
Eylul bangun lebih pagi lagi dari hari biasanya.Ia merasakan ada sesuatu yang berat berasa diatas perutnya.
"apaan sih" Gumam Eylul.Eylulpun menoleh kesamping dilihatnya ternyata James yang ada disampingnya dengan posisi melingkarkan tangannya keatas perut Eylul.
Bukannya menolak kali ini Eylul mulai bisa menerima perlakuan James padanya,ditatapnya wajah James yang damai saat menejamkan mata.Hidung yang mancung,Alis yang hampir menyatu,bulu mata yang lentik,serta bulu hulu halus dipipi James hingga tanpa sadar tangan Eylul menyentuh lembut pipi James.
Eylul kembali tersadar ketika James memindahkan tangannya dan menatap Eylul dengan tajam,sontak saja Eylul menjauhkan dirinya dari James.
"Sudah bangun kau rupanya hemm." Ucap James dengan suara serak.
"Tu..tuan bagaimana sa..saya bisa berada disini ini pasti kamar tuan kan." Ucap Eylul sambil tergugup.
"kau bodoh Eylul kenapa kau bisa tidur disini" Ucap Eylul lagi dalam batin.
James pun terbangun dan duduk dipinggiran ranjang membelakangi Eylul,masih sama seperti sebelum sebelumnya James tidak akan mengenakan baju saat tidur.
"Ya ini memang kamarku dan semalam kau tidur berjalan kemari,aku fikir kau akan tidur dikamar Luna ternyata kau masih sama saja."Ucap James sambil mengenakan piyama tidurnya yang terletak diatas nakas.
"Jangan berfikir yang macam macam lagi cepatlah keluar sebelum mama melihat kita berada dalam satu kamar." Ucap James lagi sambil mengatur ekspresi wajahnya.
Eylul segera bangun dan ingin melangkahkan kakinya keluar namun saat ia melewati James tidak sengaja kakinya tersandung kaki James alhasil saat Eylul hampir jatuh James malah menarik Eylul seketika tubuh Eylul memutar dan terduduk dipangkuan James.
Eylul kaget bercampur malu wajahnya memerah dengan segera ia bangun namun tidak berani menatap James.
"Ma..maafkan saya tuan" Ucap Eylul dengan bibir yang bergetar.Sedangkan James hanya menahan senyum dibibirnya.
"Sudahlah tidak apa apa,aku ingin tau kejutan apa yang ingin kau berikan kepada Luna sedangkan sebentar lagi kita akan pulang ke mansion" Ucap James mengalihan suasana agar Eylul tidak terlalu malu lagi.
Rasa gugup Eylul perlahan mulai hilang dan menjelaskan rencananya kepada James"Begini tuan-@#*+¥¢®¶∆" Eylul menjelaskan secara detail.
James hanya manggut manggut saja sebelum Eylul akan pergi.
"Tu..tuan saya mau mandi apakah disini ada baju wanita." Ucap Eylul
"Pinjamlah milik Luna saja sekalian bangunkan dia" Ucap James dingin sambil berjalan menuju kamar mandi.Eylulpun juga pergi meninggalkan kamar James berjalan menuju kamar Lunara.
Sesampainya dikamar Luna Eylulpun segera membangunkan Lunara."Luna bangun" Ucap Eylul lembut namun Lunara masih terlelap dialam mimpinya.
"Luna hey bangun lun.." panggil Eylul sampil menampuk pipi luna dengan lembut.
Lunara pun mengulet dengan mata yang maish terpejam "kakak ini masih sangat pagi sekali lohh 5 menit lagi yaa" Ucap Lunara sambil memeluk boneka kelinci berwarna pink.
__ADS_1
"Luna cepat bangunlah,Kakak kesini tidak membawa baju ganti jadi kakak mau meminjam bajumu" Ucap Eylul.
"Ambilah saja diruang ganti kak aku masih mengantuk" Jawab Luna dengan suara malas.
"Kakak numpang mandi dikamar mandi sini ya" Ucap Eylul namun tidak mendapatkan jawaban dari Lunara karena Lunara kembali tidur.
"Dasar anak kecil,gemas sekali aku andai saja aku memiliki adik perempuan sepertimu hihhhh" Gumam Eylul lirih.
Eylul bergegas menuju ruang ganti Lunara dan memilih baju yang simpel dan pas dibadannya meskipun banyak baju baju bagus bahkan sebagian masih baru.
Hingga Eylul selesai membersihkan badannya ia keluar dari kamar mandi dan mendapati Lunara masih pada posisi yang sama.
Eylul kembali membangunkan Lunara,sedikit kesulitan namun bukan Eylul namanya kalau tidak bisa mengatasi hal yang menurutnya sepele.
"Luna kau mau bangun tidak,jika tidak kejutannya aku kasih keorang lain saja lo" Bisik Eylul didekat telinga Lunara.Seketika saja Lunara bangun dan duduk.
"Kakak aku bangun dan akan mandi tunggu ya itu adalah kejutanku" Ucap Lunara sambil mengucek ucek matanya.
"Eitss lepas dulu jarum infusnya Luna" Ucap Eylul.Luna melepas jarum yang tertancap dipergelangan tangannya dan segera menutupnya menggunakan plester yang ada diatas nakas.Bagi Lunara hal seperti itu sudah biasa mangkanya dengan mudah dan tidak takut diapun melepasnya sendiri sedangkan Eylul hanya memperhatikan saja.
"Kakak bantu aku duduk dikursi roda ya" Ucap Luna sopan.Eylulpun hanya tersenyum dan berjalan mengambil kursi roda yang terletak disamping sofa.Eylul membopong Luna duduk dikursi roda.
"Tidak kak aku bisa mandi sendiri" Jawab Lunara dengan yakin.
"Kakak antarkan saja kedalam dan jika sudah selesai panggil kakak ya." Ucap Eylul dan hanya diangguki saja oleh Lunara.
"Gadis pintar" Ucap Eylul sambil mendorong kursi roda Lunara
skip.
Mereka berempat termasuk Han sedang dalam perjalanan menuju mansion James.Lunara merasa bahagia terlihat dari raut wajahnya yang sedari tadi senyam senyum karena untuk pertama kalinya ia keluar bahkan mengenai mansion James saja ia hanya satu kali kesana.
"Semoga senyum diwajahmu ini bisa kulihat seterusnya Luna" Ucap James yang duduk didepan.
"Luna kemari,kaka tutup dulu ya matamu"Ucap Eylul sambil ngikatkan kain yang menutupi mata Luna.
"Kenapa kak?" Tanya Lunara polos
"Namanya kejutan kau pasti akan suka"Jawab Eylul
Hingga mobil mereka berhenti James lebih dulu turun dari mobil dan membuka jok belakang mengambil kursi roda milik Lunara.
__ADS_1
James membuka pintu mobil dimana Lunara duduk dan dengan tiba tiba James menggendong tubuh mungil Lunara mendudukkannya dikursi roda.
"Kak Al apakah kita sudah sampai bolehkah penutup mata ini dibuka?" Tanya Lunara.
"Sudah sayang,tapi dibukanya nanti saja ya"Jawab James dengan lembut sambil mendorong kursi roda Lunara.
Terjadi keheningan selama mereka diperjalanan hingga mereka sampai ditempat yang akan dituju.
"Kau sudah siap sayang."Ucap James sedikit berbisik ditelinga Lunara dan Lunara hanya menganggukinya disertai senyuman yang mengembang.
Perlahan James membuka penutup mata Lunara.Perlahan pula Lunara membuka matanya melihat apa yang ada didepannya tanpa berkedip.
Tiba tiba James berjongkok dihadapan Lunara menyerahkan sebuket bunga mawar merah kepada Lunara "Kau menyukainya sayang" Ucap James dan Lunara menerima buket bunga pemberian James terdapat senyuman mengembang dibibir Lunara
"Aku suka kak" Ucap Lunara mencium aroma bunga mawar.Pandangannya teralihkan pada sosok wanita yang berjalan dari arah belakang James sambil menaburkan kelopak bunga mawar kearah dirinya.
"Kejutann" Ucap Eylul dengan wajah tak kalah ceria dari Lunara.
"Kakak kau hikss..."Ucap Lunara sambil menitikkan air mata bahagia yang sedari tadi ia coba bendung saat James memberinya sebuket bunga segar.
"Hey gadis cantikku mengapa menangis" Ucap Eylul yang ikutan berjongkok didepan Lunara tepatnya disamping James sabil menaruh keranjang bunga.
"Aku bahagia kak aku suka dengan ladang mawar ini,terimakasih kak" Jawab Lunara sambil memegang tangan Eylul.
Eylul dan James ikut larut dalam kebahagiaan Lunara hingga dari jarak yang sedikit jauh ada yang diam diam memfoto mereka bertiga,ya siapa lagi kalau bukan Han.
"Semoga kedatangan anda memang membawa keberkahan nona" Ucap Han dalam batin sambil memandang kearah James Eylul dan Lunara.
VISUAL HAN
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Bersambung dulu yaa kakak Author mau lanjut kerja.
Gak janji mungkin nanti kalau enggak terlalu capek Author lanjutin.
Bye bye semua👌
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1