
"santai saja Eyl tidak perlu terburu buru,jadi begini kau mungkin tau kan ini tempat apa,kau hanya akan menemani tamu kita menyiapkan apa yang mereka inginkan tidak lebih,dan sebisa mungkin kau rayu mereka agar mau memesan minuman yang banyak"
"semakin banyak yang mereka pesan semakin hanyak pula bonus yang kau dapatkan karna kau disini yang paling berbeda meskipun kau hanya jaminan madam masih mau berbaik hati padamu,dan memberimu gaji 10% karna gajimu yang 90% dipotong untuk melunasi hutangmu" Clara menjelaskan panjang kali lebar kepada Eylul yang hanya diam mendengarkan saja
Buliran bening kembali menetes membasahi pipi Eylul kali ini Eylul menangis tanpa adanya isakan berbeda dari yang sebelumnya.
"Akankah takdirku dan hidupku terjun pada dunia seperti seperti ini" Batin Eylul
"clar boleh aku bertanya padamu" tanya Eylul sembari mengusap air mata dipipinya.
"tanyakan saja tak perlu sungkan padaku,anggap aku seperti saudaramu disini" Jawab Clara dangan santai
"apakah perempuan yang berkerja disini masih virgin?" Clara hanya menjawab dengan gelengan kepala
"Eyl dulu aku sama sepertimu,namun kita tidak bisa membantah takdir bukan?,sudahlah lama lama kau akan terbiasa besok aku akan memberimu contoh sekarang istirahatlah besok adalah awal dari jalanmu oh iya setiap wanita yang bekerja pada madam pasti akan mendapatkan pelatihan menembak setidakmya untuk melindungi diri masing masing dari musuh madam" Jawab Clara sambil berlalu pergi tanpa menunggu ucapan dari Eylul ia bergegas meninggalkan Eylul yang masih mencerna kalimat terakhirnya..
__ADS_1
Eylul bergegas menuju kekamar mandi untuk membersihkan diri karena sejak pulang dari cafe sore tadi Eylul belum menyentuh air sama sekali.
Eylul berendam didalam bath up tepat sekali sabun yang tersedia beraroma jasmine favoritenya perlahan Eylul memejamkan mata membayangkan kilasan yang akan terjadi jika ia terjebak pada sebuah Club malam tanpa diketahui oleh orang orang yang ia kenal.
"bagaimana ini akankah aku terjebak di tempat seperti ini bahkan aku tidak tau nama club ini,bahkan ini bukan seperti club lagi lebih tepatnya tempat menjual diri,harus bagaimana bahkan aku harus meminta tolong kepada siapa untuk menghubungi Johan saja aku tidak bisa,,aishhh besok saja kucoba meminta tolong kepada Clara" Gumam Eylul disela mandinya.
Eylul menyudah i acara mandinya dan mengenakan handuk kimono yang ada didalam kamar mandi lalu bergegas menuju lemari pakaian
Begitu membuka almari tersebut Eylul sedikit terkejut pasalnya yang ada didalam almari hanya ada pakaian yang sangat seksi seksi bahkan bisa dibilang kurang bahan.Eylul mengeryitkan keningnya mecari pakaian yang menurutnya normal dan Eylul memilih piyama tidur meskipun tidak panjang dan sedikit menerawang baginya itu sudah cukup..
Setelah selesai dengan semuanya Eylul memilih milih baju yang tidak terlalu seksi dan keluar dari kamarnya menuju kamar Clara namun saat ia sampai didepan kamar Clara ia mendapati bahwa pintu kamarnya tidak dikunci dan sedangkan yang dipanggil panggil tidak ada jawaban Eylul memutuskan untuk memasukinya.
Dan saat pintu terbuka Eylul justru pemandangan yang tidak terduga yang akan Eylul lihat,dengan mata kepalanya sendiri yang sedikit melotot Eylul memanggil Clara tanpa segaja
__ADS_1
Merasa ada orang lain didalam kamarnya Clarapun perlahan membuka matanya dan melihat Eylul yang sedang berdiri mematung dipintu kamarnya.
"selamat pagi Eylul kau rajin juga masih jam segini sudah tampil cantik" Ucap Clara santai bak orang tak memiliki dosa.
"Clar apa yang kau lakukan" Ucap Eylul yang mendapati Clara sedang tidur bersama seorang lelaki tanpa mengenakan pakaian.
"Baby siapa dia" Ucap pria disamping Clara dengan suara seraknya.
"Anak buah kesayangan madam kau jangan macam macam dan segera pergilah" Ucap Clara sedikit mengancam.
"Clar jawab aku!" Ucap Eylul dengan bibir yang bergetar
"Yaa baiklah kau kembalilah kekamarmu dulu nanti aku akan menyusul" Jawab Clara
MAAF KALO BANYAK THYPO THYPONYA SOALNYA AUTHOR AMTIRAN INIMAH HEHE
__ADS_1
LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE LIKE
BYE BYE