
Sesampainya dinegara A Eylul segera dibawa menuju rumah sakit kembali untuk mengobati luka lukanya yang terbuka dan beberapa luka baru yang ia dapatkan saat menyerang mansion Daniel.
"Jack bagaimana mungkin?" Tanya Emira yang berdiri disamping tempat duduk Jackson
"Bodoh kenapa aku bisa lupa jika nona memiliki banyak luka dan sekarang makin bertambah" Jawab Jackson dengan cemas
"Jack jangan salahkan dirimu,sepertinya kak Eylul memang sengaja memakai pakaian berwarna hitam agar kalian semua tidak merasa panik.Tenanglah kak Eylul itu kuat dia pasti akan bertahan dengan luka kecil seperti itu" Ucap Emira yang berusaha menenangkan Jackson.
Malam harinya Eylul sudah dipindahkan didalam kamar VVVIP bersama Antonius kembali.
Emira bertugas menjaga Antonius dan Eylul sedangkan Jackson mengatasi seluruh pekerjaan yang terbengkalai selama Antonius masuk rumah sakit.
Emira membenarkan selimut Eylul dan memastikan bahwa Eylul masih terlelap dalam istrirahatnya.
Setelah itu ia berjalan menuju brangkar Antinous.Emira menggenggam telapak tangan Antonius dan duduk disamping brangkar.
"Bos kapan kau akan membuka matamu?" Tanya Emira lirih.
"Bos jangan seperti ini,aku memang sedikit membenci sifat gila dan tidak manusiawimu tapi taukah kau aku selalu cemas tanpa sebab saat melihatmu seperti ini,aku selalu hawatir padamu tanpa alasan yang jelas kau sudah kuanggap seperti kakakku sendiri bos" Ucap Emira lirih dan tanpa sadar air matanya jatuh tepat mengenai telapan tangan Antonius.
Sekilas jari tangan Antonous sedikit bergerak hal itu membuat Emira terkejut dan segera memanggil dokter Baron.
"Tidak ada yang perlu dicemaskan nona saat ini Antonius sudah melewati masa kritisnya,mungkin besok dia sudah sadar kembali" Ucap Dokter Baron setelah memeriksa keadaan Antonis dan berlalu pergi meninggalkan ruangan VVIP tersebut.
Emira sedikit bernafas dengan lega setidaknya ia kembali duduk disamping Antonius dan kembali menggenggam tangan Antonius.
"Maaf ya bos jika Emira lancang,tapi merasa sangat senang saat tahu kau mulai membaik segeralah membuka matamu aku merindukan aksi gilamu itu" Ucap Emira
__ADS_1
"Bos jika Emira boleh berkata jujur,Emira ingin kita semua menjalani kehidupan yang damai tanpa adanya dunia bawah,Aku kau Jackson dan kak Eylul kita bersama sama bahagia menjalani kehidupan yang normal" Ucap Emira lagi sebelum ia tertidur dengan posisi duduk dan kepalanya diatas tangan Antonius.
Setelah Emira benar benar terlelap keluarlah air mata dari sudut mata Antinous,dan dengan perlahan Antonius membuka matanya melihat langsung kearah Emira yang tertidur dan wajahnya menghadap kearahnya.
Diangkatlah salah satu tangannya untuk mengelus lembut kepala Emira dan menyingkirkan anak rambut yang ada diwajah Emira.
"Kakak juga ingin kita semua hidup damai Emi sungguh,kakak menyanyangimu dan mencintai Eylul namun dunia sungguh kejam dan tidak adil" Ucap Antonius lirih dengan suara sedikit serak.
Antonius memang sudah sadar saat Eylul dipindahkan sore tadi namun ia memilih merahasiakannya.Sedangkan dibalik itu semua Eylul tidak sengaja mendengar ucapan Emira dan Antonius
"Yaa dunia sangat kejam Perdi bahkan aku lupa dengan jati diriku sendiri semoga kau segera menemukan wanita yang tepat dan pantas berada disisimu" Ucap Eylul dalam batin dengan mata yang berkaca kaca.
"Tunggu kau menyebut dirimu dengan sebutan kakak pada Emira jangan jangan dugaanku selama ini" Ucap Eylul lagi dalam batin sambil memikirkan ucapan Antonius.
-----
"Bos tenanglah jangan gegabah" Ucap Han sambil menatap kearah James yang sedari tadi mondar mandir.
"Tidak,dia dalam bahaya Han" Ucap James.
"Dia akan baik baik saja bos,nona sudah ditangani dokter disana" Ucap James.
"Kau tidak tau apa yang aku rasakan Han aku ingin terbang kesana sekarang juga!!" Ucap James dengan penuh emosi.
"Baji**an itu tidak mampu melindungi Eylul" Ucap James lagi.
"Bos itu akan berbahaya dua minggu lagi nona Lunara akan segera pulang" Ucap Han
__ADS_1
Jamespun terdiam sejenak dan berfikir jauh kedepan.
"Apa kau sudah menyiapkan wanita yang mirip dengan Eylul?" Ucap James dengan tatapan mengintimidasi pada Han.
"Sudah bos"
"Aku tau bahwa saat ini tidak mungkin membawa Eylul kembali,bodoh..bodohh mengapa aku melakukan kesalahan yang sama" Ucap James sambil membanting botol wine diatas meja
"Bos tenanglah" Ucap Han
"Bagaimana aku bisa tenang aku melepaskan Eylul kepada pria brengsek yang bersembunyi dibalik ketiak perempuan itu,bodoh kenapa aku dulu melepaskannya" Ucap James dengan penuh emosi.
"Kau memang bodoh bos sekarang kau akan terjebak cinta pada pionmu sendiri" Ucap Han dalam batin.
"Jika Tuhan berkehendak semoga kalian bisa bertemu kembali" Ucap pak Sam yang hanya memperhatikan dari kejauhan.
"Arrgghh..sial" Teriak James dan lagi lagi membanting sesuatu yang ada diatas meja hingga banyak serpihan beling yang tercecer dilantai.
"Aku mau penyambutan Luna diperketat Han jangan biarkan orang tak diundang masuk" Ucap James sambil berlalu pergi dan Hanpun hanya mengaggukinya saja.
**Bersambung
Jangan Lupa Tinggalkan Jejak Ya Readers..
Like maupun Komen Kalian Adalah Semangat Author..
Happy Reading**
__ADS_1