Belenggu Mawar Hitam

Belenggu Mawar Hitam
Episode 17


__ADS_3

Seperti hari sebelumnya,siang hari Eylul bersibuk diri merawat bunga mawar yang ada dimansion James.Sambil memotongi dedaunan yang mulai menguning dan mengering Eylul teringat bahwa setelah bekerja sementara di kediaman James ia akan segera meninggalkan Negara B.Menempati negara baru,bos baru,profesi baru bahkan kehidupan baru yang tidak pernah ia sanga sangka sebelumnya


"Bekerjalah dengan benar jangan melamun."Ucap James yang tidak Eylul sadari kapan datangnya.


"Eh..emn..tu..tuan."Jawab Eylul dengan sedikit kaget dan tersadar dari lamunanya.


"Mengagetkan saja." Batin Eylul


"Apa yang kau fikirkan."Tanya James dingin sambil mengambil gunting rumput dari tangan Eylul.


"Tidak ada tuan,ada perlu apa hingga anda kemari?"Tanya Eylul sambil menyembunyikan wajah sendunya.


"Bukankah ini mansion saya,jadi bebas kan saya mau kemanapun dan tentunya saya kemari ingin melihat secara langsung kinerjamu."Jawab James dengan dinginnya sambil memotong satu tangkai mawar yang berwarna merah tua.


"Ahh rasanya ingin kulempar ketengah ladang mawar ini hingga duri duri pada batang mawar ini menusuk badanmu" Gerutu Eylul dalam batin karena kesal mendengar jawaban dair James.


"Ikut aku." Ucap James dengan wajah datarnya.


"Kemana memangnya setidaknya tersenyumlah wajahmu benar benar menyebalkan saat aku menatapmu" Ucao Eylul dalam batin.


James berhenti melangkah dan berbalik menatap Eylul dengan tajam.


"kenapa dia menatapku apakah dia mempunyai kemampuan bisa membaca fikiran orang lain,,ohh tidakk" Ucap Eylul lagi dalam batin kini dirinya menjadi panik sendiri saat James masih menatapnya


"Kau mau sampai kapan berdiri disana hah." Ucap James lalu melanjutkan langkahnya kembali.


"Huhh aku fikir dia bisa mendengar suara batinku" Ucap Eylul lagi dalam batin dengan lega.Eylulpun mengkituti langkah James yang sudah berjalan lebih dulu meninggalkan Eylul.


Hingga akhinya James dan Eylul berhenti di gazebo dengan desain rotundas letaknya sendiri ditengah tengah kolam yang sangat luas.Memang tempatnya sedikit agak jauh dari Mansion.

__ADS_1


"Aku bahkan baru tahu kalau ada tempat sebagus ini disini." Gumam Eylul lirih sambil melihat kesana kemari.


Kolam itupun dikelilingi bunga lily yang sangat indah dan didalam kolam sendiri banyak bunga teratai yang bermekaran dengan indah.Tidak jauh dari tempat tersebut ada ayunan kayu bercat putih dan dibawahnya rumput hias hijau..


"Kemarilah." Ucap James sambil menepun tempat duduk disamping mengisyaratkan kepada Eylul agar duduk disebelahnya.


Eylul yang tengah memperhatikan tempat tersebut berjalan santai menuju James "Ada apa tuan" Ucap Eylul sambil duduk ditempat yang dimaksud James.


deg..degg..degg... "Kumohon jantung dan hati berdamailah jangan buat aku malu" Ucap Eylul dalam hati saat menyadari posisinya kali ini sangat dekat dengan James.


"Aku tahu kau hanya sepuluh hari disini,dan setelah ini kau akan pergi meninggalkan tempat ini bahkan negara ini." Ucap James sambil memainkan kelopak bunga mawar yang ia petik sebelum menuju gazebo.


"Bagaimana dia tahu apakah dari madam,tapi tidak mungkin aku saja tidak diberi tahu" Ucap Eylul dalam batin.


"lalu tuan." Tanya Eylul dan memberanikan nyalinya menatap James sekilas sebelum ia menundukan kepalanya.


"Percaya atau tidak jika kau sudah memasuki dunia barumu,kau bisa saja lupa akan identitasmu sendiri,semua yang kita lakukan akan ada balasnya suatu hari nanti dan ya aku ingatkan padamu jangan pernah menundukan kepalamu seprti ini." Ucap James sambil memegang dagu Eylul mendongakkanya perlahan hingga pandangan mereka berdua kini bertemu.


"Emm..emn itu,i..itu karena anda tuan muda se..sekaligus majikan saya tuan." Jawab Eylul terbata bata.


Masih dengan tangan yang memegang dagu Eylul dan tangan satunya lagi memegang satu tangkai bungan mawar.


"Ingatlah pesanku satu ini Eylul,Jangan sampai kau menundukan kepalamu seperti ini kepada siapapun meskipun itu atasanmu bahkan musuhmu,kau wajib menundukan kepalamu hanya kepada orang tua dan suamimu kelak,tunjukkan wajah yang menggambarkan harga diri dan ketegasnmu.


Mendongak bukan berati kau tidak patuh ataupun menghormati orang lain melainkan agar kau tidak mudah dianggap sepele,sama halnya menunduk bukan berarti kau lemah dan takut bukan.


Kau tidak akan pernah tau siapa kelak yang akan kau hadapi entah kawan atau lawan jika sudah memasuki dunia dimana tersenyum saja dianggap sebagai penghinaan dan ajakan berperang" Ucap James panjang lebar dengan banyak nada penekanan disetiap kalimatnya hingga ada kata kata James yang membuat Eylul kembali mengingat kedua orang tuanya.


Tanpa sadar air mata Eylul mengalir begitu saja membasahi pipinya dan tetesannya jatuh tepat dikelopak bunga yang James genggam.

__ADS_1


Sadar akan hal itu James malah semakin erat menggenggam tangkai mawar yang masih dipenuhi duri duri tajam hingga perlahan ada darah yang merembes dari sela sela jarinya.


Dengan segera James menarik tangannya dan menyembunyikannya dibalik punggungnya " Maaf jika aku sudah mengingatkan kepada orang tuam."Ucap James dengan nada lirih.


Eylul kembali kaget dan seketika menghapus air mata yang telah mengalir membasahi pipinya.


"Dari mana dia tahu" Ucap Eylul dalam batin.


Eylul masih enggan menjawab permintaan maaf dari James bibirnya terasa kelu hanya untuk sekedar berbicara.


"Sudah pergilah istirahatkan badanmu nati sore kembali temui aku disini." Ucap James.Eylul hanya mengangguk saja dan beranjak pergi meninggalkan James.


Seperginya Eylul,James menarik tanganya dan melihat lukanya sendiri.Darahpun menetes dari telapak tangan James.


"Yaa seperti inilah faktanya jika kubiarkan saja perlahan kau akan mati karena layu,jika kugenggam itu akan sangat menyakitkan dan kau tetap akan mati juga,memang sudah semestinya harusnya aku membiarkanmu tumbuh dibatangmu dan kau bisa bebas mentukan kearah mana kau tumbuh.


sedangkan tugasku hanyalah mengawasi,menjaga dan mewatmu." Ucap James sambil menatap satu tangkai mawar yang ia genggam dengan erat saat melihat Eylul menangis.


Perlahan lahan James mengendurkan genggamannya dan menaruh mawar yang kini tangkainya sudah berlumurah dengan noda merah darah.Ditengah lamunanya menatap mawar yang barusan ia taruh.


"mungkin kau lupa meskipun kau yang merawatnya dengan baik kelak akan ada kupu kupu atau serangga lain yang hinggap pada mawarmu entah akan menguntungkan satu sama lain atau sebaliknya."Ucap wanita paruh baya dengan suara yang sangat lembut ia berjalan mendekati James digazebo dengan sangat anggun.


BERSAMBUNG


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


**KIRA KIRA SIAPA YAA?


NANTIKAN JAWABNYA DINEXT EPISODE

__ADS_1


BANTU LIKE DAN KRITIK SARANNYA DIKOLOM KOMENTAR


AYO BERIKAN LIKE KALIAN BIAR AUTHOR MAKIN SEMANGAT UPNYA,AUTHOR BISANYA UP DITENGAH MALAM SAJA😣😣☹️**


__ADS_2