Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 28


__ADS_3

Badan Eylul dan Antonius hampir saja menempel,wajah mereka benar benar dekat bahkan deru nafas Eylul dapat dirasakan oleh Antonius.


Eylul melingkarkan satu tangannya dileher Antonius dan satunya lagi melingkar dipunggung Antonius.


Antonius menikmati setiap aksi Eylul yang tanpa dia duga sebelumnya dengan sangat bahagia hingga dia terdiam sejenak saat merasakan ada sesuatu yang menyentuh juniornya.


"Aaghh..kau wanitaku Eyl" Ucap Antonius dengan mata terpejam.


"Kau nikmati saja baby,tapi ucapkan selamat tinggal dulu untuk Antonius kecilmu" Ucap Eylul setengah berbisik ditelinga Antonius.


glekk..Antonius menelan salivanya dengan kasar bersamaan terbukannya matanya melihat kearah bawah.


Sebuah pistol jenis Glock yang tadinya terselip dibalik pinggangnya kini sudah berada digenggaman Eylul lebih tepatnya mengarah kejuniornya.


"Eyl a..apa yang kau la.. lakukan?" Ucap Antonius dengan panik.


"Tidak ada katamu kau ingin yang nikmat bukan ini sudah kulakukan"Ucap Eylul dengan senyum devil'snya.


"Tii..tidak Eyl to..tolong jangan bermain disana..i..itu maa-"Ucap Antonius tergagap.


Eylul sedikit menekan pistolnya dan itu cukup membuat nyali seorang Antonius menciut seketika pula wajahnya pucat dan banyak kringat yang mengucur didahinya.


"Tidakkk!!!Eyl maaf..maaf aku tidak akan mengulanginya lagi kumohon Eyl jangan lakukan itu" Ucap Antonius memohon diiringi teriakan yang menggema didalam mobil.


"Aku belum melakukan apa apa kenapa kau sepertinya sangat bahagia Perdi" Ucap Eylul sambil menjauh dari tubuh Antonius.


"Bahagia palamu itu aku sudah setengah mati jika kau melukainya"


"Lagian punya junior kok baperan banget gampang nantang gampang juga menciut" Ucap Eylul sembari mengelus lembut pistol Glock yang ia ambil dari pinggang Antonius.


"Disini itu siapa yang jadi bos dasar,jika kau menembaknya bagaimana kita buat anak nanti" Gumam lirih Antonius sambil mulai mengemudi mobilnya.


"Sepertinya kau benar benar tidak sabaran yaa" Ucap Eylul dengan sedikit menyeringai.


"Ti..tidak" Ucap Antonius.


"Ya Tuhan sulit sekali mengendalikannya" Ucap Antonius dalam batin.


------


Lusanya Eylul berangkat menuju negara B didampingi oleh Emira menggunakan pesawat jet pribadi milik Antonius.

__ADS_1


"Kau berhati hatilah disana,untuk semua tugasmu ikuti saja instruksi Emira dia sudah tau semua rencanya dan jangan sungkan menggunakan kartu tanpa batas yang kuberikan,maaf aku hanya bisa mengantarmu sampai sini" Ucap Antonius dibandara sebelum kepergian Eylul.


Beberapa jam kemudian Eylul dan Emira telah sampai dinegara B.Eylul mengajak Emira kesuatu tempat sebelum menuju apartemen.Hingga mereka sampai dipemakaman umum yang terletak disalah satu kota dinegara B.Eylul berziarah kemakam kedua orang tuanya sebelum melanjutkan perjalanan kembali.


"Apa kau lelah Emi" Ucap Eylul.


"Tidak nona" Jawab Emira dengan mantap.


"Jika diluar kau panggil namaku saja jangan ada embel embel didepannya" Ucap Eylul dengan pandangan lurus mengemudi.


"Tapi non"


"Sudahlah disini hanya kita berdua kau tidak perlu takut" Ucap Eylul santai.


"Boleh aku memanggilmu kakak saja?Aku anak tunggal dan yatim piatu" Ucap Emira dengan keraguan.


"Tidak hanya memanggil kau juga boleh menganggapku sebagai kakak kandungmu,nanti akan kubicarakan pada Perdi bukankah kita sama sama sebatang kara" Ucap Eylul.


Sekilas ada senyum tipis dibibir Emira "Terimakasih kak,jadi kita mau kemana lagi" Ucap Emira dengan penuh semangat.


"Suatu tempat" Ucap Eylul dingin sembari menambah kecepatan mobil sport yang disiapkan Antonius saat Eylul turun dibandara negara B.


"Ini rumahku ayo turun" Ucap Eylul.


Eylul merasakan suatu kejanggalan saat memasuki rumah besarnya yang sudah ia tinggal tanpa kabar selama berbulan bulan.


Eylul melewati beberapa pelayan rumah dan seakan akan mereka semua takut melihat Eylul dan seakan akan pula Eylul tidak menghilang.


"Elen kau pucat sekali apa kau sakit" Tanya Eylul sembari memegang bahu pelayan yang bernama Elen.


"Ti..tidak nona"Ucap Elen dengan sedikit bergetar apa lagi saat Eylul menyentuhnya.


Emira hanya menganati saja memang ada yang janggal rumah besar itu apalagi semua pelayan menunduk saat melihat Eylul memasuki rumahnya.


"Baiklah kalau begitu,siapkan makan siang dan tolong panggilkan pak Alex untuk menungguku diruang kerja papa,dan ya jika kamu sakit istirahat saja okey" Ucap Eylul setelah itu bergegas menuju kamarnya dilantai dua diikuti Emira.


Lagi lagi ia dibuat bingung saat sudah sampai dikamarnya pasalnya dulu kamarnya berwarna serba putih dan kini berubah menjadi merah.


Eylul memandangi kamarnya dengan seksama bahkan banyak aneka make up dimeja rias dan baju baju sexy yang tergantung didalam almarinya.


"Wow kak aku tidak menyangka bahwa kau sefeminim ini sebelumnya" Ucap Emira polos sembari membaringkan tubuhnya diatas kasur empuk yang seprei dan selimutnya berganti warna merah.

__ADS_1


"Tidak Emi,aku tidak pernah memakai make up seperti ini apalagi baju kurang bahan ini sebelum aku terjebak di Rose Night pasti papa dan mama akan memarahiku habis habisan jika tahu ini" Ucap Eylul


"Ahh kakak kau jangan berbohong kau itu pura pura lugu atau bagaimana bahkan aku mencium aroma parfum lelaki dibantal ini" Ucap Emira dengan wajah polos yang dibuat buat.


Eylul segera menghampiri Emira dan menghirup sendiri bantal kesyayangannya dan benar memang ada parfum lelaki


"Johan" Satu kata yang keluar dari mulut Eylul saat ia mengetahui aroma parfum tersebut.


Dengan segera Eylul bergegas menuju ruang kerja papanya dulu disusul oleh Emira.


Disana sudah ada pak Alex yang menunggunya dengan raut wajah yang ketakutan saat melihat kedatangan Eylul.


"Paman apakah Johan selalu datang kemari?apakah kalian tidak pernah mencariku selama ini" Ucap Eylul saat sudah berdiri didepan pak Alex dan Emira yang baru saja menyusul segera menutup serta mengunci pintu.


"Maksud anda apa nona" Ucap pak Alex yang kebingungan.


"Jawab saja pertanyaanku paman" Ucap Eylul dengan nada tegas.


"Bukankah tuan Johan selalu kesini bersama anda nona,bahkan saya terkejut dengan kedatangan anda" Ucap pak Alex dengan masih menundukkan kepalanya.


"Terkejut maksudnya paman" Tanya Eylul secara intens


"Bukankah baru saja kemarin anda berangkat untuk honymoon dengan tuan Johan nona" Ucap pak Alex seketika juga Eylul tercengan sekaligus linglung.


Eylul sendiri belum menikah dengan Johan lantas siapa yang menikah dengan Johan.


"Tidak mungkin paman,aku belum menikah dengan Johan" Ucap Eylul dengan lirih.


"Nona apakah anda sudah lupa satu bulan yang lalu anda sudah menikah dirumah ini juga" Ucap pak Alex.


Eylul berjalan menuju rak buku yang ada diruang kerja itu dan mendorongnya memutar dan terpampanglah ruangan lain seperti ruang rahasia.


Pak Alex dan Emira mengikutinya,sambil berjalan pak Alex sendiri masih bingung dan juga kaget bahwa dirumah sebesar itu ia baru tahu bahwa ada ruang rahasia.


**BERSAMBUNG


AYO VOTE DAN LIKE DONG KAKAK


JANGAN LUPA KRITIK SARANNYA DIKOLOM KOMENTAR YAA


HAPPY READING**

__ADS_1


__ADS_2