Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 18


__ADS_3

"Mungkin kau melupakan suatu hal bahwa,meskipun kau ganv merawatnya dengan baik kelak pasti akan ada kupu kupu ataupun serangga lainnya yang hinggap pada mawarmu entah akan menguntungkan satu sama lain atau bahkan sebaliknya." Ucap wanita paruh baya dengan suara yang sangat lembut,ia berjalan menghampiri james digazebo dengan sangat anggun.


(Nama Alferd adalah panggilan khusus dari keluarga James)


"Mama." Celetuk James seraya menileh kearah sumber suara.


Wanita paruh baya itu adalah Nislen Alferd Anderson ibu kandung James."Ma kenapa kau tak menghubungi jika ingin kemari,aku bisa menjemputmu kan." Ucap James


"Lalu kau kemari dengan siapa ma,apa ada bodyguard yang mengawalmu." Ucao James lagi dengan ekspresi wajah senang dan cemas.


"Kemarikan tanganmu baru mama akan jawab."Ucap Nislen sambil meraih tangan James


Dengan penuh kelembutan Nislen membersihkan telapak tangan James yang dipenuhi darah.


"Ini berlebihan mas sekarang jawab dulu pertanyaanku tadi" Ucap James sambil menarik telapak tangannya setelah ia rasa sudah cukup mamanya membersihkannya


"Kau tidak perlu cemas Al mama kesini diantar supir dan empat bodyguard yang mengawal mama." Ucap Nislen santai sambil meraih kembali telapak tangan James dan mengelus lembut punggung tangan anaknya.


Dengan kasar James menarik kembali telapak tangannya."apahh hanya empat bodyguard saja kemana yang lainnya bu,lihatlah aku akan memecat mereka semua,aku membayar mereka kan untuk menjaga ibu" Ucap James dengan rahangnya yang mulai mengeras.


"Kau tidak perlu cemas Al mama sendiri yang meminta hanya ditemani empat pengawal saja".Ucap Nislen


"tapi itu sangat berbahaya maharusnya ada sepuluh,duapuluh hingga limapuluh bodyguard yang mengawal kedatabgan mama kemari,dalang dari pembunuh papa saja masih belum berhasil kutemukan,selama ini hanya ada kaki tangannya saja yang berhasil aku dapatkan,entah berapa banyak ia membayar orang suruhannya hingga tidak ada yang mengakuinya."


"Sudahlah Al tidak perlu begitu cemas ini sudah 10 tahun berlalu,lagi pula mama datang kesini kan secara mendadak,apa kata orang jika mama dikawal iring iringan mobil yang berisi 50 bodyguard seakan mama ini ibu negara saja." Ucap Nislen


"Tapi maa" Jawab James namun terpotong oleh Nislen.


"Kau ini sama saja dengan almarhum papamu dulu,dasar anak nakal" Ucap Nislen sambil mencubit kedua pipi James dengan gemas.


"Aduh ma aku bukan anak kecil lagi usiaku sudah 27tahun lo dan ya mama bukan ibu negara melainkan ibu duniaku kau segalanya ma aku tidak ingin berbagi kasih sayang dengan siapapun,mama hanya milikku saja" Ucap James sambil mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"lihatlah kau bilang usiamu sudah 27tahun tapi bagi ibu kau masihlah bayi mama Alferd." Ucap Nislen sambil mengencangkan cubitan gemasnya dan tertawa penuh bahagia


"Ahh mama sudah sudah cukup" Ucap James sambil melepaskan tangan sang mama dari pipinya.


"Alferd jika memang usiamu sudah 27 tahun lalu kapan kau akan menikah hemm kau kan tahu usiamu sudah tidak muda lagi,mama juga ingin memiki menantu dan cucu" Ucap Nislen sambil mengalihkan pandangannya.


"Aku tidak mencintai siapapun ma sampai kapanpun,dan aku tidak akan menikah bagiku bisa selalu bersama melihat mama dan Luna bahagia bagiku itu sudah cukup" Jawab James dengan wajah datar.


Nislen hanya menghembuskan nafasnya dengan kasar sebelum ia kembali menatap James.


"Al apa kau masih memikirkan wanita itu dan masih berharap bahwa kelak dia akan kembali padamu.Sampai kapan kau akan menutup hatimu untuk orang lain sedangkan kau berada didalam penantian tanpa ujung" Ucap Nislen dengan nada tegas


"Sudahlah ma ya aku nanti juga akan menikah setelah kutemukan siapa dalang dibalik kematian ayah" Jawab James kini ialah yang bergantian memalingkan wajahnya.


"Tapi Al-"Ucap Nislen terpotong oleh James.


"Bagaimana keadan Luna sekarang ma" Tanya James mengalihkan topik pembicaraan,ia tahu bahwa tidak mudah berdebat dengan mamanya


"Al nanti sore maukah kau mengantar mama pulang dan menginaplah dirumah satu malam saja,cobalah rayu Luna mama semakin cemas dengan mentalnya" Ucap Nislen sambil menatap James dengan tatapan memohon.


"Baiklah ma,sekarang ayo masuk dan istirahatlah" Ucap James sambil bergegas masuk dengan mamanya.


James sendiri memang jarang mengunjungi rumah utama kediaman Anderson,karena setiap ia melangkahkan kakinya disana ia akan kembali mengingat masalalu dimana ayahnya dibunuh dengan sadis.


skip


Sore harinya James menghampiri Eylul yang berada didalam kamarnya.


Tok..tokk..tokkk "Masuk saja tidak aku kunci" Jawab Eylul


James pun memasuki kamar Eylul sedangkan Eylul yang tengah rebahan disofa sambil menonton tv seketika terduduk melohat kedatangan James

__ADS_1


"Emm emn tu..tuann, a..aaaku kira pak Sam yang datang" Ucap Eylul gugup sambil menata ranbutnya yang sedikit berantakan.


"Bersiaplah setelah ini kau ikut denganku" Ucap James dingin.


"Kee kemana tuan." Jawab Eylul


"Kediaman Anderson" Ucap James singkat.


"Bukannya ini kediaman tuan Anderson ya" Ucap Eylul memberanikan bertanya.


"Bukan ini mansion pribadiku dan ya bersikaplah baik setelah ini kita berangkat dengan ibuku dan Han." Ucap James masih dengan wajah tanpa ekpresinya


"Nn nyonya Anderson tuan" Jawab Eylul.


"Ya,kita akan menginap dikediaman utama selama satu malam,dan ingatlah bersikap baiklah disana hanya ada aku mama dan adik perempuanku,Dia bernama Lunara,adikku sendiri cacat aku tidak ingin kau menunjukkan rasa iba jadi bersikaplah seakan dia itu normal agar dia tidak tersinggung kau mengerti" Ucap James dengan sedikit penekanan.


"Ba baik tuan" jawab Eylul sambil menelan salivanya dengan kasar.


"Oh ya satu lagi saat dihadapan adikku jangan panggil aku tuan,panggil saja namaku" Ucap James sambil berlalu pergi meninggalkan kamar Eylul.


"Ya tuhan,,drama apa lagi ini aku sudah nyaman dengan bunga bunga dihalaman belakang dan menjadi kaum rebahan seperti ini,tiada minuman tiada musik dj tiada acara tembak menembak dosa apa yang aku lakukan dikehidupanku sebelumnya hingga takdirku seperti ini" Ucap Eylul dalam Batin sambil berjalan menuju kamar mandi.


Selesai mandi Eylul sibuk memilih baju yang ia rasa cukup sopan sambil bersibuk didepan cermin menggunakan makes tipis seadanya.


"Ok Eylul kau harus semangat menjalani hidup ini" Gumam Eylul menyemangati dirinya sendiri..


Akhirnya mereka berangkat menuju kediaman keluarga Anderson menggunakan satu mobil Han yang mengemudi disampingnya ada Eylul sedangkan James memilih duduk dikursi belakang dengan Nislen.


BERSAMBUNG. . .. ..


🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2