
Sebuah fakta alasan kekasihnya Johan tidak pernah mencarinya membuat Eylul selangkah lebih berani lagi dalam mengambil tindakan.
Memang selama menjalin hubungan Eylul dan Johan tidak pernah melakukan hal yang lebih meskipun Johan kerap kali mencoba merayunya.
Pendirian Eylul cukup tangguh hingga suatu ketika Johan berubah tidak pernah memintanya lagi kepada Eylul.
Eylul berfikir bahwa mungkin saja Johan sudah lelah meminta dan menyadari kesalahannya.
Namun kini Eylul sedikit menduga bahwa ada persekongkolan antara Johan dan wanita yang sangat mirip dengan dirinya,pasalnya Eylul melihat sendiri kasih sayang yang Johan berikan pada wanita yang mirip dengan dirinya sangat jauh berbeda.
Jika dengan Eylul,Johan hanya sedikit menaruh perhatian sedangkan dengan wanita itu Johan lebih banyak bermanja dan menuruti semua perkataan wanita tersebut.
"Kakak kau masih disana" Ucap seorang wanita melalu handsfreenya.
"Ahh iy..iya Emi"Ucap Eylul tergagap setelah tersadar dari lamunannya.
"Kakak fokuskan fikiranmu okey" Ucap Emira.
"Okey Emi" Jawab Eylul.
"Target memasuki area siaplah" Ucap Emira yang tengah mengkomando Eylul.
"Siap sasaran" Jawab Eylul tegas sambil memperhatikan targetnya.
Pagi itu adalah dimana Eylul akan menghabisi seseorang dibalik sebuah kaca hitam yang sudah diberi lubang kecil yang diameternya sudah sama dengan lubang diameter senjatanya.
"Target area!!target area!!kunci sasaran!!"Ucap Emira
"Sasaran dikunci"
"ceklek .. dorr" Eylul menarik pelatuk yang ada pada senjata laras panjangnya.
"Tepat sasaran"Ucap Eylul lirih sambil mengambil teropong kecil yang ia bawa.
Matanya membulat setelah melihat targetnya jatuh ketanah tepatnya wajahnya menghadap kearah persembunyian Eylul.
"Tidak mungkin" Ucap Eylul yang menyadari bahwa targetnya tidak lain adalah James dan Eylul sudah menembaknya dengan baik tepat pada bagian jantung.Tiba tiba pandangan Eylul menjadi gelap dan ia tidak sadarkan diri saat menyadari ada sebuah bom asap didekatnya yang ternyata mengandung bius.
__ADS_1
-----
Eylul kembali tersadar dan saat itu sudah menjelang sore saat dilihatnya cahaya senja dari kamar apartemennya yang memang gordennya belum ditutup.
Eylul mulai berjalan keluar sambil berusaha membuang fikirannya mengenai insiden pagi tadi.
"Kakak kau sudah bangun" Ucap Emira yang duduk disofa sambil memakan beberapa camilan.
"Aku tidak mengerti semua ini" Ucap Eylul.
Tiba tiba dari arah dapur "Akan aku jelaskan padamu" Ucap seorang pria yang tengah berjalan menuju Eylul.
"Kau disini" Ucap Eylul yang terkejut.
Secara kasar Antonius menarik pergelangan tangan Eylul dan menyeretnya menuju rooftop.
"Lepaskan aku Perdi" Ucap Eylul
"Perdi aku bisa jalan sendiri" Ucap Eylul lagi namun tidak digubris.
Setelah mreka sampai dirooftop "Perdi lepaskan kau menyakitiku" Ucap Eylul sedikit meringis.
"Sudahlah kau ini kenapa" Ucap Eylul
"Apa kau menyesal setelah menembaknya?" Tanya Antonius kepada Eylul.
Eylul membalikkan badannya membelakangi Antonius "Tidak!lagipula itu hanya target dari misiku kan".
"Itu hukuman karena dia sudah menipu wanitaku" Ucap Antonius lirih yang kemudian berlanjut memeluk Eylul dari belakang.
"Apa maksudmu?lepaskan aku Perdi" Ucap Eylul namun Antonius masih saja memeluknya.
"Perdi lepaskan aku" Ucap Eylul lagi..
"Antonius Perdi Valentino!lepaskan aku!!"Ucap Eylul membentak Antonius.
Dengan kasar Antonius melepaskan pelukannya hingga membuat Eylul sedikit terdorong kedepan lalu Antonius membalikkan badan Eylul menghadap dirinya.
__ADS_1
Antonoius mencengkram bahu Eylul dengan kuat hingga Eylul sedikit meringis kesakitan.
"Tidak bisakah kau melupakannya?Tidak bisakah kau membuangnya dalam fikiranmu itu,aku tidak mau melihatmu dihianati untuk ketiga kalinya Eyl sudah cukup dua pria yang yang menghianatimu" Ucap Antonius dengan nada meninggi.
"Maksudmu apa Perdi kau sudah gila ya hingga berbicara omong kosong siapa yang menghianatiku?" Ucap Eylul dengan sedikit seringai ditengah ketengangan yang ia rasakan saat posisinya benar benar dekat dengan Antonius.
"Pertama ayah kandungmu kedua kekasih brengsekmu bernama Johan itu dan untuk ketiga kalinya aku tidak ingin itu terjadi sibajingan James itu tidak akan mampu menyentuhmu apalagi menghianatu Eyl" Ucap Antonius mencoba menjelaskannya pada Eylul.
"Kau gila Perdi kau sudah gila ya kau memang benar bahwa Johan sudah melakukannya dengan wanita lain tetapi papa dan James itu seburuk itu!Otakmu sudah gila Perdi!" Ucap Eylul dengan tegar meskipun ia sudah membendung air matanya namun tetap sia sia saat teringat kembali semua kenangannya dengan Johan dan kenangannya dengan James apalagi tadi pagi dia sendiri yang sudah menembak James entah dia masih hidup atau tidak.
"Ya Eyl!!aku memang gila itu karenamu aku mencintaimu Eyl tidak sadarkah kau tentang itu?aku bahkan siap mati ditanganmu aku siap meninggalkan kerajaan mafiaku dan memilih hidup matiku bersamamu!" Ucap Antonius dengam kobaran emosi yang terlihat pada tatapan matanya.
Eylul terdiam membisu setelah mendengarkan peryataan yang keluar dari mulut Antonius.
"Kau bohong Perdi kau hanya memperalatku saja kaulah yang berhianat kau membodohiku selama ini kau mencari tahu privasiku dan kau gunakan aku untuk membunuh seseorang yang mulai aku sayangi" Ucap Eylul tak kalah emosi dari Antonius.
Antonoius terdiam seribu kata mendengar ucapan Eylul dan perlahan mulai melepaskan cengkramannya dengan tatapan kosong Antonoius mundur tiga langkah kebelakang dan memunggungi Eylul.
"Baiklah mari buktikan disini siapa yang pembohong,kau boleh membenciku tapi beri aku waktu untuk membuktikannya berikan aku waktu tiga bulan untuk membuktikannya padamu tentang apa yang terjadi dibelakangmu yang tidak pernag kau ketahui"
"Bukti apa lagi maksudmu hah!!Kau mau aku percaya padamu sedangkan kau yang telah membohongiku terlebih dahulu" Ucap Eylul yang mulai berlinangan air mata.
"Akan aku buktikan siapa saja yang telah mencoba mempermainkan hidupmu tapi aku minta selama tiga bulan tersebut tetap tinggalah bersamaku dan setelah aku mampu membuktikannya kau bisa putuskan sendiri ingin kemana" Ucap Antonius.
"Baiklah kapan kita kembali" Ucap Eylul yang kembali tegas.
"Malam ini juga" Jawab Antonius singkat.
"Tapi sebelum itu aku ingin melihat James terlebih dahulu" Ucap Eylul.
"Sebelum kau melihatnya temuilah Emira dan lihatlah dulu laporannya" Ucap Antonius.
Setelah itu Eylul pergi meninggalkan Antonius sendirian dirooftop dan menemui Emira.
"Ada yang ingin kau tunjukan?" Ucap Eylul kepada Emira yang seakan sudah menunggunya.
Tanpa menjawab pertanyaan Eylul,Emira segera memberikan tab yang ia peluk kepada Eylul lalu memutar sebuah video rekaman yang seketika itu pula membuat Eylul membulatkan mata,ekspresi wajahnya sudah tidak mampu ditebak lagi hingga akhirnya Eylul membanting tab yang diberikan oleh Emira dan berlari menuju kamarnya.
__ADS_1
Bersambung Dulu Yaa...