkan tubuhnya disamping Lunara.


-----


Diluar kamar James dan Nislen diam diam menguping pembicaraan Eylul dan Lunara


*flashback On


Nislen selesai mengantar dokter Alisha dan ingin kembali naik keatas melihat putrinya.Namun saat sampai didepan pintu kamar ia juga melihat James yang tengah berdiri didepan kamar.


"Al sedang ap-" Ucap Nislen yang segera menutup mulutnya saat James memberikam isyarat mengunci bibir.


"jangan berisik ma dengarkanlah" Ucap James berbisik dan Nislen pun ikut mendekatkan kepalanya pada pintu yang tertutup".


Falshback Oof*.


"Al ayo pergi kekamar mama ada yang ingin mama bicarakan padamu" Ucap Nislen sambil berlalu pergi dan segera diikuti oleh James.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


LANJUT GAK NIH..

__ADS_1


__ADS_2